
Penyatuan Pedang Pemburu Roh dengan Xiaozi terjadi, sinar itu masih terus mengalir ke tubuh Xiaozi melalui dahinya dan memberikan seluruh kekuatan serta ilmu yang tersimpan di dalamnya yang telah diserap olehnya dalam ribuan tahun ini.
Ketika sinar itu menghilang, pedang Pemburu Roh tampak kosong dan kembali menjadi pedang pusaka biasa. Xiaozi memejamkan matanya dan tampak muncul tanda pedang di dahinya berwarna kuning kemerahan.
Kemudian Xiaozi mengerahkan kekuatannya kembali dan berhasil menghimpun kembali tahap Mutiaranya.
Raja Monster Xhame terkejut melihat perubahan pada tubuh Xiaozi, dia menyipitkan matanya melihat hal itu. “Hehehe... ternyata kamu bisa bersatu dengan roh pedang itu,” gumam Raja monster Xhame merasa bersemangat.
Xiaozi membuka matanya merasa tubuhnya telah bertambah kuat beberapa kali lipat dari sebelumnya. Dia kemudian bergerak cepat melesat ke arah Raja Monster Xhame dan memukulnya dengan telapak tangan membuat Raja Monster Xhame terpental menabrak dinding kediaman jendral Yime dan terbang keluar halaman.
Mata semua orang di luar halaman terbelalak melihat Raja Monster Xhame terlempar keluar dan menabrak pohon hingga hancur. Tampak sudut bibirnya mengeluarkan darah kental, namun dia menyeringai sambil terkekeh.
“Hehehe... sungguh diluar dugaan,” gumamnya terkekeh dan makin bersemangat.
Xiaozi sudah berdiri didepannya melihat Raja Xhame yang terduduk di depan pohon itu. Raja Xhame tidak menduga penyatuan itu membuat kekuatan dan kecepatan Xiaozi menjadi meningkat. Dia terlalu meremehkannya.
“Aku akan membunuhmu hari ini dan mendamaikan dunia ini,” kata Xiaozi dengan tatapan tajam.
“Hahaha... benarkah?” Raja Monster Xhame tertawa lalu bergerak cepat ke arah Xiaozi, namun Xiaozi kali ini melihat gerakannya.
Mereka berdua menghilang dari pandangan semua orang di luar halaman itu. Mereka hanya merasakan desiran angin dan benturan kekuatan mereka berdua di udara.
BLAMM...
Tampak tubuh Raja Monster Xhame kembali terlempar menabrak dinding kediaman Jendral Yime hingga hancur. Matanya terbelalak dan nafasnya terengah-engah. Xiaozi telah berdiri kembali di hadapannya.
Lagi-lagi Raja Monster Xhame menyerang ke arah Xiaozi dan tubuh mereka kembali menghilang dari pandangan orang-orang disana yang perlahan merasa pertarungan mereka makin naik ke langit.
“Hebat. Mereka sungguh setara!” Teriak Xie Ling melihat pertarungan tersebut
“Benar. Tapi sepertinya Xiaozi kini berada diatas angin,” sahut Shan Mui dengan gembira.
BLAMM...
Kembali tampak ledakan di dalam kediaman jendral Yime, tampak tubuh Raja Monster Xhame menghantam lantai ruangan aula tersebut dengan keras hingga menghancurkan lantai sekitarnya.
Xiaozi turun dari udara dan berdiri kembali di depannya. “Kamu tidak akan bisa menang melawanku kini. Terimalah kematianmu,” kata Xiaozi sambil berjalan mendekati Raja Monster Xhame.
“Aku tidak terima!” Wajah Raja Monster Xhame menjadi jelek menyesal telah meremehkan penyatuan mereka.
__ADS_1
Kekuatan Raja Monster Xhame telah turun menjadi Berlian tingkat 3 setelah beberapa kali dihantam dan terluka oleh serangan Xiaozi. Sementara Xiaozi kini berada diatas angin menghadapinya.
Serangan Raja Monster Xhame terasa lebih lambat dimata Xiaozi saat ini. Dia dengan mudah mengelak dan memukulnya kembali.
BUGH... BUGH... KRAKK...
Xiaozi memukul dada dan lengan kanan Raja Monster Xhame hingga patah. Mata Raja Monster Xhame berkedut menahan sakitnya. Dia meringis merasakan kepalanya pusing oleh lengannya yang patah itu.
Xiaozi tidak membiarkan Raja Monster Xhame beristirahat, dia bergerak secepat kilat memukul perut Raja Monster Xhame hingga dia terdorong ke belakang. Namun tiba-tiba Xiaozi telah muncul di belakang menanti tubuhnya yang terdorong itu.
Xiaozi kemudian menendang tubuh Raja Monster Xhame seperti bola yang ditendang ke udara. Kembali tubuh Raja Monster Xhame melayang oleh tendangan Xiaozi ke udara menembus atap kediaman itu. Lalu Xiaozi sudah tampak berdiri melayang di udara menanti tubuh itu.
Dengan tatapan garang, Xiaozi memberikan pukulan telak di dada Raja Monster Xhame hingga mendorong tubuhnya turun ke tanah.
KRAKK...KRAKK... BUMMM...
Suara patahan tulang dada terdengar saat tubuh Raja Monster ditekan dengan kekuatan Xiaozi hingga terhempas dan menghancurkan lantai aula kediaman itu.
Raja Monster Xhame tewas dengan mata melotot tidak percaya dirinya dikalahkan oleh Xiaozi. Sekilas penyesalan muncul sebelum dia meregangkan nyawanya karena meremehkan Xiaozi.
Tubuh Raja Monster Xhame remuk di bagian dada menghancurkan organ dalamnya, lengan kanannya patah dan darah mengalir dari sudut bibir dan juga dadanya. Raja Monster Xhame tewas mengenaskan.
Meskipun mereka melihat Xiaozi unggul diatas angin, namun mereka masih menunggu siapa yang akan muncul dari gerbang aula itu.
Ketika Xiaozi muncul, seluruh teman-temannya bersorak gembira termasuk Xie Ling dan Raja Penyihir Kambing yang tidak salah memilih sisi mendukung Xiaozi. Mereka semua merasa lega telah memenangkan pertarungan di puncak gunung Naga itu.
“Akhirnya kita bisa kembali ke kota Pelangi,” kata Chen Yan lega sambil terduduk dengan senyuman puas di wajahnya.
“Kita langsung menjadi orang kaya dan juga terkenal,” He Xian merasa bangga mendengar hal itu.
“Hehehe... bolehkah aku menjadi bagian tim kalian seterusnya?” tanya Xie Ling kemudian dan Raja Penyihir Kambing juga menganggukkan kepala tanda turut serta.
Xiaozi tersenyum pada teman-temannya semua. “Terima kasih semuanya telah bekerja keras,” Senyumnya.
“Tuan...” Qiongqi dan Wuya berteriak hampir bersamaan.
Shan Mui berlari memeluk tubuh Xiaozi. Dia tidak lagi menyembunyikan perasaannya di depan semua orang.
Mereka semua menikmati kemenangan itu dengan menarik nafas dalam-dalam setelah pertarungan itu.
__ADS_1
BLARR...
Tiba-tiba petir menyambar dari langit. Langit tiba-tiba mulai gelap di puncak Gunung Naga itu. Semua mata terkejut dan memandang ke arah langit yang berubah dengan cepat.
Kemudian muncul cahaya dengan sosok Naga Raksasa di angkasa. Naga itu menggeliat lalu menatap ke arah Xiaozi dan teman-temannya.
“Kamu Xiaozi?” Naga itu mengeluarkan suaranya.
“Ya, Aku Xiaozi. Siapa kamu?” jawab Xiaozi dengan berani menatap pada Naga itu.
“Aku Naga Langit, bersiaplah. Aku akan menjemputmu!” Naga Langit itu langsung menggeliat dan menyerang ke arah Xiaozi dengan kecepatan kilat.
“Tidakkk...” Shan Mui berteriak dengan wajah panik melihat tubuh Xiaozi diserang mendadak oleh Naga Langit itu.
Semua teman-teman Xiaozi terkejut melihat tubuh Xiaozi yang telah diselimuti oleh cahaya kuning keemasan itu. Mereka tidak bisa mendekatinya. Mereka hanya terisak menangis melihat ke arah Xiaozi.
Xiaozi tersenyum pada semua teman-temannya. “Terima kasih teman-teman. Aku mungkin akan kembali pada dunia asalku. Aku senang bertemu dengan kalian semua.” kata Xiaozi sambil tersenyum pada semua teman-temannya sambil melambaikan tangannya.
Sekejap kemudian tubuh Naga Langit itu menghilang bersama menghilangnya Xiaozi dari hadapan mereka. Seluruh teman-teman mereka merasa lunglai lemas karena tidak menyangka kejadian tersebut.
Mereka tahu Xiaozi tidak berasal dari dunia ini, namun mereka tidak menyangka perpisahan ini terjadi secepat itu.
“Xiaozi, akankah kita bertemu lagi?” gumam Shan Mui dan juga teman-temannya.
***** TAMAT *****
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih pada semua teman-teman pembaca setia Pedang Pemburu Roh. Author memohon maaf apabila telah menulis sesuatu yang menyinggung teman-teman selama ini. Author hanya manusia biasa yang banyak memiliki kekurangan sebagai penulis pemula.
Sekali lagi terima kasih telah menemani author selama ini atas dukungan, like, komen dan hadiah-hadiah dari teman-teman.
“Tidak ada gading yang tak retak, kesempurnaan hanya milik Tuhan.”
Semoga sehat dan sukses selalu untuk teman-teman.
Salam hangat
Chalinka
__ADS_1