Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Menerima dengan lapang dada


__ADS_3

"Freya ... i'm coming!" teriak Raya begitu sampai di mansion nya, gadis itu langsung menuju kamar kembarannya.


Freya yang mendengar suara cempreng Raya langsung menghentikan aktivitasnya dan membuka pintu kamar.


"Aku merindukanmu," ucap Raya memeluk saudarinya seraya memejamkan mata.


"Lebay," ucap Freya jutek. Freya keluar dari kamar, lalu menutup pintu.


"Dari dulu kau sangat menyebalkan," ucap Raya memanyunkan bibirnya.


"Daddy dan mommy mana?" tanya Freya sambil melangkah menuruni tangga dengan Freya yang mengikuti langkahnya dari belakang.


"Kamu, kayak nggak tahu Daddy and Mommy saja! Mereka pasti langsung ke kamarnya.


"Jika kita ganggu, yang ada mereka akan bilang gini 'kami capek mau istirahat dulu!'" Raya meniru suara Dinda.


"Mending kau jangan ganggu mereka, pasti Daddy and Mommy lagi mesra-mesraan tuh di dalam kamarnya," ucap Raya.


"Kamu, bicara apa sih? Cuci tuh otak, jangan berpikiran mesum terus," ucap Freya. Gadis itu duduk di sofa ruang keluarga diikuti Raya yang juga ikut duduk di sampingnya.


"Siapa yang berpikiran mesum, kerjaan Daddy and Mommy 'kan memang gitu jika berada di mansion." Raya memutar bola matanya, karena pemikiran Freya tidak sejalan dengannya, sedangkan Freya hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengar celotehan Raya.


"Freya, aku mau bicara sama kamu," ucap Raya.


"Bukankah dari tadi kau sudah bicara?" Freya tersenyum tipis seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Aku serius, Frey!" ucap Raya cemberut karena Freya menganggapnya bercanda.


"Ya sudah, silakan! Aku masih setia mendengarkanmu," ucap Freya masih dengan senyum tipisnya.


"Aku mau ... "


"Kalian sedang apa?" tanya Dinda yang tiba-tiba datang di tengah perbincangan kedua gadis kembar itu, membuat Raya seketika menghentikan ucapannya.


"Mommy mengagetkan kami saja!" ucap Raya cemberut.


"Lho ... kenapa kaget?" tanya Dinda. Wanita paruh baya itu duduk di seberang sofa yang diduduki oleh putri kembarnya tersebut.


"Memangnya kalian sedang membicarakan tentang apa hingga Mommy mengejutkan kalian?" tanya Dinda.


"Raya aja yang kaget kali Mom, Freya nggak!" ucap Freya tersenyum simpul.


"Kau memang sangat menyebalkan Frey, aku ngambek!" ucap Raya cemberut sambil ber sedekap dada.


"Ngambek Kok bilang," ucap Dinda.

__ADS_1


"Oh iya Mom, Daddy mana?" tanya Freya mengerutkan kening.


"Aku di sini sayang!" jawab Anton yang melangkah mendekati mereka. Freya tersenyum tipis menatap Daddy yang selalu ia banggakan.


Anton duduk di samping Dinda, dengan Dinda yang langsung menyandarkan kepalanya pada pria tersebut.


"Adin ... " panggil Anton.


"Iya Mas, iya!" ucap Dinda langsung duduk dan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa tersebut.


"Aku mau bicara serius dengan kalian berdua." Anton menatap kedua putrinya dengan intens.


"Bicara apa, Dad!" tanya Freya mengerutkan dahinya, sedangkan Raya hanya tersenyum karena dapat menebak apa yang akan di bicarakan oleh daddynya itu.


"Apakah kau mempunyai seorang kekasih?" tanya Anton menatap Freya.


Freya yang ditanya hanya menundukkan kepalanya, ia bingung harus menjawab apa. "Kenapa Daddy menanyakan hal itu?" tanya Freya tanpa menatap wajah Anton.


"Apakah kau berat untuk menerima David?" tanya Anton menatap Freya yang menunduk.


"Jika Daddy membutuhkan jawaban yang jujur, maka dengan berat hati Freya ingin mengatakan 'Freya sangat berat' karena Freya belum siap menjalin hubungan dengan siapapun," ucap Freya.


"Seandainya David dijodohkan dengan Raya, apakah kau bisa menerimanya?" tanya Anton.


"Daddy serius! Kalian harus janji sama Daddy, jangan pernah tali persaudaraan kalian terputus hanya karena kalian mencintai orang yang sama!" perintah Anton dengan menatap kedua putrinya lembut, sedangkan kedua gadis kembar itu mengangguk.


"Untuk Raya!" Anton mengehentikan ucapannya.


"Berusahalah mendapatkan cinta David lebih keras lagi, sebelum pria itu benar-benar jatuh cinta pada Freya, kamu tau 'kan apa tujuan David bekerja di sini?" tanya Anton.


Raya mengangguk faham, sedangkan Freya mengerutkan kening karena bingung dengan ucapan daddynya.


"Maksud Daddy? Si cassanova ada di negara ini juga?" tanya Freya bingung.


"Iya, dia berangkat bersama kita, tapi dia langsung menuju apartemen keluarganya." Anton tersenyum tipis, sedangkan Freya hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya mendengar ucapan Anton.


"Apa?" teriak Freya setelah sadar dengan ucapan daddynya, gadis itu melotot setelah mengetahui bahwa pria itu berada di negara yang sama.


"Kamu kenapa Frey?" tanya Raya bingung melihat reaksi saudara kembarnya.


"Sehari aja aku pusing digangguin dia, apalagi kalau sampai setiap hari, bisa-bisa aku cepat tua karena menahan emosi setiap hari," ucap Freya.


"Kamu nggak kenal saja sama Kak David, awas ya kalau sampai jatuh cinta." Raya menatap saudaranya kesal karena melihat reaksi Freya yang menurutnya berlebihan.


"Nggak akan," ucap Freya.

__ADS_1


"Benci yang berlebihan pada akhir kisah biasanya akan berbanding balik."


"Sudahlah, kalian nggak usah berdebat! Yang penting kalian jangan pernah memperebutkan seorang pria, apalagi sampai merusak tali persaudaraan, ingat pesan Daddy baik-baik!" ucap Anton.


"Satu lagi!" Anton menghentikan ucapannya.


"Daddy, tidak bisa mencegah David untuk memilih siapa diantara kalian, jika Raya benar-benar mencintai David maka berusahalah untuk merebut hatinya."


"Untuk Freya!" Anton menatap gadis tersebut.


"Menjauh lah semampumu jika kau tidak menyukainya, tetapi jika David pada akhirnya tetap memilihmu ... "


Anton menatap Raya. "Daddy harap Raya bisa melupakan cintanya dan mencari kebahagiaan lain, karena kita tidak bisa memaksakan kehendak takdir," ucap Anton menatap putrinya penuh harap.


"Aku mengerti Dad, jika Kak David tetap tidak bisa menerima Raya, maka aku akan melepasnya dengan ikhlas. Daddy tidak perlu khawatir, se cinta apapun Raya sama Kak David, Raya tidak akan pernah memutus hubungan saudara dengan Freya, bagi Raya kalian adalah segalanya," ucap Raya tersenyum haru.


"Kalian memang anak-anak mommy yang baik hati, mommy yakin kalian akan menemukan kebahagiaan kalian masing-masing. Aku bangga punya anak seperti kalian," ucap Dinda dengan mata yang mengembun karena terharu mendengar ucapan Raya.


Sebelumnya Dinda juga sangat khawatir tentang nasib percintaan kedua putri kembarnya. Dia takut hubungan persaudaraan akan retak karena cinta segitiga, ternyata pikiran Dinda salah, Raya dapat menerima dengan lapang dada seandainya David tetap memilih Freya.


"Aku akan berusaha semampuku untuk membuat David menjauh dariku, aku yakin kau bisa mendapatkan hatinya," ucap Freya tersenyum lembut.


"Terima kasih, Frey!" Raya memeluk Kembarannya itu dengan haru.


Anton dan Dinda juga ikut tersenyum menatap kedua putrinya yang akur, tanpa sadar Dinda juga memeluk Anton erat.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Salah satu Readers Othor 'Kak Diana Arsyi' minta perpanjangan episode. Jadi di episode ini, aku menuruti permintaan Readers.


Jika ada diantara kalian ingin mengajukan permintaan juga, Insya Allah Othor kabulkan selama nyambung dengan karya Othor 😂


Contoh: 'Thor buat David meninggal dong biar Freya merasa kehilangan.'


Nanti di episode selanjutnya Insya Allah, Othor buat David meninggal sesuai keinginan Readers 😂


Itu cuma contoh ya! 😂


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Sayang 😂


Like, komen, and Vote seikhlasnya.

__ADS_1


__ADS_2