Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Terjebak dalam situasi


__ADS_3

πŸ’Karena sebelumnya ada yang nanya duduk bertinggung itu seperti apa, Othor jelasin pake Gambar dari om google ya! 🀭


Bertinggung atau berjongkok πŸ˜‚


jeng


jeng


jeng


Othor lebay



...______________________...


Seminggu telah berlalu


David sudah siap untuk melangsungkan acara pentingnya, ia tampak sibuk dirias oleh sahabatnya supaya terlihat lebih segar. Namun, pria itu bukannya berterima kasih, tapi ia malah menggerutu kesal.



"Aku sudah tampan Raka ..., jadi untuk apa aku dirias lagi?" ucap David percaya diri.


"Jangan terlalu Pede!" ucap Raka tersenyum sambil memoles wajah sahabatnya tanpa mengidahkan ucapan David.


"Tumben lo senyum?" tanya David melihat sahabatnya itu dengan senyum aneh.


"Aku bukan robot, aku masih punya perasaan," jawab Raka datar.


"Kirain udah mati rasa," ucap David menggoda dengan tawa yang terbahak-bahak.


"Ya sudah kita langsung ke rumah Freya, kau juga sudah sangat tampan," ucap Raka tersenyum tipis.


"Baiklah, aku panggil mommy dan daddy dulu, kita berangkat bersama," ucap David.


"Okay," ucap Raka dengan senyum khasnya.


Kini David melangkah menuju kamar Brian dan Gracia. Namun, Sebelum pria itu sampai di kamar orang tuanya, ternyata Brian dan Gracia sudah siap dan mereka menunggunya di ruang tamu.


"Anak mommy tampan sekali," ucap Gracia tersenyum dengan mata berbinar. Wanita paruh baya itu semakin mengembangkan senyumnya setelah melihat langkah David semakin mendekat ke arahnya.


"Mommy baru nyadar kalau David memang tampan?" tanya David seraya mengerutkan kening. Pria itu berdiri di hadapan orang tuanya.

__ADS_1


"Bukan begitu sayang, tapi kamu lebih tampan berpakaian rapi begini, kamu terlihat lebih perfect aja," ucap Gracia dengan senyum yang tak kunjung memudar.


"Mommy terlihat sangat bahagia, padahal 'kan David yang akan menikah," ucap pria itu.


"Aku sangat senang sayang, karena sebentar lagi mommy akan punya menantu dan mungkin akan segera punya cucu juga," ucap Gracia.


"Mommy apaan sih!" ucap David.


"Lho memangnya kenapa?" tanya Gracia.


"Ya, sudah kita langsung berangkat saja, aku takut mereka terlalu lama menunggu kita," ucap Brian menyela pembicaraan ibu dan anak itu.


"Okay," ucap Gracia sambil mengedipkan sebelah matanya pada Brian.


"Apaan sih, Mom! Sudah tua nggak pantes begituan," ucap David sinis.


"Kalau nggak suka jangan lihat mommy! Gitu aja kok repot." Dinda melangkah terlebih dahulu meninggalkan dua pria tersebut, sedangkan keduanya menatap Gracia aneh.


..._________________...


Kini Freya sudah siap dengan balutan gaun pengantinnya, gadis itu duduk di depan cermin,


ia menatap wajahnya yang sudah seperti seorang putri.



Ia ragu menikah dengan pria itu karena diantara mereka tidak ada cinta, ia tidak bisa bayangkan apa yang akan ia lakukan di satu atap bersama orang yang tidak pernah dekat sebelumnya.


"Apakah aku bisa menjalani rumah tangga tanpa cinta?" gumam Freya Sambil menatap pantulan dirinya di cermin.


Freya tersenyum kaku ke arah cermin membuat seseorang yang sedang masuk tanpa permisi berdehem layaknya orang yang sakit tenggorokan.


"Cantiknya saudaraku," ucap Raya sengaja menggoda kembarannya. Ia menahan rasa sesak yang menyeruak di rongga dadanya.



Freya tersenyum melihat saudara kembarnya yang melangkah mendekat, ia tahu betul bagaimana perasaan kembarannya itu. "Maafkan aku," ucap Freya sendu.


"Kau tidak perlu minta maaf, karena kau tidak bersalah!" ucap Raya dengan senyum yang mengembang.


Freya langsung memeluk saudara kembarnya itu, ia merasa menjadi orang yang paling egois. Namun, apa yang bisa ia lakukan selain pasrah pada jalan takdir yang digariskan untuknya.


"Selamat ya, Frey! Aku turut bahagia," ucap Raya dalam pelukan saudaranya.

__ADS_1


"Terima kasih, Ray! Semoga kau Segera menemukan pengganti David," ucap Freya dengan suara berat.


"Aminnn ... " ucap Raya sambil memejamkan matanya berharap doa Freya segera terkabul.


Tidak lama kemudian Dinda juga datang ke kamar Freya, ia melihat putrinya yang sudah siap dengan balutan gaun pengantin, wanita paruh baya itu menatap putrinya dengan perasaan bahagia. Namun, di detik berikutnya, ia melihat putri yang satunya lagi memancarkan raut kesedihan, tetapi gadis itu pandai menyembunyikan perasaannya dan mencoba menutupi dengan senyum yang dipaksakan.


"Mommy," panggil Freya. Gadis itu menatap mommynya dengan senyum lembut.


Wanita paruh baya itu mendekati kedua putrinya, lalu memeluk Freya dengan perasaan sedih sekaligus bahagia, sedangkan Raya berdiri di belakang Freya.


"Sebentar lagi kau akan meninggalkan kita, sayang," ucap Gracia dengan air mata yang terjun begitu saja. Freya yang menyadari bahwa wanita yang melahirkannya itu menangis, ia langsung melonggarkan pelukannya dan menatap wanita paruh baya itu.


"Kenapa mommy menangis? Freya memang harus mengikuti suami Freya. Namun, sejauh apapun Freya melangkah, Freya tetap menjadi anak mommy, dan sampai kapanpun akan terus begitu," ucap Freya tersenyum.


"Aku senang sebentar lagi kau akan menikah. Namun, mommy rasanya belum sanggup jauh darimu sayang," ucap Gracia.


"Mommy, jika Freya ada waktu senggang, Freya akan sering main ke sini, lagi pula masih ada Raya yang akan menemani mommy," ucap Freya tersenyum lembut.


"Iya sayang! Mommy merasa sangat beruntung mempunyai anak seperti kalian. Kalian adalah kebahagiaan mommy," ucap Dinda, lalu tatapannya beralih pada Raya.


"Sini sayang!" ucap Dinda pada putri yang satunya lagi. Wanita paruh baya itu menatap Raya yang berdiri tidak jauh darinya.


Raya tersenyum menatap mommy dan saudara kembarnya. Gadis itu melangkah lalu memeluk kedua orang yang disayanginya tersebut. Mereka bertiga tenggelam dalam tangis haru di kamar itu hingga ada seorang pelayan yang memanggil mereka dan mengatakan bahwa keluarga calon mempelai pria sudah tiba.


...πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang πŸ₯°


Alhamdulillah kita diberi kesempatan untuk saling menyapa, semoga kita diberi kesehatan dalam menjalankan ibadah puasa bagi yang muslim ... πŸ˜‚


Maaf updatenya kemaleman karena Othor masih tadarusan dulu πŸ™ˆ


Jika ada Typo atau salah sebut nama jangan sungkan untuk negur Othor karena Othor belum cek naskah ini dengan benar, Othor ngantuk selamat malam semua πŸ₯°


Jangan lupa jejaknya ya Sayang πŸ˜‰


Othor tunggu komennya Bye ...


Muachhhh 😘


Sampai jumpa di episode berikutnya ❀️

__ADS_1


Love you All ... πŸ™ˆ


__ADS_2