Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Sakit


__ADS_3

Setelah kepergian sang Dokter, Freya langsung mengompres David, wanita itu berharap Demam David segera turun. Ia menemani David, menatap wajah pucatnya. Ada perasaan sedih yang menjalar pada diri Freya. Namun, ia sudah bertekad untuk melupakan perasaannya pada suaminya tersebut.


Freya menatap David sendu, ada perasaan sesak saat mengingat bahwa ia akan pergi meninggalkan David setelah matahari terbit.


"Semoga kau bahagia dengannya setelah ini," gumam Freya sambil menatap wajah David sendu.


Setelah dia merasa cukup lelah, Freya tidur miring sambil menatap wajah pucat suaminya dari samping, bulir air mata Freya menetes satu persatu membasahi bantal yang menjadi penyangga kepalanya.


"Jangan tinggalkan aku, Frey!" gumam David lemah, seiring dengan air mata yang lolos dari pelupuk matanya.


Deg


"Apakah aku harus mempercayaimu, Vid? Sedangkan aku mendengar sendiri bahwa kau masih mencintai wanita itu," ucap Freya dengan air mata yang tidak bisa ia cegah.


"Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku Frey! Jangan tinggalkan aku!" gumam David dalam alam bawah sadarnya.


David terus mengigau-ngigau menyebut nama Freya hingga membuat wanita itu bimbang. Haruskah ia memberikan David kesempatan untuk membuktikan ucapannya, karena terkadang apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar tidak seperti kenyataannya.


Setelah beberapa saat tubuh David menggigil, Freya semakin cemas melihat keadaan suaminya tersebut hingga ia reflek memeluk tubuh David erat dan perlahan keadaan David kembali normal.


Akan tetapi, Freya malah ketiduran setelah keadaan David membaik dengan posisi masih memeluk tubuh suaminya tersebut. Ia sangat merasa nyaman tidur di dada bidang itu hingga tidurnya sangat nyenyak.


________________


Ke esokan harinya.


David terbangun, ia merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya. Pria itu mengerjap-ngerjapkan mata seiring kesadarannya mulai terkumpul.

__ADS_1


David tersenyum, ada perasaan bahagia yang membuncah saat melihat orang yang dicintainya kini memeluk dirinya erat.


Ia menatap wajah teduh Freya, menikmati pelukan hangat itu sebelum istrinya tersebut bangun.


Setelah beberapa saat, kini Freya menggeliat, ia juga mengerjap-ngerjapkan mata untuk mengumpulkan kesadarannya.


David yang melihat Freya mengerjap, ia langsung pura-pura memejamkan matanya kembali, wanita itu memegang kening David setelah wanita itu duduk untuk mengecek keadaan suhu tubuh pria itu.


Freya hendak beranjak. Namun, ia mendengar dering ponsel David. Freya menoleh ia ragu antara akan mengangkat panggilan itu atau membiarkannya saja, sedangkan David tidak perduli dengan bunyi ponselnya. Ia tidak mau kalau sampai Freya tahu bahwa ia sudah bangun lebih dulu dari wanita itu jika ia tiba-tiba mengangkat ponselnya.


Ponsel David akhirnya berhenti berdering. Namun, beberapa saat kemudian ponsel tersebut berdering kembali hingga Freya memberanikan diri untuk mengangkat panggilan tersebut.


Deg


Freya menatap David sekilas, saat melihat nama yang tertera di ponsel itu 'My love' lalu mengangkatnya dengan wajah datar.


("Honey, kau kemana saja, dari semalam aku menelponmu tapi kau tidak menerima panggilan dariku.") Suara manja dari seorang wanita dari seberang sana.


David menerka-nerka siapa yang meneleponnya sepagi ini? Jika yang menghubungi Livia, ia berharap bahwa wanita itu tidak bicara yang aneh-aneh.


("Maaf," ucap Livia dari sebrang.)


"Hm ... " jawab Freya dingin lalu mematikan panggilan tersebut.


Freya langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah meletakkan ponsel David kembali, sedangkan David langsung melihat riwayat panggilan terakhir setelah bayangan Freya menghilang dibalik pintu.


Deg

__ADS_1


David langsung menghapus nomer ponsel Livia. "Aku harus bicara dengannya bahwa aku tidak bisa bersamanya karena aku sadar bahwa cintaku hanya untuk istriku bukan untuknya lagi, Aku harus segera menemuinya agar masalah ini tidak tambah rumit, dengan cara apapun aku harus bisa mempertahankan Freya!" gumam David.


Pria itu mencoba berdiri untuk meluruskan masalahnya. Namun, rasa pusing masih saja menyerangnya hingga tanpa sadar ia hampir jatuh jika saja Freya tidak datang untuk membantu pria itu.


"Kau mau kemana?" tanya Freya dingin. Wanita itu keluar tidak jadi membersihkan diri karena ia lupa membawa baju ganti.


"Aku ... " ucap David terpotong seraya memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


"Istirahatlah ... ! Aku akan membantumu sampai kau sembuh," ucap Freya.


"Jadi kau memberiku kesempatan?" tanya David.


"Aku memberimu kesempatan satu bulan lagi, jika kau bisa membuktikan ucapanmu maka aku akan menimbang-nimbang tentang pernikahan kita. Namun, jika ucapanmu adalah kebohongan maka tidak ada kesempatan lagi bagimu untuk membuktikannya," ucap Freya dingin.


David melebarkan senyumnya mendengar ucapan Freya, ia tidak hentinya bersyukur karena kesempatan yang telah diberikan istrinya tersebut.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


hari ini Othor update 1 Bab ya 🙏


Maaf jika mengecewakan kalian


love you All 🥰😘

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 😂


Thank you ❤️


__ADS_2