Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Pujaan hati


__ADS_3

Ke esokan harinya kini David mendatangi apartemen Raya kembali. Namun, kekecewaan ia rasakan setelah mengetahui bahwa orang yang ingin ia kunjungi kini sudah kembali ke negara asalnya.


David duduk di ruang tamu dengan calon mertuanya. Pria itu kini menatap Anton kaku, ia ingin mengutarakan niatnya untuk bekerja di perusahaan keluarga Cassilas. Namun, ia ragu untuk mengucapkannya.


"Ada apa?" tanya Anton tersenyum menatap calon menantunya.


"Aku ingin bekerja di perusahaan Om Anton di Paris, bolehkah aku bekerja di sana?" tanya pria itu.


Anton tersenyum mendengar permintaan David. "Apakah kau sudah minta izin pada orang tuamu?" tanya Anton.


"Belum Om, tapi aku yakin mereka akan mengizinkannya," ucap David.


"Apa alasanmu untuk bekerja di perusahaanku?" tanya Anton.


"Aku hanya ingin mandiri," jawab Anton singkat.


"Tidak ada alasan lain?" tanya Anton menaikkan sebelah alisnya.


"Sial, apakah wajahku kurang meyakinkan?" batin David.


"Tidak Om," jawab David.


"Aku akan membicarakan hal ini dengan daddymu," ucap Anton dengan senyum ynag tidak bisa diartikan.


"Apakah Om Anton curiga Padaku?" batin David.


"Tidak perlu Om, saya sendiri yang akan minta izin pada daddy," ucap David.


"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali besok, jika kau diizinkan untuk bekerja di perusahaan Om, jangan lupa kabari secepatnya, aku akan sangat senang jika kau mendapatkan izin," ucap Anton.

__ADS_1


"Terima kasih, Om!" ucap David.


"Sama-sama,"


"Kalau begitu, David pamit dulu. David akan langsung minta izin sekarang juga. Jika daddy dan mommy tidak melarangnya, maka besok aku akan berangkat dengan Om," ucap David.


"Silakan!" Anton mengulurkan tangannya.


David beranjak, lalu melangkah menuju pintu apartemen. Namun, langkahnya terhenti saat Raya memanggilnya.


"Kak David ... !"


Raya keluar dari kamarnya dan melangkah mendekati pujaan hatinya itu, sedangkan David berbalik setelah mendengar teriakan Raya.


"Kak David mau kemana? Kak David 'kan belum ketemu Raya, kenapa sudah mau pergi aja?" tanya Raya dengan senyum yang mengembang.


Deg


Raya syok mendengar kabar itu, ia tidak pernah menyangka bahwa David rela menyusul Freya. Padahal Raya sangat tahu apa artinya seorang wanita bagi David.


Perasaan khawatir karena takut kehilangan orang yang dicintai kini semakin menjadi, karena sebelumnya David tidak pernah memedulikan seorang wanita.


"Kak David! Apa benar apa yang diucapkan daddy?" tanya Raya menatap David, masih dengan sisa-sisa keterkejutannya. David hanya mengangguk dengan senyum yang masih tak memudar.


"Aku akan berangkat, jika daddy dan mommy mengizinkan," ucap David.


"Kakak ngapain ke Paris?" tanya Raya. Meskipun ia sudah menduganya bahwa Pria itu ingin menyusul kembarannya.


"Aku akan bekerja di perusahaan Cassilas, aku ingin belajar mandiri." David menatap Raya dengan senyum indahnya.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan janji Kakak yang akan mengantarku liburan ke Bali?" tanya Raya. Ia sengaja mengingatkan tentang ucapan David yang akan mengantarnya ke Bali jika sempat.


"Kau tidak perlu khawatir, bukankah Devan juga ikut, aku akan menyuruh dia agar menjaga mu dengan baik," ucap David.


"Nggak seru ah ... Devan terlalu serius, dia jarang bercanda denganku jika bukan untuk ngusilin aku yang lagi digombali Adrian," ucap Raya cemberut.


"Ya sudah, nanti aku bilang ke Devan untuk mengajakmu bercanda," ucap David seraya tersenyum.


"Kak David!" Raya melototkan matanya.


"Aku pulang dulu," ucap David. Pria itu melangkah keluar dari apartemen tersebut dan Raya pun ingin mengikutinya. Namun, Anton menghentikan langkah Raya.


"Raya! Daddy ingin bicara denganmu, Nak!" ucap Anton tersenyum.


Raya menghentikan langkahnya dan membiarkan David pergi dari apartemen tersebut.


Raya kini duduk bersebrangan dengan Anton, gadis itu terlihat tidak bersemangat setelah mengetahui bahwa David akan ikut bersama keluarganya ke Paris. Gadis itu bimbang entah ia harus ikut ke Paris atau masih meneruskan pendidikannya di Indonesia, sedangkan penyemangatnya kini akan jauh.


Raya duduk dengan menundukkan kepalanya. "Apakah kau mencintainya?" tanya Anton dengan tatapan mengintimidasi.


Raya langsung mendongak seraya melototkan matanya. "Tidak!" jawab Raya. Gadis terkejut mendengar pertanyaan Anton.


......💋💋💋💋💋......


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Jangan lupa dukungan untuk Othor 🙈

__ADS_1


__ADS_2