
Jam makan siang David pergi ke restoran tempat ia untuk menemui klien. Saat memasuki ruangan VIP ternyata sudah ada seorang perempuan yang menunggunya. Namun, wajah wanita itu tidak terlihat karena David muncul dari belakang wanita itu.
David melangkah dengan senyum yang mengembang, ia bersemangat saat mengetahui bahwa kliennya seorang perempuan. David mendekat untuk menyapa wanita itu.
"Selamat si ... " ucapan David terpotong dan senyumnya pun memudar seketika saat mengetahui siapa klien yang ingin menemuinya itu, begitu pun sebaliknya. Wanita itu juga sangat terkejut saat mengetahui bahwa David lah yang akan ia temui.
"Da-Da-David!" ucap wanita itu gugup.
David langsung duduk dan menatap wanita itu datar se akan-akan tidak mengenalnya, sedangkan wanita itu menatap David sendu.
Mereka berdua pun membicarakan kerja sama dengan sangat profesional setelah makan siang, bahkan David pun langsung berdiri hendak pergi setelah membicarakan hal pekerjaan.
Namun, tnpa diduga oleh David, wanita itu langsung berdiri dan memeluk David dari belakang ketika David hendak melangkahkan kakinya. "Maafkan aku," ucap wanita itu dengan air mata yang siap meluncur.
David mencoba melepaskan tangan wanita itu. Namun, pelukan wanita itu semakin erat hingga David memilih diam dan mendengarkan apa yang ingin wanita itu bicarakan.
"Lepas!" perintah David.
Wanita itu seakan tuli, ia semakin mengeratkan pelukannya pada David. "Apa maumu?" tanya David datar.
"Aku mau kau kembali padaku!" ucap wanita itu sambil menangis di balik punggung David
"Tidak semudah itu!" ucap David.
"Maafkan aku David! Maafkan aku!" ucap wanita memohon dan air matanya pun sudah tidak dapat dibendung lagi.
__ADS_1
"Apakah maaf bisa mengembalikan semuanya?" tanya David dingin.
"Bisa, asalkan kau menerimaku kembali," ucap wanita itu dengan suara bergetar.
"Tidak semudah itu?" ucap David.
"Kenapa kau pergi tanpa pesan, kau membuatku sangat terluka hingga aku sangat terpuruk dan butuh waktu bertahun-tahun agar aku bisa bangkit kembali." David mendesah.
"Aku kehilangan semangat hingga aku menemukan seseorang yang membuatku bisa mengalihkan rasa sakit hatiku padamu. Namun, ternyata dia tidak sebaik yang ku pikirkan. Dia sama sepertimu yang hanya bisa melukaiku dengan goresan-goresan yang sengaja kalian lakukan," ucap David dengan suara yang tercekat ketika mengingat masa lalunya.
"Maafkan aku David, maafkan aku! Aku mempunyai alasan mengapa aku menghilang tanpa kabar. Aku seperti itu bukan keinginanku tetapi aku terpaksa melakukannya," ucap wanita tersebut.
"Alasan kuat apa yang sampai membuatmu tega meninggalkanku sampai membuatku hampir gila?" tanya David. Wanita itu hanya menangis mendengarkan David. Ia tidak menyangka bahwa kepergiaannya sangat membuat orang yang dicintai terluka.
"Livi, aku dulu sangat mencintaimu. Namun, sekarang keadaannya sudah berbeda. Aku terlanjur sakit hati padamu!" ucap David tercekat.
"Apa pentingnya aku mendengarmu, semuanya sudah terlambat. Sekarang, qku sudah bahagia jadi aku tidak membutuhkanmu lagi!" ucap David datar.
"Meskipun kamu tidak membutuhkanku, tapi aku sangat membutuhkanmu!" ucap Livia.
"Aku tidak perduli. Lepas!" sentak David.
"Aku tidak akan melepaskanmu, sebelum kau mendengarku!" ucap Livia.
"Bukankah dari tadi aku sudah mendengarmu? Lalu apalagi yang bisa ku dengarkan?" tanya David dingin.
__ADS_1
"Aku mohon, kasih aku sedikit waktu untuk menjelaskan semuanya, sebentar ... saja!" ucap Livia memohon sambil menangis pilu.
"Apa pentingnya?"
"Please ... hanya sebentar! Aku janji setelah ini, aku akan mencoba mengikhlaskanmu pergi meskipun aku tidak bisa," ucap Livia.
"Baiklah! Tapi kau jangan pernah muncul dihadapanku lagi!" perintah David.
Livia hanya mengangguk-nanggukkan kepala tanpa suara. Suara gadis itu tercekat karena tangisan yang ia keluarkan.
Livia duduk kembali di posisinya, sedangkan David mencoba menatap mantan kekasihnya tersebut meskipun ia tidak ingin.
"Apa yang ingin kau jelaskan?" tanya David datar.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Hari-hari Othor sepi tanpa menyambut kalian,
selamat membaca dan jangan sungkan kasih tahu Othor jika ada Typo.
Thank you atas dukungan kalian
__ADS_1
Muachhhh 😘