Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Tidak perlu menunggu satu tahun


__ADS_3

Di perjalanan pulang, hanya keheningan yang terjadi di mobil itu, sikap Freya kini kembali datar tanpa ekspresi.


"Maafkan aku," ucap David setelah Freya membuka pintu mobil dan hendak turun begitu sampai di halaman mansionnya.


Freya tidak menjawab ucapan David. Wanita itu tetap beranjak dan menutup pintu mobil tersebut, lalu melangkah meninggalkan David yang masih duduk di kursi mobil tersebut.


David hanya menatap langkah Freya dengan perasaan bersalah karena menyakiti hati wanita itu. "Maafkan aku, Frey!" gumamnya.


____________


Suara gemericik air terdengar dari kamar mandi, menandakan bahwa Freya ada di dalam sana. David melangkah menuju tempat tidur. Lalu duduk di sisi ranjang tersebut.


Setelah beberapa saat, kini Freya keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk seperti biasa. David hanya menatap langkah istrinya tanpa berniat untuk mengajaknya bicara karena ia tahu betul jika Freya sedeng marah maka percuma saja dia mencoba untuk membujuknya.


Pria itu menunggu emosi Freya mereda, ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri tanpa bertegur sapa dengan istrinya tersebut.


Seusai mandi Freya langsung menuju dapur untuk makan malam. Wanita itu makan malam sendiri tanpa menunggu suaminya seperti biasa.


Setelah beberapa saat David datang, lalu melangkah mendekati meja makan. Pria itu duduk di kursinya seraya menatap Freya yang sudah menyelesaikan makan malamnya. Freya beranjak, ia hendak melangkah untuk meninggalkan ruang makan itu. Namun, David memegang pergelangan tangannya hingga membuat gadis itu duduk kembali. Akan tetapi, Freya masih tetap saja bungkam.


"Temani aku makan," ucap David tersenyum menatap Freya lembut.


Freya tidak menjawab ataupun mengambilkan makanan untuk suaminya itu seperti biasa. Selama David makan, Freya hanya duduk dan diam, ia mengalihkan tatapannya dari David.


David yang melihat sikap Freya yang berubah dingin kembali, bahkan jauh lebih dingin dibandingkan sebelumnya membuat hati pria itu sangat terluka. Namun, ia sadar bahwa Freya lebih terluka karena sikapnya yang tidak tegas.


Setelah David menghabiskan makanannya, Freya mengambil piring-piring kotor yang ada di meja makan itu. Ia tidak menatap David sedikit pun, bahkan ia sama sekali tidak berniat untuk menyapanya.


Freya yang masih sibuk mengambil piring-piring kotor itu, ia menghentikan gerakannya setelah tangannya digenggam oleh David. "Biar pembantu yang membereskan meja makan ini," ucap David dengan suara lembut.


Freya langsung menghentikan kegiatannya dan mengikuti kemauan David. Namun, wanita itu masih enggan untuk menatap suaminya.


David terus menggenggam tangan Freya. Iya menarik tangan wanita tersebut untuk mengikuti langkahnya.

__ADS_1


Freya tidak berkomentar apapun, ia hanya diam bagaikan patung. David pun menuntun tangan Freya mengajak wanita ke suatu tempat.


Kini David mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia berharap Freya akan membuka suaranya karena takut. Namun, Freya terlihat santai bahkan tidak terpancar wajah ketakutan sama sekali hingga David memelankan mobilnya kembali dan mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang.


Setelah sampai di suatu tempat. David mengajak Freya untuk menaiki lift menuju lantai tertinggi dan terbuka.


Begitu sampai di tempat itu, Freya merasa takjub akan keindahan tempat itu. Namun, wanita itu masih berwajah datar menyembunyikan ketakjubannya. Ia, tidak ingin lebih dalam mencintai suaminya tersebut.


Freya tetap berwajah datar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Di tempat itu ada meja dan dua kursi, dan ada sebuket bunga yang David sengaja siapkan untuk meminta maaf pada Freya.


Akan tetapi Freya melewati meja itu ia memilih berdiri di pagar lantai itu dan melihat keindahan kota dari ketinggian gedung tersebut.


Freya sangat senang melihat lampu kelap kelip dan juga kendaraan yang terus berjalan silih berganti. Ia melihat bumi seakan di taburi bintang.


"Frey!" Panggil David dari arah belakang. Pria itu mengambil sebuket bunga tersebut untuk memberikannya pada Freya.



"I love you My Wife," ucap David seraya menyerahkan buket bunga tersebut.


Tulisan seperti yang David ucapkan terus meledak kembali di tempat itu. Namun, Freya bukan senang. Dia malah semakin dingin dan terlihat sangat membenci pria itu.


"Frey ... !" panggil David lembut dengan wajah sendu. "Maafkan aku!"


"Please ... ! Jangan bungkam seperti ini, katakanlah sesuatu agar aku tahu apa yang kau rasa dan apa yang kau inginkan," ucap David.


"Freya ... ! Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," ucap David lagi. Pria itu menatap Freya sendu karena tidak mendapat jawaban dari wanita tersebut.


..."Cinta bukan hanya ungkapan, tapi Cinta adalah kejujuran....


...Cinta tidak akan tega melukai, tapi cinta akan berusaha melengkapi dan mengasihi....


...Cinta tidak akan mengkhianati tapi cinta akan selalu menjaga hati agar tidak tersakiti....

__ADS_1


...Cinta bukan cuma janji tapi cinta juga butuh bukti....


...Cinta akan abadi jika kita merasa sempurna karena kekurangan bukan karena kelebihan....


"Akan tetapi semua itu sepertinya tidak ada padamu, aku tidak melihat sebuah cinta, aku hanya mendengarkan sebuah ungkapan yang entah benar atau tidak," ucap Freya dengan wajah datarnya.


Deg


David terkejut mendengar ucapan Freya, karena pria itu merasa tertampar dengan kata-kata yang wanita itu lontarkan.


Freya tidak mengambil bunga dari David. Ia langsung melangkah pergi untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, tanpa di duga oleh Freya, David langsung memeluk wanita itu dari belakang tanpa suara.


"Jika memang kau tidak bahagia denganku dan ingin kembali padanya, aku ikhlas sebelum hatiku jatuh terlalu dalam. Kau tidak perlu mengungkapkan isi hatimu yang palsu. Besok kita urus perceraian kita, kita tidak perlu nunggu satu tahun, carilah kebahagiaanmu dan kembalilah padanya!" ucap Freya dingin.


Jedduarrr ...


Seketika tenggorokan David tercekat. Ia tidak mampu mengeluarkan suara lagi, hanya cairan bening yang mulai menetes dari pelupuk matanya. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada Freya, menyalurkan rasa sedihnya di balik punggung wanita itu. Ia sadar bahwa ia sangat mencintai istrinya dan tidak sanggup untuk kehilangan wanita tersebut.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Jangan pernah bosan untuk mendukung Othor meskipun alur ceritanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan kalian 😂🙈


Love you All


Klik like dan ketik komen untuk membuat hati Othor senang


Thank you so much


Muachhhh 😘

__ADS_1


__ADS_2