Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Dilema


__ADS_3

"Frey, tunggu!" panggil Raya mengejar saudara kembarnya.


Freya yang mendengar panggilan Raya tetap tidak mengehentikan langkahnya karena ia tahu betul bahwa kembarannya itu akan terus mengikutinya.


Freya langsung pergi ke arah dapur lalu mengambil minuman di lemari es. Gadis itu duduk di meja makan sambil menunggu Raya yang memanggilnya.


Raya ngos-ngosan karena ia mengejar Freya dengan cara berlari. Gadis itu duduk di samping Freya dan meminum minuman yang di ambil saudara kembarnya tersebut.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Freya seraya menatap kembarannya datar.



Aku cuma ingin ngobrol denganmu, apa itu salah?" tanya Raya kembali.


"Aku pikir kau mau menanyakan David kenapa dia bisa masuk bersamaan denganku malam ini?" ucap Freya datar.


"Kamu bisa nggak sih, kalau bicara itu senyum! Jangan pake wajah triplekmu itu, menyeramkan tahu!" ucap Raya kesal.


"Emang ada yang lucu, hingga aku harus pake senyuman?" tanya Freya dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Kau itu ya, Frey! Sangat ... menyebalkan." Freya memanyunkan bibirnya.


"Sudah ah, capek aku ngomong sama kamu mending aku ke kamar aja," ucap Raya.



Raya beranjak lalu melangkah meninggalkan Freya yang masih duduk di meja makan tersebut.


"Yakin nggak mau menanyakan David?" tanya Freya menggoda saudara kembarnya.


"Enggak!" jawab Raya tanpa menoleh.


Freya hanya menatap kepergian saudara kembarnya, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Raya.


Sementara di dalam mobil, David mengumpat karena ia tidak berhasil berbicara dengan Freya karena ada Raya juga di sana.

__ADS_1


"Sial!" umpat David.


"Kenapa aku malah pergi? Seharusnya aku tadi tetap mengejar Freya, dan bicara baik-baik sama Raya supaya dia nggak mengganggu kita, dia pasti mengerti, tapi kenapa aku malah kabur." David menyesali keputusannya.


*********


Ke esokan harinya.


David sudah rapi dengan kaos putih dan jas hitam yang terlihat sangat pas ditubuhnya, membuat pria itu terlihat berwibawa tak lupa pula jam tangan yang melingkar di pergelangannya.



David bercermin, tetapi ia masih belum puas dengan tampilannya, hingga ia mengganti kaos oblong yang sudah menempel ditubuhnya. Setelah semuanya terlihat sempurna, David keluar dari apartemen dan mengendarai mobilnya menuju kantor Cassilas untuk bekerja sesuai permintaannya pada Anton.


Sesampainya di Kantor Cassilas, David langsung memarkirkan mobilnya dan melangkah dengan gayanya yang sok tampan.


Para wanita yang kebetulan lewat di dekat David dibuat terpana akan ketampanan pria itu. David pun mengedipkan sebelah matanya saat wanita-wanita di parkiran itu menatap dirinya penuh damba.


David melangkah hendak memasuki gedung itu. Namun, langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang turun dari mobil mewah yang baru saja sampai.


"Freya," gumam David.



Freya yang tidak ada jadwal kuliah, ia memutuskan untuk ikut daddynya ke kantor hanya sekedar untuk melihat-lihat kantor tersebut. Freya merasa rindu dengan kantor itu karena ia berbulan-bulan tidak pernah main ke kantor tersebut karena sibuk magang di rumah sakit.


Anton keluar dari mobil lalu melangkah untuk memasuki gedung kantor itu, sedangkan Freya terpaku setelah melihat orang yang sedang menatapnya dari jauh. Ia kenal betul siapa pria tersebut.


"Dad ... !" panggil Freya.


Seketika Anton menghentikan langkahnya lalu berbalik dan menatap putrinya yang masih berdiri di samping mobilnya. "Iya, ada apa sayang?" tanya Anton.


"Freya pulang aja, Freya lupa kalau Freya masih ada tugas kuliah yang belum terselesaikan," ucap Freya.


__ADS_1


"Lho, bukankah tadi kamu bilang kalau kamu hari ini tidak ada kegiatan?" tanya Anton.


"Aku mau ke rumah sakit, untuk menyelesaikan tugas-tugasku, hari ini aku ada janji dengan Dokter Evan!" ucap Freya datar.


"Baiklah, jika begitu?" Sebaiknya kamu di antar supir kantor. Nanti pulangnya aku akan menyuruh supir mansion untuk menjemputmu! Daddy mau pake mobilnya jam makan siang, daddy ada rapat di luar kantor," ucap Anton.


"Biar aku yang mengantarnya Om!" ucap David tiba-tiba.


"Tidak perlu, aku bersama supir kantor saja!" ucap Freya datar.


"Kau akan lebih aman bersamaku, lagi pula aku juga sudah lama tidak berkunjung ke rumah sakit Om Anton," ucap David.


Anton dilema haruskah ia membiarkan David mendekati Freya, sedangkan ia tahu bahwa Raya sangat menyukai pria itu. Namun, ia merasa tidak adil jika ia harus melarang David untuk menjauhi Freya padahal ia tahu tujuan David ke Paris adalah demi putri yang satunya lagi. "Silakan!" ucap Anton pasrah.


"Tapi Dad!" ucapan Freya terhenti.


"Pergilah dengannya!" perintah Anton tersenyum.


Akhirnya mau tidak mau Freya menerima tawaran David, ia mengikuti David dari belakang, sedangkan Anton langsung melanjutkan langkahnya untuk memasuki gedung tersebut.


...πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang πŸ₯°


Maaf kebanyakan Visual, soalnya Othor lagi terbayang-bayang sama mereka πŸ˜‚


Jangan lupa tinggalkan jejaknya


Like, komen dan Vote seikhlasnya


Thank you 😍


Sejauh ini komen masih aman dari hujatan ya? πŸ˜‚ karena Othor tahu, yang baca karya Othor yang ini adalah Readers bijak yang menyayangi Othor tanpa pamrih.

__ADS_1


(Cieee Othor kepedean banget ya πŸ˜‚)


lope-lope sekebon untuk kalian 😍Muachhhhh... 😘


__ADS_2