Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Menunggu


__ADS_3

Malam harinya.


Kini Freya sudah menyiapkan makan malam untuk suaminya tersebut, Freya menunggu David di sofa ruang keluarga. Namun, pria itu tak kunjung datang.


Sementara di tempat lain, David sedang berada di klub malam untuk bersenang-senang, pria itu dilema hingga ia memilih untuk menyegarkan pikirannya dengan cara mabuk-mabukan.



Pria itu langsung pulang setelah merasa pikirannya sedikit tenang. Dalam perjalanan pulang David memikirkan antara Freya dan Livia yang mana yang harus ia pertahankan.


Entah kenapa ada perasaan tak tega untuk menyakiti Freya meskipun ia tidak mencintainya. Namun, ia ingin bersama dengan orang yang ia cintai.


"Arggghhhh ... " teriak David.


"Kenapa semuanya jadi begini," kesalnya sambil memukul kemudi mobil.


Jam 11 malam pria itu baru sampai di mansion, ia melangkah untuk menuju kamar, setelah sampai di ruang tamu ia melihat Freya tidur dengan posisi duduk seraya menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dan Televisi pun masih menyala.


"Freya!" gumam David. Pria itu melangkah mendekati istrinya, lalu berdiri di hadapan Freya hendak membangunkan gadis itu. Namun, sebelum David membangunkan istrinya, gadis itu mengerjap-ngerjapkan mata mendengar suara langkah kaki David. "Kau sudah pulang?" tanya Freya datar. Lalu wanita itu melirik jam dinding yang menggantung di ruangan tersebut.


"Jam 11 malam, apakah kau sudah makan malam?" tanya Freya masih dengan wajah mengantuk.


"Sudah, tadi aku makan di kantor!" ucap David.


"Maaf tadi aku lembur tanpa mengirim pesan," ucap David tersenyum.


"Kau tidak perlu berbohong, aku tau kau tadi ke klub malam bukan lembur, aku juga tidak akan melarangmu karena aku tidak punya hak," jawab Freya.


Deg


"Maaf!" ucap David. Pria itu merasa bersalah, ia tahu Freya menebak seperti itu karena pasti aroma alkohol masih tercium dari mulutnya.


"Apakah kau sudah makan malam?" David mengembalikan pertanyaan.

__ADS_1


"Sudah! Aku di sini tadi nggak sengaja ketiduran saat nonton!" ucap Freya berbohong. Ia tidak mau David sampai tau bahwa gadis itu sedang menunggunya.


"Ya sudah, aku tidur duluan!" ucap gadis itu, lalu melangkah ke kamarnya meninggalkan David yang masih berdiri di ruang tamu, sedangkan David menuju dapur untuk mengambil minuman setelah kepergian Freya.


Saat sampai di dapur, pria itu tidak sengaja melihat meja makan yang tersedia berbagai macam menu masakan, ia melihat piring-piring di sana masih bersih tidak ada tanda-tanda orang makan di sana, dan kebetulan ada ART lewat hingga David menanyakan tentang makanan tersebut.


"Bik, makanan ini untuk siapa? Kenapa sepertinya masih tidak tersentuh?" tanyanya.


"Maaf Tuan, itu Nona Freya yang masak, katanya Nona ingin makan malam dengan Anda!" jawab ART tersebut dengan wajah menunduk.


Deg.


Perasaan bersalah semakin menelusup ke relung hatinya. Ia tidak menyangka bahwa Freya mau bela-belain masak untuknya dan makan malam bersama. Namun, apa yang ia lakukan? Ia malah pulang telat dan membiarkan Freya menunggu sampai ketiduran. "Jadi Freya belum makan?" tanyanya lagi.


"Belum, Tuan!" jawab Art tersebut.


David yang merasa bersalah, akhirnya membuka jas dan menggulung kemejanya sebatas lengan. Pria itu menghangatkan makanan yang sudah dingin.


"Tidak, Bibik istirahat saja!" ucap David tersenyum.


"Terima kasih, Tuan! Kalau begitu, aku pamit dulu!" ucap ART seraya membungkukkan badan.


David pun mengangguk, lalu melanjutkan kegiatannya. Setelah beberapa saat, ia mengambil nasi dan beberapa masakan lainnya di bawanya ke kamar dengan menggunakan nampan.


Freya yang menyadari ke datangan David, ia langsung pura-pura tidur untuk meredam emosinya karena terlalu lama menunggu pria itu.


David mendekati tempat tidur, lalu meletakkan makanan di nakas. Ia duduk di sisi ranjang dan ia pun tersenyum ketika melihat Freya memejamkan mata. "Aku tau kau saat ini sedang pura-pura," ucap David.


"Aku tidak suka pura-pura, aku memejamkan mata karena ingin tidur kembali," jawab Freya dengan suara dingin.


"Maafkan aku!" ucap David. Pria itu memegang pinggang Freya yang sedang tidur membelakangi.


"Untuk apa kau minta maaf? Kau tidak melakukan kesalahan, dan tangan, tolong dikondisikan!" ucap Freya masih tetap diposisinya.

__ADS_1


David langsung melepaskan pinggang Freya, dan mengambil makanan yang dibawanya tadi. "Bangunlah, kau makan dulu!" ucap David.


"Aku masih kenyang," jawab Freya masih dengan nada dingin.


"Satu sendok saja!" bujuk David.


Freya yang tidak tega mendengar suara David yang memelas, akhirnya bangun dan duduk selonjoran di tempat tidur tersebut.


David tersenyum, lalu menyodorkan satu sendok makanan ke arah mulut Freya. "Sini aku makan sendiri!" ucap Freya datar lalu duduk bersila.


"Makan dari tangan orang lain akan terasa lebih nikmat," ucap David tersenyum.


Akhirnya Freya menerima suapan dari David dan mengunyahnya perlahan. David pun tersenyum setelah ia berhasil membujuk istrinya untuk disuapi.


Freya merasa tersentuh dengan perlakuan David yang begitu manis, entah perasaan apa yang ia rasakan, ia merasa tenang saat bersama pria itu.


Freya masih menatap David datar. Namun, gadis itu mengambil alih sendok yang di pegang David dan ia pun juga menyuapi suaminya.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Semoga part ini membuat emosi kalian mereda ya! 😂


Jangan pernah bosen untuk mendukung Othor, Othor selalu nunggu dukungan kalian. Love you ❤️😘


Semoga puasa kalian lancar bagi yang menjalankan 🙏


Aminnnn 🤲


Thank you 😘

__ADS_1


__ADS_2