
"Jika Seandainya Raya ingin memiliki Kak David, apakah Kak David akan menerimanya," tanya Freya dengan gaya bicara Raya.
"Tidak! Karena bagiku Raya tetap adikku sedangkan Freya adalah kekasihku," ucap David menatap Freya penuh arti.
Deg
Freya terpaku menatap tatapan David. Gadis itu tidak mengalihkan tatapannya dari pria tersebut, meskipun David sudah fokus menatap jalanan dengan senyum manisnya.
"Ehem ... "
Seketika Freya tersadar dari lamunannya setelah mendengar deheman adik kembarnya. Gadis itu terlihat salah tingkah setelah Raya memergokinya sedang menatap David.
"Kau kenapa, Frey? Apa kau butuh minum?" tanya David melihat Raya dari spion mobil yang menggantung di dalam mobil tersebut.
"Enggak apa-apa!" jawab Raya datar.
"Baguslah kalau tidak apa-apa," ucap David. Pria itu fokus mengemudi sedangkan Freya menatap jalanan dari jendela mobil.
Setelah itu, keheningan terjadi kembali di dalam mobil itu, Raya ingin sekali mengeluarkan suaranya. Namun, ia tidak bisa karena posisinya sekarang adalah menjadi Freya yang cuek, hingga akhirnya mereka kini sampai di kampus. David ingin membukakan pintu mobil kembali untuk Freya. Namun, Freya sudah terlebih dahulu membukanya.
"Aku masuk duluan!" ucap Raya menahan kekesalan. "Sumpah demi apa, aku tersiksa benget kayak gini," batin Raya.
"Hay, Frey!" sapa seseorang pada Raya yang berpapasan dengan gadis itu.
"Hay juga!" ucap Raya.
Raya melanjutkan langkahnya tanpa menoleh sedikitpun pada David dan Freya.
"Aku jemput kamu Nanti," ucap David tersenyum.
"Tidak perlu!" ucap Freya salah tingkah. Gadis itu langsung lari menyusul saudara kembarnya membuat David menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalian pikir aku bisa dibodohi, Freya tetaplah Freya. Tapi aku akui acting Raya sangat bagus. Jika saja aku tidak mengenal karakter keduanya, mungkin saja aku juga tertipu." David tersenyum sinis.
Pria itu memasuki mobilnya kembali lalu meninggalkan halaman kampus.
"Ray tunggu!" Freya mengejar saudara kembarnya.
"Kau menyebalkan ucap Raya!" ucap Raya.
"Lho bukankah ini kemauanmu?" tanya Raya mengerutkan alis.
"Tapi seharusnya kamu jaga jarak sama Kak David!" ucap Raya memanyunkan bibirnya. "Memangnya kau jaga jarak dengan cassanova sialan itu?" tanya Freya.
"Ya enggaklah! Masa aku jaga jarak dengan orang yang kucintai," ucap Raya.
"Lalu kenapa aku mesti jaga jarak jika kita tukar posisi, yang ada entar dia curiga," ucap Freya datar.
"Iya juga ya." Raya tersenyum cengengesan.
"Freya tunggu!"
Brukkk
Tubuh Raya tiba-tiba terpental saat seseorang tidak sengaja menabrak tubuhnya. Ia beruntung karena pria itu segera menangkap tubuh gadis itu hingga mereka saling tatap dengan jarak yang begitu dekat.
Seketika Raya terkejut saat melihat siapa yang menabraknya tersebut. Tatapan mereka bertemu membuat detak jantung keduanya berpacu secara tidak normal. "Adrian," gumam Raya.
Pria tersebut melepaskan Raya dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun pada gadis itu.
"Dia Adrian 'kan? Tapi kenapa dia tidak mengenalku?" gumamnya.
"Ah ... tidak! Mungkin hanya mirip saja. Adrian di Indonesia, tidak mungkin dia ada di sini dan tidak mengenaliku." Raya melanjutkan langkahnya, mengabaikan pria yang menabraknya tadi.
__ADS_1
"Freya ... ! Kau jahat sekali meninggalkanku tadi," ucap Raya setelah sampai di kelasnya.
"Belajarlah dengan baik, supaya kau bisa menjadi Dokter yang hebat seperti daddy." Freya membaca berkas-berkas yang ia bawa dari rumahnya.
"Kamu nggak bosen apa baca-baca gitu, aku pusing kalau baca tulisan," ucap Raya.
"Frey, kenapa kamu enak sih, jadi orang tanpa senyum! Aku tersiksa banget tahu nggak Frey jadi kamu!" ucap Raya.
Freya masih fokus membaca berkas-berkas itu membuat Raya semakin emosi. "Freya, kau sungguh menyebalkan, kau pikir aku ini radio, menyala tanpa di tanggepi!" Raya mengeratkan giginya.
"Aku tidak menganggapmu radio, tapi menganggapmu angin," ucap Freya tanpa mengalihkan tatapannya.
"Plok."
Raya melempar kertas pada kepala Freya yang ia remek-remek karena kesal terhadap saudara kembarnya itu, ia menghadap ke papan tulis agar tidak melihat wajah menyebalkan saudaranya tersebut.
Sementara Freya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kekesalan saudara kembarnya.
...💋💋💋💋💋...
...TBac...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
jumpa lagi dengan Othor Bar bar 🤭
Jangan lupa jejaknya ya Sayang 😉
Like, komen dan Vote seikhlasnya ❤️
Jika ada komen yang belum dibaleas mungkin terselip 🥰
__ADS_1
Thank you 😍😘