Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Mantan kekasih


__ADS_3

David sudah menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Pria itu pulang jam lima sore, ia sempat ingin pergi ke mansion Cassilas. Namun, ia urungkan karena ia tidak yakin kalau dua gadis kembar itu masih tetap dengan posisinya.


"Mending aku ke Club malam saja, aku males jika Raya kembali ke posisinya." David melajukan mobilnya ke apartemen. Namun, di tengah jalan pria itu tidak sengaja melihat mobil Freya hingga pria itu memilih untuk mengikuti gadis itu.


"Dia mau kemana?" gumam David. Pria itu terus mengikuti Freya hingga akhirnya mobil gadis itu berhenti di sebuah hotel.


"Hotel?" gumam David. "Ngapain dia ke sini?"


David memerhatikan Freya dari jarak yang tidak begitu dekat agar gadis itu tidak mengetahui bahwa ia sedang mengikutinya.


Freya turun dari mobil, lalu melangkah masuk ke dalam hotel tersebut, David pun menyusulnya karena penasaran.


Freya memasuki sebuah kamar di hotel itu, sedangkan David bersembunyi di balik tembok, lalu terdengar suara pintu kamar ditutup dengan keras yang membuat David merasa ada yang mengganjal yang terjadi di kamar itu.


Setelah beberapa saat, David mendekati kamar tersebut karena merasa ada yang tidak beres. Namun, pria itu tidak dapat mendengar apapun karena di hotel tersebut kedap suara, sedangkan di dalam kamar Freya mengerutkan kening karena Evan mengunci pintu kamar hotel begitu Freya masuk.


Freya merasa ada yang aneh, karena di kamar itu hanya ada dirinya dan Evan. Padahal ia mendapat telepon kalau ada meeting di tempat itu dengan beberapa klien.


"Kenapa kau menguncinya?" tanya Freya bingung.


"Aku ingin memilikimu, Frey!" ucap Evan tanpa basa basi.


"Maksudnya?" tanya Freya bingung.


"Aku akan membuatmu menjadi milikku seutuhnya malam ini," ucap Evan tersenyum miring.


Evan mendekat. Namun, Freya mundur wanita itu merasa ada yang aneh dengan senyum mantan kekasihnya tersebut. "Kau mau ngapain?" tanya Freya dengan wajah yang mulai ketakutan.

__ADS_1


"Jangan macam-macam!" ucap Freya sambil menuding Evan dengan jari telunjuknya.


"Jika aku tidak bisa memilikimu dengan baik-baik, maka aku akan memilikimu dengan secara paksa," ucap Evan menyeringai.


"Kau tidak bisa melakukannya!" ucap Freya.


"Kita buktikan!" ucap Evan.


Evan terus mendekat perlahan dengan tawa yang menyeramkan. Pria itu langsung mengunci tangan Freya dan mengikat wanita tersebut menggunakan tali yang sudah ia sediakan. Freya mencoba memberontak. Namun, tenaganya kalah jauh sama Evan.


Evan semakin tertawa kencang saat melihat Freya ketakutan. "Kau jangan khawatir sayang, aku tidak mau ngapa-ngapain," ucap Evan.


"Aku cuma tidak mau kehilanganmu!" Evan langsung mendorong tubuh Freya ke tempat tidur hingga gadis itu jatuh tersungkur dengan tangan yang diikat kebelakang.


Evan memegang kepala Freya lalu mengambil sesuatu dari saku celananya. Pria itu memaksa Freya untuk membuka mulutnya dan menyuapi gadis itu dengan obat yang ia ambil.


Evan semakin tertawa kencang saat mendengar umpatan Freya. "Jika saja kau menerima cintaku dengan baik maka aku tidak akan nekat seperti ini, Freya! Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku tersiksa Frey, aku tersiksa!" sentak Evan.


"Apakah ini yang namanya cinta?" tanya Freya.


"Cinta tidak akan menyakiti orang yang ia cintai, kalau begini bukan cinta tapi kegilaan," ucap Freya dengan wajah yang berapi-api.


"Iya aku gila Frey! Aku gila karena kehilangan kamu!" teriak Evan.


"Sudah berbagai cara aku lakukan untuk mendapatkanmu kembali. Namun, nyatanya apa? Kau tidak pernah memberikanku kesempatan," sentak Evan.


"Apakah dengan begini kau bisa memilikiku, bahkan rasa cintaku hilang seketika dan berganti dengan rasa jijik melihat orang sepertimu," ucap Freya menatap Evan penuh amarah.

__ADS_1


"Diam!" ucap Evan. Pria itu menutup mulut Freya dan mengikat kakinya juga. Seketika air mata Freya mengalir dengan derasnya, ia sudah tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya.


"Jangan menangis sayang!" ucap Evan. Pria itu menghapus air mata Freya lalu mengecup kening gadis itu.


Freya tidak bisa memberontak apalagi bersuara, ia hanya dapat menjerit dalam hatinya.


"Maafkan aku!" ucap Evan.


Pria itu mulai membuka gaun yang di pakai gadis itu, sedangkan Freya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan air mata yang tidak hentinya mengalir deras.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku Sayang 🥰


Nanti malam insya Allah update kembali jika lolos Review 🤭


Othor tidak bisa update banyak karena TC juga belum tamat 😂🙈


Tunggu kisah mereka ya sayang 😍


Jangan lupa jejaknya


Like, komen and Vote seikhlasnya 🥰


Muachhh 😘

__ADS_1


__ADS_2