Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Aku sadar dengan posisiku


__ADS_3

Saat Freya sampai di parkiran, ia tidak sengaja berpapasan dengan Leo sekretaris Daddynya.


"Nona Freya," ucap Leo tersenyum seraya membungkukkan badannya.


Freya hanya mengangguk dan tersenyum tipis, wanita itu memasuki mobil. Lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Kenapa mesti begini? Seharusnya aku sadar dengan posisiku bahwa aku hanyalah istri di atas kertas." Air mata Freya kini menerobos tanpa bisa dihentikan. Namun, wanita itu langsung menghapusnya.


"Tidak! Aku tidak boleh menangisinya, aku harus segera membentengi hatiku, agar aku tidak jatuh terlalu dalam ke dalam lautan cintanya." Freya Memegang erat kemudi mobil dan melajukan mobil tersebut di atas rata-rata. Namun, saat di tengah perjalanan, ia melihat kecelakaan sepeda motor yang membuatnya memelankan mobil dan berhenti di dekat motor tersebut.


Freya turun, ia menghampiri kerumunan orang-orang yang sedang mencoba membantu pria tersebut. "Ada apa pak?" tanya Freya pada salah satu orang yang berkerumun itu.


"Ini Nona, ada seorang pemuda kecelakaan. Tapi, kami tidak mengetahui identitasnya," ucap orang tersebut.


"Kalau begitu bawalah ke mobilku Pak, kebetulan daddy saya punya rumah sakit," ucap Freya dengan wajah datar.


"Baik, Nona!" ucap Orang tersebut. Setelah itu orang-orang yang ada di sana membantu orang kecelakaan untuk membawanya ke mobil Freya.


Freya segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit, setelah warga membantu pria itu untuk membaringkannya di mobil.


Setelah sampai di sana, Freya langsung memanggil petugas rumah sakit dan membawanya ke UGD.

__ADS_1


Setelah pria itu ditangani, ia dibawa ke ruang rawat rumah sakit atas permintaan Freya. Freya mengecek keadaan nya. Lalu, gadis tersebut hendak pergi untuk keluar dari ruangan itu. Namun, pergelangan tangannya dipegang oleh pria yang ditolongnya itu hingga Freya menghentikan langkah seketika.


"Jangan tinggalkan aku Cindy!" ucap pria itu seraya memejamkan matanya. Freya menoleh, ia mencoba melepaskan genggaman tangan pria tersebut. Namun, hasilnya nihil. Pria itu semakin erat menggenggamnya hingga Freya memilih diam dan duduk di kursi samping ranjang pasien.


Freya menatap pria itu, entah kenapa? Ia merasa tak tega melihat pria tersebut, meskipun ia tidak tahu masalah apa yang terjadi pada pria itu hingga membuatnya kecelakaan.


___________


"Tuan, apakah Nona Freya datang ke sini untuk mengecek data perusahaan?" tanya Leo karena tidak biasanya Freya datang ke perusahaan itu selain untuk mengecek perkembangan perusahaan tersebut. Kini Leo dan David duduk berseberangan di ruang kerja David.


"Freya?" tanya David mengerutkan kening.


"Iya, Nona Freya. Tadi saya berpapasan dengannya di parkiran,Tuan!" ucap Leo.


"Bukankah Nona Freya makan siang dengan Anda, Tuan? Saya lihat nona membawa rantang makanan tadi," ucap Leo mengerutkan kening.


"Apa jangan-jangan ... " gumam David.


"Jangan-jangan apa, Tuan?" tanya Leo.


"Kapan Om Leo berpapasan dengan istriku?" tanya David lagi. Ia khawatir bahwa istrinya tersebut mengetahui bahwa Livia menemui David dan mengajaknya untuk menjadikan yang ke dua.

__ADS_1


"Sekitar satu jam yang lalu, Tuan!" jawab Leo.


Deg


Seketika tubuh David kehilangan tenaga. Ia dapat menebak mengapa istrinya tidak jadi untuk mengajaknya makan siang dan lebih memilih membawa makanan yang dibawanya kembali.


"Anda kenapa, Tuan?" tanya Leo saat melihat wajah David memucat.


"Aku tidak apa-apa, aku cuma butuh waktu sendiri Om!" ucap David tersenyum kaku.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Ada yang masih betah nggak ya?


Semoga betah, maafin Othor yang suka membuat kalian kesal.


Thank you atas dukungan kalian ❤️

__ADS_1


Tanpa kalian Othor galauuuuuuu ...


__ADS_2