
"Maafkan aku Ray! Aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu," ucap Freya dengan wajah memohon.
Raya yang melihat saudara kembarnya dengan wajah sedih membuatnya tidak tega, lalu Raya memeluk Freya dengan diiringi tangisan yang pecah. "Aku tidak bisa melihatmu bersedih, berbahagialah dengan Kak David, cobalah untuk mengenalnya. Dia orang yang baik."
"Aku tidak bisa melihatmu bersedih Ray, tapi sekarang aku tidak berdaya. Aku terjebak dengan masalah yang tidak tau jalan keluarnya dimana." Freya juga menangis terisak dalam pelukan saudaranya.
"Aku akan melupakan Kak David untukmu, dan aku akan mencoba membuka hatiku untuk orang lain," ucap Raya dengan suara berat.
"Kau harus janji padaku untuk mencintai Kak David, buanglah pikiran kotormu padanya, sebentar lagi dia akan menjadi suamimu. Jangan jadikan pernikahan itu sebagai mainan, menikahlah satu kali dalam seumur hidup!" ucap Raya.
Freya hanya menganggukkan kepala dengan air mata yang masih mengalir deras.
"Sekarang aku tidak merasa sendiri lagi, aku tau kau yang paling tersakiti saat ini, tapi aku tidak berdaya untuk menolaknya."
"Terima kasih kau telah mengikhlaskan dia untukku, semoga kau menemukan jodoh yang lebih baik dari David, percuma aku lari dari takdir, jika dia jodohku pasti akan ada jalan untuk bersatu meskipun sekuat tenaga aku menolaknya," ucap Freya.
"Sudah cukup kau mengalah untukku selama ini, sekarang mungkin giliranku mengalah untukmu," ucap Raya.
"Kau benar, sekuat tenaga selama ini aku mencoba untuk mendekati Kak David. Namun, pada kenyataannya dia tak kunjung tertarik padaku. Namun, ia langsung menerima perjodohan itu begitu melihatmu Padahal wajah kita sama," ucap Raya.
"Terima kasih, Ray! Terima kasih! Maafkan aku yang egois," ucap Freya dengan air mata yang membanjiri wajahnya. Raya hanya menganggukkan kepala dengan tangisan yang terisak-isak.
Setelah beberapa saat mereka menangis haru, kini pintu kamar Freya terbuka tampaklah Dinda menghapus air matanya dan melangkah mendekati dua gadis kembar itu. Dinda langsung memeluk kedua putrinya dengan tangis yang sudah tidak bisa ditahan.
"Aku bangga punya putri seperti kalian," ucap Dinda dengan air mata yang terus mengalir.
__ADS_1
"Berbahagialah kalian apapun yang terjadi, kalian jangan pernah saling menyakiti dan saling membenci karena mommy tidak akan sanggup melihat kalian seperti itu," ucap Dinda.
Kedua gadis kembar itu mengangguk sambil memeluk mommynya. "Apakah mommy sudah memaafkan Freya?" tanya Freya.
Anton kebetulan lewat di depan kamar Freya dan ia tidak sengaja mendengar keluarganya menangis bersama, ia melangkah mendekati kamar Freya dan berdiri di depan pintu itu untuk memastikan apa yang terjadi. Ia hanya mendengarkan pembicaraan ketiganya dari pintu yang terbuka sedikit.
"Mommy sudah mendengar semuanya dari Raya, bahwa kamu hanya dijebak oleh Evan," ucap Dinda.
Freya menoleh menatap saudara kembarnya tersebut. "Darimana kau tahu?" tanya Freya dengan wajah bingung.
"Karena aku mencari bukti kebenarannya," ucap Raya.
"Mungkin Kak David, sudah memastikan ini yang akan terjadi hingga ia sengaja merekam apa yang kalian lakukan di kamar hotel itu," ucap Raya.
"Kau tenang saja, Kak David memburamkan video Kalian hingga aku tidak melihat jelas apa yang terjadi. Dia sengaja mengedit video itu supaya aku tidak bisa melihat tubuh polos kalian."
Semburat merah terpancar dari wajah Freya, gadis itu begitu malu saat mengingat kejadian itu. "Apakah kau sudah percaya bahwa aku masih gadis?" tanya Freya.
"Iya aku percaya, karena Kak David sama sekali tidak menyentuh celananya, ia tetap memakainya hingga ia pergi ke kamar mandi." Raya menatap kembarannya dengan cemberut.
"Apa yang kau lihat di Video itu?" tanya Freya, sedangkan Dinda hanya diam mendengarkan obrolan kedua putrinya."
"Aku tidak melihat apapun, kecuali kau yang terus menggoda Kak David meskipun dia ingin pergi," ucap Raya.
"Sekali lagi maafin aku ya, Ray!" ucap Freya.
__ADS_1
"Aku sudah ikhlasin Kok, kau tidak perlu minta maaf, mungkin jodoh Kak David memang kamu bukan aku, percuma aku terus mengejarnya pasti dia akan semakin menjauh karena dia memang tidak ditakdirkan untukku tapi untukmu!" ucap Raya tersenyum lembut.
Kedua gadis kembar itu saling mengusap air matanya dengan Dinda yang masih berada di tengah-tengah gadis kembar itu.
"Kalian nggak ingin memeluk daddy?" tanya Anton dengan senyum yang mengembang. Pria paruh baya itu tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Daddy ... " gumam Freya. Gadis itu masih duduk dan menunduk karena ia takut daddynya masih salah faham.
Berbeda dengan Freya, Raya langsung berdiri dan menghambur memeluk daddynya. "Apakah kau tidak mau memeluk daddy?" tanya Anton menatap Freya.
Freya menggeleng cepat. " Bukan begitu, Dad! Aku hanya merasa tidak pantas memeluk daddy karena Freya hanya gadis kotor," ucap Freya.
...❤️❤️❤️❤️❤️....
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Sudah siang ya?
Othor kembali untuk menyapa kalian 🙈
Jangan lupa jejaknya ya Sayang 😉
Thank you Muachhh 😘
__ADS_1