Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Sabar menunggu cinta


__ADS_3

Sesampainya dikamar, kini David ingin menurunkan Freya di ranjangnya. Namun, kakinya terpelintir hingga mereka jatuh bersama dengan posisi Freya yang ada di bawah, seketika tatapan mereka bertemu, David pun menatap bibir mungil Freya, ia ingin melumtnya.


Wajah David semakin mendekat, ia memejamkan mata hingga bibir itu menempel. Namun, yang ia rasakan tidak seperti yang ia bayangkan.


Ia ingin memperdalam luma tan itu, tetapi ia merasa ada yang aneh hingga membuka matanya. Ketika ia membuka mata yang ia cium ternyata tangan Freya bukan bibirnya.


David melotot karena terkejut, sementara Freya masih berwajah datar tanpa ekspresi. "Kau sangat menyebalkan, Frey!" David berdiri, lalu melangkah menuju kamar mandi untuk menuntaskan has ratnya yang sulit untuk ia tahan.


Freya menatap langkah David dengan perasaan bersalah, ia juga berdiri dan melangkah untuk menyiapkan baju ganti David. Lalu pura-pura tidur untuk menghindari pertengkaran dengan suaminya.


Setelah beberapa saat David keluar kamar mandi dengan wajah yang sangat kesal, ia melihat istrinya sudah memejamkan mata, tanpa bilang 'Maaf' pada pria itu. "Dasar istri tidak peka," gerutu David.


Pria itu memakai baju yang sudah Freya siapkan, ia tidur di samping istrinya dengan menahan kekesalan yang membuncah. Ia tidur membelakangi Freya lalu memejamkan matanya setelah beberapa saat.


Freya yang hanya pura-pura tidur kini membuka matanya setelah mendengar nafas David teratur, ia yang tidur membelakangi langsung balik badan, lalu merapatkan tubuhnya pada tubuh pria itu hingga tidak ada jarak di antara keduanya.


David yang sebenarnya juga belum tidur, ia mengembangkan senyumnya saat merasakan tangan Freya memeluknya erat.


"Aku akan selalu bersabar menunggumu percaya, bahwa aku benar-benar mencintaimu, Frey!" batin David.


Akhirnya mereka terlelap bersama dengan Freya yang memeluk David dari belakang.


...🍒🍒🍒🍒🍒...


Adrian dan Raya kini sampai di mansion Cassilas jam 9 malam. Adrian memang sengaja tidak mengajak Raya pergi terlalu jauh, supaya tidak hanya menghabiskan banyak waktu dalam perjalanan.


Setelah sampai di halaman mansion, seperti biasa Adrian membukakan pintu mobil untuk gadis itu.


Raya pun turun dari mobilnya dengan senyum yang masih mengembang. "Thank you," ucap Raya.


"You are welcome," ucap Adrian tersenyum lembut.


"Aku antar kamu ke depan pintu," ucapnya.


Raya hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban. Gadis itu melangkah terlebih dahulu, di ikuti Adrian dari belakang.

__ADS_1


"Jika seandainya malam ini adalah malam terakhir aku berjumpa denganmu, apa yang ingin kau ucapkan padaku?" tanya Adrian lembut, menatap Raya penuh cinta.


"Jangan pernah tinggalkan aku, karena aku akan mengejarmu kemana pun kau pergi," ucap Raya membalas tatapan Adrian dengan perasaan tak karuan, entah perasaan apa yang datang padanya, ia tidak mau berpisah dengan Adrian pada malam itu.


"Jika seandainya aku pergi jauh dan kamu pun tidak bisa menyusulnya, apakah kau akan merasa kehilangan?" tanya Adrian sambil melangkah di samping Raya.


"Apalagi di dunia, ke sisinya pun aku akan tetap ikut bersamamu," ucap Raya penuh keyakinan.


"Apakah kau yakin?" tanya Adrian menggoda Raya dengan senyum manisnya.


"Kenapa tidak, aku merasa sempurna hanya bila di sampingmu. Aku akan merasa sendiri dan kesepian tanpamu, dibandingkan aku gila lebih baik aku menyusulmu jika sampai kau meninggalkanku," ucap Raya menundukkan kepalanya.


Tes


Setitik air mata Raya jatuh karena membayangkan jika jauh dari pria itu. "Hey, kenapa kau menangis?" tanya Adrian menghapus air mata gadis itu.


"Kau yang membuatku menangis, untuk apa sih kau bertanya seperti itu, seakan-akan kau akan meninggalkanku," ucap Raya dengan air mata yang tidak bisa dibendung.


"Aku hanya ingin tau seberapa besar apa cintamu padaku. Namun, sekarang aku yakin bahwa cintamu benar-benar tulus untukku, bukan hanya menjadikanku pelampiasan," ucap Adrian dengan senyum yang mengembang.


Mereka berdua kini sampai di depan pintu utama, mereka berdiri berhadapan di depan pintu itu. "Kau tega membuatku membayangkan yang aneh-aneh terjadi padamu, rasanya begitu sesak membayangkan hal itu terjadi," ucap Freya dengan suara yang tercekat.


"Jika kau tidak ingin melihatku menangis, aku mohon jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku meskipun hanya sementara," ucap Raya memohon.


"Tapi besok aku harus tetap pergi ke Indonesia, untuk membicarakan hubungan kita pada orang tuaku, aku tidak sabar ingin menjadikanmu ratuku yang sesungguhnya," ucap Adrian tersenyum lembut.


"Aku ikut!" ucap Raya mendongak menatap manik mata hitam Adrian.


"Aku hanya sebentar, aku pasti akan kembali untuk menjemputmu," ucap Adrian yakin.


"Tapi aku takut kau tidak kembali lagi dan meninggalkanku seperti apa yang kau ucapkan tadi," ucap Raya dengan wajah khawatir.


"Untuk memperjuangkan cintaku padamu aku sudah harus berusaha sekeras ini, bagaimana aku bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama orang yang kucintai," ucap Adrian tersenyum lembut.


Seketika Raya membenamkan wajahnya pada dada bidang Adrian. Wanita itu menangis haru karena besarnya cinta pria itu padanya.

__ADS_1


"Uhuk uhuk uhuk ...."


Anton membuka pintu utama dan pura-pura batuk karena melihat putrinya yang sedang berpelukan.


Seketika Adrian dan Raya melepaskan pelukannya dan Raya pun menghapus air mata nya sebelum daddynya melihat.


"Aku pikir kalian pingsan. Suara mesin mobilnya sudah berbunyi dari tadi. Namun, orangnya belum juga muncul," ucap Anton datar.


Pria paruh baya itu langsung kembali masuk ke dalam mansion, sementara pasangan kekasih itu terlihat salah tingkah karena tertangkap sedang berpelukan oleh Anton.


"Ayo masuk dulu!" ajak Raya tersenyum kaku.


Adrian mengangguk lalu masuk mengikuti Raya dari belakang.


...🍒🍒🍒🍒🍒...


Ke esokan harinya, kini Freya bangun lebih dahulu, ia merasakan ada yang aneh karena sebelumnya ia yang memeluk David. Namun, posisi mereka setelah Freya bangun kini berbeda. Freya menjadikan lengan David sebagai bantalan, dengan tangan yang satunya melingkar sempurna di tubuh Freya.


"Apa mungkin David tadi malam bangun?" ucap Freya bingung. "Ah sudahlah, lagi pula cuma peluk doang," gumam gadis itu.


Freya beranjak untuk mencuci muka, lalu pergi ke dapur, Freya memang setiap hari menyiapkan sendiri sarapan untuk David, meskipun di mansion itu banyak pembantu, tapi Freya ingin melayani suaminya tanpa bantuan.


David meraba-raba kasur di sampingnya, setelah ia tidak menemukan keberadaan Freya, ia duduk lalu beranjak ke kamar mandi setelah kesadarannya penuh.


30 menit kemudian, David sudah selesai dengan ritual mandinya, ia membuka pintu kamar mandi dan melangkahkan kaki untuk pergi ke kamar ganti dan di sana Freya sudah menyiapkan pakaian gantinya. David tersenyum dan langsung memakainya, ia keluar dari ruang ganti tersebut. Namun, karena ia buru-buru dasinya terlihat miring.


David tidak sengaja berpapasan dengan Freya yang ingin membersihkan diri, David pun tersenyum saat melihat istrinya yang berjalan mendekat ke arahnya. Freya langsung membenarkan dasi David yang berantakan dan hal itu berhasil membuat David merasa sangat beruntung karena memiliki istri seperti Freya, karena di balik sikapnya yang dingin wanita itu melayaninya dengan sangat baik hingga ia merasa sangat diperhatikan oleh wanita itu.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Jangan lupa untuk mendukung Othor ya sayang 😂

__ADS_1


Love you All and Thank you so much 😘


Bye ... sampai jumpa di part selanjutnya 👋


__ADS_2