Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Bayangkan menjadi dia


__ADS_3

Brian dan Gracia kini sudah sampai di apartemen putranya. Brian menatap David tajam, berbeda dengan Gracia yang menatapnya sendu. Namun, terpancar raut kekecewaan.


"Kenapa kau melakukannya sayang?" tanya Gracia dengan air mata yang mengembun.


David tidak berani menatap ke dua orang tuanya, ia hanya bisa diam dan menunduk.


"Aku pikir kau bisa berubah. Tetapi sepertinya Tidak! Aku malu punya anak sepertimu!" ucap Brian berdiri dan membelakangi pria tersebut.


Deg


Baik David maupun Gracia terkejut mendengar ucapan Brian. "Mas," ucap Gracia dengan suara bergetar. Seketika air mata Gracia terjun bebas tanpa permisi, ucapan Brian sangat membuatnya terpukul meskipun dia juga tidak menyangkal bahwa putranya memang membuat kesalahan yang sangat fatal.


"Diam Grac ... ! Kamu tidak perlu membelanya, selama ini kau terlalu memanjakannya hingga dia menjadi anak yang pembangkang!" bentak Brian.


Gracia hanya menunduk mendengar ucapan Brian, air matanya pun terus mengalir deras mendengar kata demi kata yang Brian lontarkan karena kemarahannya terhadap David.


"Cukup, Dad! Kami tidak melakukan sesuatu yang kalian pikirkan, jadi Daddy tidak perlu menyalahkan mommy," ucap David menatap punggung Brian.


"Lalu, kalian mau apa berduaan di kamar hotel dengan keadaan sama-sama telanjang?" tanya Brian penuh emosi.


"Aku hanya ingin membantunya," ucap David pelan.


"Membantu apa? Membantu merusak masa depannya?" tanya Brian dengan nada tingginya.


David tidak menjawabnya lagi, ia tahu bahwa percuma saja ia menjelaskan karena semua orang akan lebih percaya dengan apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar.


"Setidaknya kau dengarkan penjelasan putra kita! Terkadang mata memang salah melihat," ucap Gracia.


Brian membalikkan badan. "Kenapa kau selalu membelanya Grac? Aku hanya ingin dia menjadi anak yang baik, apakah dengan begini dia bisa dibanggakan?" tanya Brian menatap istrinya lembut.


"Tidak, Mas! Aku hanya tidak ingin kau menyesal karena menyalahkan David tanpa kau tau kebenarannya seperti apa!" ucap Gracia menunduk diiringi dengan air mata yang tidak berhenti mengalir.


"Daddy dan Mommy jangan bertengkar lagi karena David, David akan bertanggung jawab padanya," ucap pria itu.


"Aku membebaskanmu untuk memilih pasangan yang kau mau, karena daddy tahu bagaimana rasanya dijodohkan dengan orang yang tidak kita cintai. Namun, kau sendiri yang memilih untuk dijodohkan dengan Freya hingga daddy merasa sangat bangga mempunyai anak sepertimu," ucap Brian menatap putranya penuh dengan kekecewaan.


"Jika kau mau menolak perjodohan ini, setidaknya tolak lah dengan cara baik-baik, jangan merusak hidup orang lain," lanjutnya.

__ADS_1


"Daddy hanya salah Faham, David tidak merusaknya!"


"Merusaknya ataupun tidak, itu tidak akan berguna karena kalian sudah terlanjur tertangkap basah, bahwa kalian sedang berduaan di kamar hotel dalam keadaan sama-sama telanjang."


"Siap ataupun tidak, kau harus menikahinya." Brian menatap David tajam.


"Baik, Dad!" ucap David pasrah.


Gracia berdiri dari tempat duduknya, lalu meninggalkan ruangan itu dengan isak tangis yang masih terdengar jelas ditelinga kedua pria di ruangan itu.


Brian yang melihat istrinya keluar, ia juga berdiri dan menyusul istrinya karena merasa bersalah telah membentak istrinya tersebut.


***********


Gracia masih menangis terisak-isak di balkon kamarnya, ia sangat sedih mendapat bentakan dari Brian.


"Maafkan aku!" ucap Brian. Pria itu membuka pintu kamar dan tampaklah Gracia yang masih menangis pilu.


Brian mendekati Gracia, lalu memeluknya dari belakang. "Aku tidak bermaksud menyalahkanmu, aku hanya ingin putra kita menjadi orang yang bertanggung jawab, baik dia melakukannya ataupun tidak."


"Coba saja kau bayangkan sayang, jika kau menjadi Freya, apakah kau tidak akan merasa sakit hati mendengar cemoohan orang karena kamu tertangkap tidur bersama pria lain meskipun kau tidak melakukannya?" Brian meletakkan dagunya pada bahu Gracia.


Deg


Gracia melepaskan tangan Brian perlahan, lalu berbalik dan memeluk suaminya itu dengan tangis yang semakin menjadi.


"Maafkan aku, Mas! Aku hanya tidak tega melihat David mendapatkan amarah darimu, aku tidak sanggup melihat wajah sedihnya," ucap Gracia.


"Aku juga sangat menyayanginya sayang! Aku hanya ingin dia berubah dan menjadi pria yang bertanggung jawab." Brian memegang kepala Gracia, lalu mengecup kening wanita itu lembut.


"Jangan menangis lagi! Percayalah bahwa apa yang terjadi saat ini adalah kebaikan untuknya," ucap Brian seraya mengusap air mata Gracia dengan lembut.


Gracia hanya bisa mengangguk tanpa suara. Brian pun memeluk Gracia kembali dan membelai kepala wanita itu untuk membuatnya lebih tenang.


********


David masih melamun, ia memikirkan apa yang diucapkan daddynya. "Sebenarnya aku belum siap untuk menikahinya karena cinta itu masih belum ada, tapi aku akan dianggap pengecut jika aku tidak menikahinya sekarang," gumam David.

__ADS_1


"Aku akan menemuinya." Pria itu beranjak dari tempat duduk lalu melangkah keluar dari apartemen.


David mengambil ponsel, lalu mengirimi Freya pesan. Ia meminta gadis itu supaya menemuinya di kafe.


David langsung melajukan mobilnya menuju kafe, setelah menempuh perjalanan 20 menit, ia sampai di kafe itu dan terlihatlah Freya yang sudah duduk menunggunya di salah satu kursi kosong.


"Sudah lama?" tanya David dengan wajah dingin.


Freya menoleh mendengar suara yang tidak asing baginya. "Tidak, aku juga baru sampai!" jawab Freya tak kalah dinginnya.


"Kau mau bicara apa?" tanya Freya tanpa basa basi setelah melihat David duduk di seberangnya.


"Sebaiknya kita pesan minuman dulu," ucap David datar.


"Baiklah." Freya menoleh dan memanggil salah satu pelayan di kafe tersebut.


"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu," ucap David dengan menatap wajah Freya intens.


"Tanyakan saja! Aku akan menjawabnya." Freya menatap David datar.


"Apakah kau mau menikah denganku?" tanya David.


Deg


...💋💋💋💋💋...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Di sini sepertinya sudah nyampe target 😂


Jika ada yang masih kangen sama Othor


Mampir yuk di 'Tasbih cinta.' Setelah ini Othor akan update di sana 😂


Jika yang masih merindukan David dan Freya Besok pagi insya Allah Othor kembali ke sini lagi 🥰


Jangan lupa jejaknya ya Sayang 😉

__ADS_1


Othor selalu menanti komen kalian 😂


Thank you 😍😘


__ADS_2