Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Goyang dumang


__ADS_3

"Kalian ... !" ucap Dinda saat melihat kedua putrinya berjalan menuju ke arahnya. Namun, Raya mengedip-ngedipkan mata dengan mulut komat kamit agar wanita paruh baya itu tidak berkomentar. Mereka ingin tahu apakah daddynya dapat mengenali kedua putrinya atau tidak, sedangkan Dinda sudah dapat ditebak oleh kedua gadis kembar itu bahwa mommynya dapat membedakan keduanya meskipun tukaran tampilan.


"Kenapa?" tanya Anton yang sudah duduk di meja makan. Lalu pria itu menoleh ke belakang dan melihat kedua putrinya yang sedang berjalan ke arah mereka berdua.


"Tumben barengan?" tanya Anton tanpa curiga.


"Harus kompak dong, Dad! Kita 'kan saudara!" ucap Freya yang bicara ala-ala Raya.


Kedua gadis kembar itu mengambil kursi masing-masing dan mengubah gaya makannya, Freya berusaha sebaik mungkin menjadi Raya, sedangkan Raya berusaha menahan diri agar tidak membuka suara selama makan, karena biasanya hal itu yang di lakukan Freya.


"Gila! Sulit banget sih jadi orang pendiem seperti Freya," batin Raya. "Enggak enggak, aku harus bisa seperti Freya satu hari saja!"


Mereka sarapan dengan Freya yang sesekali mengajak bicara agar daddynya tersebut tidak curiga. Dinda hanya tersenyum melihat acting putri-putrinya yang menurutnya sangat hebat.


"Frey, kamu ke rumah sakit hari ini?" tanya Anton menatap Raya, sedangkan Dinda tertawa terbahak-bahak. Ia mengalihkan tatapannya pada layar televisi agar suaminya tersebut tidak curiga, bahwa wanita itu sedang menertawakannya.


Anton yang penasaran akhirnya menoleh menatap layar televisi, ia ingin tahu apa yang istrinya tonton sampai membuat istrinya tersebut tidak berhenti tertawa. Pria paruh baya itu mengerutkan kening karena di layar televisi yang ia lihat bukan komedi melainkan film horor. "Apanya yang lucu?" tanya Anton bingung.


"Itu ... itu tadi hantunya goyang dumang, terus jatoh ke sungai karena kepeleset," ucap Dinda masih dengan tawanya.


"Goyang dumang?" tanya Anton tambah bingung.


"Iya, itu Kanda yang lagu dangdut itu," ucap Dinda.

__ADS_1


"Masak sih ada hantu joged?" tanya Anton. Tadi yang aku lihat sepertinya nggak ada sungai," ucap Anton mengerutkan kening.


"Itu udah kelewat Kanda, yang kanda lihat tadi itu hantu yang cewek, kalau yang Dinda ketawain mah hantu yang cowok," ucap Dinda masih sambil memegang perutnya karena tawanya tidak kunjung reda.


"Dasar sinting!" umpat Anton.


Kedua gadis kembar itu hanya diam melihat perdebatan orang tuanya, sedangkan Raya menutup mulutnya dengan tisu agar dia tidak mengikuti mommynya tertawa. Berbeda dengan Raya, Freya hanya tersenyum tipis.


"Frey, kamu ke rumah sakit 'kan?" tanya Anton kembali.


"Nggak, Dad! Hari ini Freya ada tugas kampus!" ucap Raya berusaha bersikap datar seperti saudara kembarnya.


Dinda menutup mulutnya, agar dia tidak kelepasan tertawa kembali. "Aku jadi penasaran se lucu apa sih filmnya, sampai-sampai membuat istriku seperti orang gila!" ucap Anton melirik istrinya yang masih membekap mulutnya.


Dinda menganggukkan kepala, ia tidak bisa membuka mulutnya karena ia tidak bisa menahan tawanya.


"Aku nggak nyangka, ternyata si Freya jago banget actingnya, sedangkan aku malah tersiksa gini!" batin Raya.


"Ya sudah, kalian berangkat bareng saja! Temani adikmu, Frey! Dia masih baru di kampus itu!" perintah Anton masih dengan tatapan tertuju pada Raya.


"Baik, Dad!" ucap Raya berusaha bersikap datar.


"Aku berangkat!" ucap Anton. Lalu mengulurkan tangannya pada Dinda. Dinda pun mencium tangan Anton dengan menahan tawanya.

__ADS_1


Anton beranjak terlebih dahulu, seusai sarapan. Setelah Anton tidak terlihat lagi dari pintu utama mansion, seketika Raya mengikuti Dinda tertawa terbahak-bahak, sedangkan Freya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat adik dan mommynya tersebut.


...πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang πŸ₯°


Jumpa lagi dengan Othor Barbar 🀣


Masih kurang belum?


Insya Allah nanti malam Othor sempatkan update kembali asalkan lolos review πŸ˜‰


Kalau nggak lolos kemungkinan besok pagi πŸ˜‚


Jangan lupa dukungannya buat Othor ya sayang 🀭


Klik like, komen and Vote seikhlasnya ❀️


Muachhh😘


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2