Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Keluarga somplak


__ADS_3

David kini sudah sampai di mansion Anton bersama dengan kedua orang tuannya. Mereka duduk berkumpul di ruang keluarga.


"Kedatangan kami kesini untuk meminang putrimu, 'Freya!"" ucap Brian


"Baik salah faham ataupun tidak mereka tetap harus dinikahkan," ucap Brian dengan wajah datarnya.


Berbeda dengan Brian, Anton mengembangkan senyumnya sambil menatap sahabatnya tersebut. "Aku tau kau orang yang sangat bertanggung jawab, maka dari itu aku menghubungimu meskipun di waktu jam istirahat," ucap Anton. Pria itu menatap Brian dengan senyum yang terus mengembang.


"Bagaimana? Apakah kau menerima lamaran kami?" tanya Brian.


"Tanpa menjawab pun kau sudah tau pasti jawabannya apa!" jawab Anton tersenyum.


"Kanda ribet banget cuma disuruh jawab, okay biar aku yang menjawabnya 'aku menerima lamaran ini dengan senang hati," ucap Dinda juga tersenyum aneh.


"Mommy dan Daddy, apa-apaan sih! Jawab yang bener Napa? bilang aja 'aku memang sangat menunggu kedatangan kalian untuk melamar putriku yang cantik jelita," ucap Raya tersenyum kecentilan.


Pletak


Anton melempar kepala putrinya itu dengan bantal yang ada di sofa tersebut, sedangkan Freya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah aneh keluarganya.


"Ya sudah, yang penting kalian menerima lamaran kami," ucap Gracia tersenyum manis.


"Oh salju, senyumanmu itu dari dulu tetap mempesona." Anton tersenyum tanpa sadar.


"AW AW AW..." seru Anton.


"Apa mas Anton bilang?" ucap Dinda seraya menjewer telinga suaminya, sedangkan Brian hanya tersenyum tipis melihat perdebatan keluarga itu karena ia tahu betul bahwa Anton memang sengaja ingin membuatnya emosi ketika mereka berkumpul bersama.


"Apaan sih?" ucap Anton setelah Dinda melepaskan telinganya, pria itu mengusap-usap telinganya yang terasa panas karena perbuatan istrinya tersebut.


"Syukurin," ucap Raya keceplosan. Gadis itu langsung membekap mulut dengan kedua tangannya, sedangkan Anton menatap putrinya tajam.


David yang juga ada di ruangan itu tidak memperdulikan keluar Freya yang sedang berdebat, ia tak mengalihkan tatapannya dari Freya. Pria itu menatap Freya dengan wajah datar tidak seperti biasanya, sedangkan Freya memilih untuk tidak menatap David.


"David ... apakah kau sudah siap menikah minggu depan?" tanya Brian menatap putranya dengan wajah serius.


"Aku terserah Daddy saja!" ucap David datar.


"Kalau kamu, Sayang?" tanya Gracia lembut. Wanita paruh baya itu menatap Freya dengan senyum teduhnya.


"Aku juga terserah orang tuaku Tante!" jawab Freya tersenyum lembut.


"Aku tidak mencintainya. Namun, entah mengapa saat melihat senyumnya aku merasakan kedamaian," batin David.


"Kak David tidak perlu menatap Freya sampai seperti itu, Kak David bisa ngapa-nagapain Freya minggu depan!" cerocos Raya tanpa rasa malu.

__ADS_1


Semua orang di ruangan itu seketika menatap Raya setelah mendengar ucapan gadis itu. "Kalian kenapa?" tanya Raya bingung karena ditatap oleh semuanya orang yang ada di ruangan itu.


"Kamu itu tidak ada bedanya dengan mommymu, ngomong asal ngejeplak aja," ucap Anton.


"Emang Daddy enggak?" tanya Raya menatap Anton seraya mengerutkan kening.


"Oh ya jelas enggak, itu buktinya si Freya pendiam, karena dia nurun dari daddy?" ucap Anton menaik turunkan alisnya.


"Perasaan dari tadi Daddy paling cerewet," ucap Raya.


"Sudah, ah! Kita berdebat nanti malam saja. Sekarang masih ada Tuan Brian, lebih baik kita bicarakan pernikahan David dan Freya lagi," ucap Dinda tersenyum.


"Tumben normal!" gumam Anton.


"Kanda ... !" Dinda melirik suaminya tersebut.


"Iya, iya!" ucap Anton.


"Aku pasrah pada kalian tentang resepsi pernikahan anak-anak kita, nanti biar istri saya yang akan membantu kalian," ucap Brian menatap sahabatnya itu.


"Baiklah ... !" jawab Anton.


"Kalau begitu saya sekeluarga pamit dulu," ucap Brian seraya beranjak dari tempat duduknya.


"Terima kasih, sudah menyempatkan diri untuk datang kesini!" ucap Anton seraya mengulurkan tangannya.


Brian melangkah meninggalkan mansion itu yang diikuti David dan Gracia dibelakangnya. Sedangkan Freya hanya menatap kepergian keluarga David dengan perasaan tak menentu.


"Jujur saja, aku sangat merasa berat menikah dengannya. Namun, aku sadar. Semakin aku mencoba untuk menjauhinya maka dia akan semakin mendekat, mungkin dia adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untukku," batin Freya.


"Kanda, kita ke kamar yuk!" ajak Dinda dengan senyum menggoda.


"Tidak! Kalau kau sudah mengajakku begini, pasti ada maunya," ucap Anton.


"Aku nggak mau apa-apa! Aku cuma mau manja-manjaan sama Kanda ala-ala pengantin baru gitu," ucap Dinda mengedip-ngedipkan matanya seraya bergelanyut manja.


"Mommy apaan sih? Aku geli melihat mommy seperti itu," ucap Raya bergidik ngeri. Lalu gadis itu berdiri dan melangkah meninggalkan ruang tamu.


"Aku juga ke kamar Dad, Mom!" pamit Freya dengan senyum tipis.


"Putri-putri kita ternyata perhatian juga mereka mengerti kalau kita butuh waktu berduaan," ucap Dinda.


"Aku capek mau tidur, awas jangan mem per kosaku, aku sudah ngantuk banget," ucap Anton seraya beranjak dari sofa tersebut, lalu melangkah meninggalkan ruang tamu. Dinda yang usil akhirnya mengikuti Anton sampai ke kamarnya.


"Mau apa?" tanya Anton yang melihat istrinya membuka baju.

__ADS_1


"Kenapa Kanda masih nanya, 'kan Kanda udah lihat Dinda sedang ngapain," ucap wanita itu tersenyum nakal.


"Jangan macem-macem!" perintah Anton.


"Apaan sih Kanda aku cuma mau tidur tanpa busana," ucap Dinda.


Wanita itu sengaja menggoda suaminya dengan hanya menggunakan daleman, lalu tidur di samping pria itu tanpa rasa berdosa, sedangkan Anton lebih memilih membelakangi istrinya karena ia sudah merasa sangat lelah.


Sementara di tempat lain, Brian mencoba membujuk istrinya untuk melakukan sesuatu. Namun, Gracia menolaknya.


"Mas aku sudah lelah," gerutu Gracia.


"Sedikit lagi, sayang! Please ...," ucap Brian memohon.


"Enggak aku sudah tidak kuat," ucap Gracia.


"Aku pegel," rengeknya.


"Sedikit lagi," perintah Brian.


"Ini sudah merah semua loh ... " ucap Gracia.


"Ya, Ampun sayang ... Nanggung!" ucap Brian memohon.


"Dari tadi bilang nanggung terus," ucap Gracia kesal.


(Hayo tebak Brian dan Gracia sedang ngapain? 🤣🤣🤣🤭 Positif tingking aja ya Readersku sayang, sampai berjumpa lagi di episode berikutnya)


......💋💋💋💋💋......


...TBC...


Assalamualaikum Readersku Sayang 🥰


Besok puasa ya bagi yang Muslim ...


Untuk menjaga keamanan lebih baik baca pas sudah tadarusan aja ya 😂


Meskipun Karya Othor tidak terlalu Vulgar, tapi kalian tau sendiri kalau karya ini ada sebagian dikit-dikit 😂


Karena kata sebagian teman Othor, karya tanpa dibumbui adegan anu rasanya hambar 🙈


Othor harap buang ya sisi buruknya, ambil sisi baiknya saja. Selamat menunaikan ibadah puasa Readers sayang, semoga kalian dilimpahi kesehatan dan berkah umur 🤲


Terima kasih atas dukungan kalian

__ADS_1


Salam sayang dari Othor Bar bar Muaachhhh 😘😘😘


__ADS_2