
Raya melangkah mengelilingi kantor milik keluarganya, ia mencari ruangan David, setelah lama berkeliling ia akhirnya menemukan ruangan tersebut.
Raya memasuki ruangan itu dengan gaya centilnya. "Kak David ... !" teriak Raya dengan senyum sumringah setelah melihat David berdiri dari kursinya dan hendak melangkah meninggalkan ruangan tersebut.
"Kak David mau kemana?" tanya Raya dengan senyum manjanya.
"Aku mau makan siang," ucap David.
"Aku ikut ya, Kak?" tanya Raya dengan wajah memohon.
"Nggak usah! Kau hanya akan merepotkanku nanti!" jawab David.
"Kak David jahat!" ucap Raya cemberut.
"Tapi awas ya kalau bertingkah yang aneh-aneh!" ancam David.
"Iya, Raya janji nggak akan bikin Kak David malu," ucap Raya. Wanita itu bergelanyut manja di lengan David.
"Ini apa?" tanya David menatap tangan Raya yang memegang lengan pria tersebut.
"Tangan!" jawab Raya polos.
"Iya aku tahu ini tangan, maksudku tangan kamu ngapain menempel di sini?" tanya David kembali.
"Kak David gimana sih, kalau kayak gini namanya bergandengan," ucap Raya dengan wajah seriusnya.
"Astaga Raya, kau sangat menyebalkan," ucap David menahan emosinya.
"Ya sudah ayo berangkat!" Raya menarik lengan David, menariknya untuk keluar dari ruangan tersebut.
Sesampainya di restoran. David langsung turun dari mobilnya tanpa membukakan pintu untuk Raya. Gadis itu berpikir bahwa David akan membukakan pintu mobil hingga ia menunggu pria tersebut.
Setelah melihat langkah David menjauh, Raya baru sadar bahwa pria itu tak berniat untuk membukakan pintu mobil bahkan pria tersebut meninggalkannya. Dengan langkah kesal Dinda turun dan menyusul pria itu. "Dasar kejam!" umpat Raya.
"Hay cantik," sapa David saat berpapasan dengan seorang wanita di pintu masuk. membuat Dinda menganga lebar dan melototkan matanya.
Semburat merah terpancar dari wajah wanita itu. "Beraninya kau menggoda istri saya!" sentak seorang pria yang tiba-tiba muncul dari belakang wanita tersebut.
"Maafkan suami saya om," ucap Raya dari belakang David, sedangkan David meninggalkan mereka dengan gaya santainya.
__ADS_1
Pria tersebut tersenyum saat melihat wajah cantik Raya. "Nggak apa-apa kok cantik," jawab pria itu.
Seketika wanita yang ada di sampingnya melototkan mata, lalu menarik tangan pria tersebut. "Tadi marah karena pria ganteng itu memanggilku cantik, eh sekarang kamu malah manggil istri dia cantik juga," ucap wanita itu sambil berjalan, sedangkan Raya mengabaikan kedua sepasang suami istri tersebut, lalu melangkah dan menyusul David, setelah itu duduk di seberangnya.
"Kak David menyebalkan," ucap Raya memanyunkan bibirnya.
"Kenapa jadi sebel sama aku?" tanya David sok polos.
"Kalau lihat cewek cantik dikit aja digombali, sedangkan aku yang cantiknya udah luar biasa, sekalipun Kak David nggak pernah bilang aku cantik," ucap Raya.
"Raya cantik," ucap David datar.
"Kak David ... !" rengek Raya.
"Apa sih? Kalau kamu nggak diem, kamu akan kusuruh pulang!" ancam David.
"Iya aku diem, tapi bilang aku cantik dulu!" rengek Raya.
"Cantik!" ucap David datar.
"Pake senyuman manis kenapa sih!" ucap Raya.
"Aku nggak suka gombali adek sendiri," ucap David.
"Tapi aku nganggap kamu sebagai adekku.
"Kak David menyebalkan."
"Kamu juga menyebalkan."
Setelah lama berdebat, akhirnya mereka makan siang dalam keheningan. Tidak ada yang membuka suara karena kekesalan masing-masing.
Seusai makan siang, David tiba-tiba menemukan ide untuk mendekati Freya. "Ray kamu mau bantu aku nggak?" tanya David.
"Bantu apaan?" tanya Raya.
"Deketin aku sama Freya dong ... !" ucap David dengan wajah memohon.
"Untuk apa? Wajah kami sama, jika Kak David merindukan Freya, Kak David tinggal menatap wajahku saja," ucap Raya.
__ADS_1
"Memangnya kamu pikir, aku nggak bisa bedain kalian?" tanya David tersenyum sinis.
"Emang bisa?" tanya Raya.
"Cobalah kalian dandan dan pakai pakaian yang sama! Aku yakin aku bisa membedakan kalian," ucap David serius.
"Memangnya Kak David membedakan kami dari segi apa?" tanya Raya kembali.
"Mau tau aja atau mau tau banget?" goda David.
"Menyebalkan," ucap Raya manyun.
"Ya sudah, ayo pulang!" ajak David. Pria itu berdiri, lalu melangkah mendahului Raya.
"Kak David jahat banget, selalu saja meninggalkan aku," ucap Raya.
"Aku sudah bilang, sebaiknya kamu itu dijaga Devan, dia lebih perhatian dibandingkan aku," ucap David sambil melangkah.
"Wajah tembok kayak gitu dibilang perhatian," ucap Raya memutar bola matanya. Gadis itu mengikuti David dari belakang.
"Tapi dia nggak pernah meninggalkanmu 'kan saat kalian bersama," ucap David.
"Iya nggak pernah, tapi sampe bosen aku dibuat ngoceh-ngoceh sendiri sama dia."
......💋💋💋💋💋......
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Sambil nunggu Karya Othor update mampir yuk di karya temen Othor yang masih baru netas 😂
Kalau pengen ngakaknya yang sampe berguling-guling mampir di Karya 'Ritha tatha'
Aku sampe kentutan karena ketawa 🤣
Jangan lupa jejaknya untuk Othor
__ADS_1
Like, komen dan Vote seikhlasnya
Thank you 🥰😘