
Freya kini tidak bisa tidur, ia sangat gelisah, karena ia terbiasa tidur telanjang. Namun, sekarang ia tidak lagi tidur sendirian melainkan ada David di sampingnya.
"Huh ... aku harus gimana?" gumam Freya. Gadis itu bangun, lalu berjalan mondar mandir di sisi tempat tidur memikirkan apa yang akan ia lakukan sebab ia tidak bisa tidur jika masih memakai busana.
"Ya udah deh, aku pake daleman saja, sepertinya aman untuk malam ini, karena suami kontrakku juga sudah tidur dan aku juga akan pake selimut," guman Freya tersenyum tipis seraya melanjutkan tidurnya.
Ke esokan harinya.
Freya menggeliat. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan mata, mencoba menajamkan penglihatannya setelah merasakan ada sesuatu yang mengganggu tidur nyenyaknya.
Setelah ingatan gadis itu terkumpul, ia menyadari bahwa kaki David lah yang berada di wajahnya. Freya terkejut sekaligus kesal terhadap pria itu, akhirnya Freya mendorong kaki David sekuat tenaga hingga pria itu jatuh tengkurap di lantai.
"Auh ...!" seru David saat merasakan nyeri pada hidungnya karena mencium lantai dengan sangat keras.
Pria itu bangun, lalu duduk selonjoran sambil mengusap-usap hidungnya yang sudah merah seperti tomat "Kamu apa-apaan sih, Frey?" sentak David seraya menatap gadis itu tajam.
Freya tidak menjawab, ia langsung bangun dari tempat tidur dengan selimut yang meliliti tubuhnya. Ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan sebelum pria itu menyadari bahwa gadis itu hanya memakai daleman.
"Hay ... !" David yang tidak terima karena merasa dirinya diabaikan oleh Freya langsung mengejar istrinya. Namun, kakinya tersangkut selimut hingga tubuh pria itu jatuh tengkurap.
"Freya ... !" teriak David menggelegar. Suara pria itu memenuhi langit-langit kamar, sedangkan Freya hanya tersenyum tipis melihat kecerobohan suaminya tersebut.
__ADS_1
...____________________...
"Dad, aku berangkat dulu!" ucap Raya seusai sarapan bersama. Gadis itu Beranjak menyalimi kedua orang tuanya, sedangkan Dinda tersenyum melihat putrinya yang sudah kembali ceria, meskipun ia tidak pernah tahu hati Raya yang sesungguhnya. "Hati-hati di jalan, sayang!" ucap Dinda tersenyum.
"Aku juga berangkat," ucap Anton seraya mengulurkan tangan pada istrinya. Dinda
pun menerima uluran tangan Anton lalu menciumnya lembut. "Aku antar mas Anton ke depan!" ucap Dinda tersenyum genit.
"Terserah!" jawa Anton. Pria itu berdiri, lalu melangkah. Namun, Dinda menghentikan langkah pria tersebut dengan Dinda yang bergelanyut manja pada suaminya itu, sedangkan Raya sudah keluar terlebih dahulu karena ia tahu betul apa yang biasa orang tuanya lakukan.
___________
"Adrian ... !" gumam Raya. Gadis itu terkejut saat mendapati seseorang yang sedang tersenyum menatap ke arahnya.
"Sudah menunggu lama?" tanya Raya tersenyum kaku karena ia tidak pernah bersikap manis sebelumnya.
"Tidak juga," jawab Adrian menatap langkah Raya yang mendekat ke arahnya.
"Siapa, Ray?" tanya Anton yang juga keluar dari mansion bersama dengan istrinya, sementara Dinda menatap keduanya dengan senyum tanpa arti.
"Temen, Dad! Dia orang Indonesia tapi meneruskan pendidikannya di sini," ucap Raya dengan senyum mengembang.
__ADS_1
Anton melanjutkan langkahnya menghampiri Adrian dan Dinda intens. "Kalian ada hubungan spesial?" tanya Anton.
Dinda mengerutkan kening. "Maksud Daddy?" tanya Raya.
"Tidak ada maksud apa-apa."
"Ya sudah, Raya berangkat dulu!" ucap Raya.
"Hati-hati di jalan sayang!" ucap Dinda.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang
Maaf update telat 🙈
Jangan bosan dukung Othor ya Sayang
Cukup like dan komen aja.
__ADS_1
Love you 🥰❤️💋