Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Tekad


__ADS_3

"Apakah kau mencintainya?" tanya Anton dengan tatapan mengintimidasi.


Raya langsung mendongak seraya melototkan matanya. "Tidak!" jawab Raya. Gadis itu terkejut mendengar pertanyaan Anton.


"Daddy tau, kalau putri daddy lagi berbohong," ucap Anton tersenyum.


Raya tidak mampu lagi untuk menatap wajah daddynya, ia memalingkan muka untuk menghindari tatapan Anton. "Jika aku mencintai Kak David, apakah Daddy akan membatalkan perjodohan mereka? Tidak 'kan Dad?" ucap Raya.


"Lalu untuk apa daddy menanyakan perasaan Raya?" tanya gadis itu tanpa menatap wajah Anton.


Anton menatap putrinya dengan perasaan campur aduk. "Maafkan Daddy," ucap Anton. Pria paruh baya itu tidak tahu mesti mengucapkan apa pada putrinya setelah mengetahui perasaan Raya yang sebenarnya.


"David yang memilih kakakmu, daddy tidak bisa menghalanginya," ucap Anton menatap putrinya yang masih memalingkan muka karena menahan tangis.


"Sebelumnya Brian ragu tentang perjodohan ini karena kami tau David tipe pria seperti apa?"


"Akan tetapi kami yakin, David pasti berubah jika menemukan cintanya, karena kami tahu sikap David yang seperti itu karena rasa kecewa pada mantan kekasihnya, dengan menjodohkan David dengan salah satu dari kalian kami berharap David bisa berubah dan menemukan jati dirinya yang sempat hilang."


"Sekarang dia menjadi orang lain karena patah hati, jika David menemukan pengganti Cantika, kami yakin David akan kembali menjadi orang yang setia lagi." Anton masih terus menatap putrinya.


"Apakah Daddy pernah berpikir, bahwa perjodohan ini menyakiti Raya?" tanya gadis itu.


"Tidak 'kan Dad? Selama ini hanya Freya, Freya dan Freya yang selalu Daddy banggakan." Air mata Raya jatuh tanpa bisa dihentikan.


"Berusahalah untuk mendapatkan cintanya, jika kau berhasil mendapatkan cinta David, daddy tidak akan melarang hubungan kalian." Anton menatap putrinya yang terus menghapus air matanya, membuat pria itu semakin bersalah karena menyakiti salah satu putrinya.


"Yang perlu kamu tau, di mata daddy kalian sama, daddy tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang daddy terhadap kalian berdua."


"Terus, Freya?" tanya Raya menatap Anton dengan ragu.


"Aku akan bicara padanya karena dia tidak mungkin mencintai David hanya dalam sekali pertemuan." Anton tersenyum.


"Terima kasih, Dad!" Raya beranjak, lalu mencium pipi Anton.

__ADS_1


Raya melangkah menuju kamarnya dengan senyum mengembang, sedangkan Anton menatap langkah putrinya dengan tatapan sendu. Ia tidak pernah menyangka bahwa ternyata percintaan putrinya begitu rumit.


"Aku akan bicara dengan David," gumam Anton.


*********


Brian dan David kini duduk bersebrangan di ruang kerja Brian.


"Apakah kau yakin?" tanya Brian setelah mendengar permintaan putranya dengan wajah datar. Pria itu jarang mengajak David bercanda sejak David dewasa.


"Yakin, Dad! Aku ingin mandiri, dengan bekerja di perusahaan Om Anton, aku tidak akan bergantung lagi pada Daddy," ucap David.


"Kau bisa menggantikan Daddy dengan menjadi CEO di sini!" ucap Brian.


"Aku sudah bilang, bahwa perusahaan ini aku akan ikhlaskan untuk Devan, 2 tahun lagi dia lulus?" ucap David.


"Devan bisa mengelola bisnis daddy di kantor cabang," ucap Brian.


"Aku hanya ingin menikmati kerja kerasku tanpa bantuan daddy dengan bekerja di perusahaan orang lain," ucap David.


"Baiklah jika itu keinginanmu, daddy mengizinkan jika mommymu mengizinkan," ucap Brian.


"Ya sudah, aku langsung pulang ke mansion karena besok aku akan berangkat dengan Om Anton," ucap David.


"Secepat itukah?" tanya Brian.


"Lebih cepat, lebih baik Dad!" jawab David.


"Baiklah, silakan!"


"Terima kasih, Dad!" ucap David tersenyum, sedangkan Brian hanya menganggukkan kepalanya.


David melangkahkan kaki keluar dari ruangan Brian. Sebenarnya ada perasaan ragu di hatinya. Namun, ia sudah bertekad untuk mendapatkan hati seorang gadis yang membuatnya penasaran akan gadis yang menolaknya itu.

__ADS_1


Sesampainya di mansion, David mengerutkan keningnya saat melihat Raya sudah berada di ruang keluarga yang duduk bersebelahan dengan Gracia.


"Mom!" panggil David.


Pria itu melangkah mendekati Gracia, lalu menyalimi tangan orang yang telah melahirkannya itu.


"Sudah pulang, sayang?" tanya Gracia.


"Gimana?" tanya Gracia.


"Nggak jadi, Mom. Aku ingin bekerja dengan Om Anton di Paris." David menghempaskan tubuhnya di sofa sebrang Gracia.


"Kamu nggak jadi bangun perusahaan sendiri? Bukankah kau habis meeting?" tanya Gracia.


"Aku ingin mandiri, aku akan mengumpulkan uang dengan hasil jerih payahku tanpa bantuan daddy?" ucap David.


"Kau akan tinggal di Paris?" tanya Gracia terkejut.


"Untuk sementara waktu, ya gitu! Aku ingin cari pengalaman," ucap David.


"Daddy mu di sini butuh bantuanmu, tapi kenapa kau malah mau menjauh?" tanya Gracia sendu.


"Dua tahun lagi Devan lulus, Dia cukup Cerdas untuk menggantikan daddy dan mengurus semuanya," ucap David tersenyum.


......💋💋💋💋💋......


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Maaf Othor lama update 🙈


Thank you atas dukungan kalian, tanpa kalian Othor bukan siapa-siapa.😍


Jangan lupa jejaknya ya Guys...

__ADS_1


Thank you 😍😍😍😍🥰


__ADS_2