
Warning
Adegan 21+
Yang bocil ataupun belum nikah diharap Skip karena Othor tidak mau dosa berjamaah 🙈
Othor mohon dibaca di malam hari bagi yang berpuasa 😘
NB : Cuplikan puisi dari sahabat Othor untuk kalian 😂
Malam ini aku terjaga lagi tanpa sebab
Apa mungkin karena masih tersimpan rindu yang paling dalam?
Aku hanyalah tengah malam dan kau hanyalah bintang-bintang
Dalam gelap kita berbagi
Dalam gelap kita abadi
By Sandy
Lanjut baca yuk 😉
____________________
"Saya nikahkan dan kawinkan Adrian Morgan Aditama dengan Raya Reyes Cassilas dengan maskawin seperangkat alat shalat dan uang sebesar Rp. 857.458.000 dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Raya Reyes Cassilas dengan maskawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana saksi? Sah?"
"Sah ... " ucap para saksi dan tamu undangan yang hadir di acara tersebut.
Seketika air mata Raya menetes karena rasa haru, ia tak dapat menjabarkan perasaannya melalui kata.
Adrian kini menoleh menatap orang yang telah sah menjadi istrinya. Ia memasangkan cincin pernikahan pada sang istri, begitu pun sebaliknya. Lalu Raya mencium tangan Adrian dengan Adrian yang mengusap kepala wanita itu, setelah itu Adrian mencium kening Raya bersamaan dengan suara gemuruh tepuk tangan para undangan yang hadir di acara pernikahan itu.
Wajah kedua sepasang pengantin itu pun merona, ada rasa bahagia yang kian membuncah seakan rasanya ingin meledak. Namun, keduanya hanya menampakkan senyum malu-malu.
Sepasang pengantin baru itu menyalimi orang tua dan mertuanya. "Selamat ya sayang, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah." Dinda memegang kepala Raya lembut.
"Thank you, Mom!" ucap Raya.
"You are welcome." Dinda tersenyum.
Setelah itu, Raya menyalimi Anton. "Jadilah istri yang baik, Nak!" ucap Anton membelai lembut kepala putrinya.
"Terima kasih, Dad!"
Setelah itu, Raya juga menyalami mertunya. "Semoga bahagia," ucap Bastian. memegang kepala menantunya.
"Terima kasih, Dad!"
Adrian juga melakukan yang sama mengiringi orang telah sah menjadi istrinya.
Setelah menyalimi orang tua dan mertunya. Kini sepasang pengantin baru itu menyambut para tamu undangan yang hadir di akad pernikahan itu.
___________
Siang harinya.
__ADS_1
Raya kini sudah siap dengan balutan gaun pengantinnya dengan Freya yang membantu wanita itu untuk menggunakan gaun pengantin tersebut.
"Giman Frey, sudah okay belum?" tanya Raya seraya menyuruh saudara kembarnya untuk menilai tampilannya.
"Kamu cantik banget Ray, Tapi sepertinya masih ada yang kurang." Freya mendekati saudara kembarnya tersebut.
"Kurang apalagi sih?" tanya Raya menatap saudara kembarnya kesal.
Freya tersenyum tipis. "Sini aku bantu!" Freya mendekati Raya lalu membantu saudara kembarnya untuk mendandani wanita tersebut.
"Lagi pula kenapa kamu nggak mau di dandani sama ahlinya sih?" tanya Freya mengerutkan kening.
"Nggak, aku mau dandan sederhana aja, aku lebih suka hasil dandanan kamu," ucap Raya tersenyum manis.
"Ya sudah sini! Tapi nggak janji jadi makin cantik ya!" ucap Freya tidak yakin dengan hasil dandanannya.
"Iya nggak apa-apa, Kok!" ucap Raya sambil tersenyum manis.
Setelah beberapa saat, kini Raya sudah cantik dengan balutan gaun pengantinnya. Freya pun puas dengan hasil kerja kerasnya karena Raya memang terlihat sangat cantik pada hari itu.
"Aku nggak nyangka kalau kau sehebat ini, Frey!" ucap Raya tersenyum bangga.
"Cuma kebetulan saja," ucap Freya datar.
"Fotoin aku yuk!" Raya menarik tangan Freya menuju balkon.
Raya tersenyum dengan riangnya dan berpose berbagai macam model.
Tunggu dulu, Wanita itu kembali ke kamarnya, lalu mengganti model rambutnya.
"Kayaknya cocokan yang ini ya?" tanyanya pada Freya dengan senyum yang mengembang.
"Iya, kamu cantik! Ya sudah ayo! Nanti Adrian kelamaan nunggu kamu!" ucap Freya menarik tangan Raya untuk keluar dari kamarnya tersebut.
"Enggak, aku mau pakai yang ini aja, biar terlihat sederhana," ucap Raya membuka penutup kepalanya dan mengganti yang lain. Akhirnya Freya hanya pasrah mengikuti kemauan saudara kembarnya dan membantu merapikan rambutnya Kembali.
_______________
Tempat Resepsi pernikahan Adrian dan Raya
Kedua mempelai sudah siap melangsungkan Resepsi pernikahan dengan Raya yang terlihat malu-malu saat akan menuju ke pelaminan.
Adrian dan Raya tampak sangat serasi membuat para tamu undangan yang hadir merasa terpana akan ketampanan dan kecantikan keduanya.
Para tamu undangan Kini meminta keduanya untuk berdansa dan sepasang pengantin baru itu, menuruti keinginan parah tamu yang hadir untuk berdansa dengan alunan musik yang merdu.
Adrian menggenggam tangan istrinya menuju tempat dansa.
Lalu Adrian dan Raya pun berdansa dengan iringan suara tepuk tangan yang bergemuruh di gedung tersebut.
Adrian mendekatkan tubuhnya pada tubuh wanita itu, membuat jantung keduanya kini serasa habis maraton.
__ADS_1
Wajah mereka semakin mendekat. Namun, bukan ciuman yang terjadi melainkan hanya sebatas bisikan Adrian pada sang istri. "Kau sangat cantik, Sayang!" bisik Adrian.
Seketika semburat merah terpancar dari wajah wanita itu, dan jantungnya pun berdetak deras seakan melemahkan syaraf nadi hingga membuatnya tak berdaya.
Seusai berdansa kini keduanya kembali ke pelaminan dan menyalami para tamu undangan yang hadir hingga acaranya selesai.
_____________
Malam harinya.
Kini sepasang suami istri itu berada dalam kamar pengantin yang romantis, Adrian yang sudah menahan sesuatu yang bergejolak, ia langsung menggendong tubuh Raya ketika pintu kamar pengantin itu tertutup rapat.
Adrian membaringkan istrinya di ranjang pengantin tersebut dengan tubuhnya yang menimpa tubuh wanita itu. "Sayang, apakah kamu sudah siap?" tanya Adrian tersenyum lembut.
Raya menutup matanya. "Sebenarnya aku takut," ucap Wanita itu.
"Kenapa takut? Kita coba pelan-pelan," bujuk Adrian.
"Tapi ...."
Belum menyelesaikan kalimatnya kini Adrian menyambar bibir Raya yang ingin ia nikmati sejak akad dimulai.
Makin lama ciuman itu makin menuntut hingga membuat Raya menginginkan lebih. Adrian pun membuka resleting gaun pengantin Raya, lalu melepasnya perlahan, hingga tampaklah wajah mulus istrinya yang masih terbalut daleman.
Pria itu juga membuka jas, kemeja dan celananya hingga tinggallah boxter yang ia kenakan.
Adrian menatap tubuh Raya penuh damba hingga pria itu kembali ******* bibir wanita itu dengan tangan yang mulai meraba-raba sesuatu yang menjadi candu bagi setiap pria.
Semakin lama ciuman itu semakin turun ke leher hingga membuat Raya meracau nggak jelas. Desa han demi desa han yang terlontar dari bibir wanita itu yang membuat Adrian semakin menggila dan mere mas-remas benda kenyal yang menjadi favoritnya dan jejaknya pun terlihat di mana-mana.
Ciu man itu makin turun dan makin turun hingga sampailah pada bukit yang pucuknya sangat menggoda.
Pria itu menye sap, Melu mat dan memberi jejak di sekitar bukit itu hingga membuat Raya menggenggam erat rambut Adrian.
"Sayang ... !" ucap Adrian menatap wajah cantik istrinya. Meminta izin untuk melakukan lebih.
Raya yang juga menginginkan pria itu juga, kini mengangguk lemah dengan gigi yang menggigit bibir bawahnya.
Akhirnya Adrian membuka daleman Freya dan Boxter yang masih membalut di area sensitifnya.
(Selanjutnya kalian bayangkan sendiri apa yang terjadi 🤣🤣🤣)
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Mau ditamatin apa enggak ya?
Kayaknya tamatin aja deh! Karena kalau kepanjangan nanti kalian bosan 😂
Sambil nunggu Othor update
Baca yuk Karya temen Othor Thank you ❤️
Maafin Othor jika ada kata-kata Othor yang tanpa sengaja menyakiti kalian
__ADS_1
Love you all 😘
Beberapa Bab lagi karya Othor menuju TAMAT 😂