
"Maafkan aku!" ucap David dingin.
Pria itu beranjak, lalu mengganti pakaian yang dipakai sebelumnya. "Aku sudah menyediakan baju ganti untukmu!" ucap David seraya mengambil baju itu dan menyerahkan pada Freya.
Freya mengambil baju itu dari tangan David dengan suara tangis pilunya. David merasa teriris mendengar tangisan gadis itu. Namun, David tidak mau membuat ke salah fahaman itu semakin rumit hingga David memilih untuk pergi meninggalkan Freya di kamar hotel tersebut.
Akan tetapi, langkah David terhenti setelah mendengar ucapan Freya. "Terima kasih," ucap Freya sambil menghapus air matanya, meskipun ia masih sesegukan.
David terkejut mendengar ucapan Freya, karena ia berpikir bahwa gadis itu akan sangat marah karena tidak langsung membawanya pulang ke mansion setelah kejadian yang membuat gadis itu hampir trauma. Namun, tanpa diduga oleh David bahwa Freya mengucapkan kata yang menurut David tidak akan terlontar dari mulut gadis itu.
David tidak menjawab ucapan Freya karena ia masih terus terbayang tubuh polos gadis itu, hingga ia memilih diam dan pergi meninggalkan Freya di kamar hotel tersebut.
Freya yang melihat David langsung pergi tanpa menjawabnya membuat hati gadis itu semakin sakit. Rasa malu yang menyeruak ia rasakan, dengan kejadian yang membuat dirinya kehilangan kendali.
"Kenapa semua jadi begini?"
"Akh..." teriak Freya sambil membuang sprei yang ada di tempat tidur itu, lalu duduk lesehan di sisi tempat tidur sambil menangis terisak-isak.
"Aku malu padanya dan aku malu pada keluargaku sendiri. Sekarang aku tidak lebih dari seorang ja lang," gumam Freya.
*******
Jam menunjukkan pukul 11 malam. Freya kini baru tiba di mansionnya. Ia merasa tidak punya muka untuk menatap adik dan daddynya yang menyaksikan dirinya sedang telanjang, meskipun tidak seperti apa yang mereka bayangkan.
"Sudah puas main-mainnya?" tanya Anton dingin, sedangkan Dinda menangis terisak diantara keluarganya.
__ADS_1
Seketika langkah Freya terhenti mendengar suara bariton yang berasal dari ruang keluarga. Freya menoleh, lalu berdiri menghadap keluarganya yang sedang berkumpul.
"Kenapa kau melakukannya, Nak! Jika kau menyukai David, kau tidak perlu gegabah seperti itu, kami akan menikahkan kalian dengan cara baik-baik, jika seperti ini sama saja kau mencoreng keluarga besar kita," ucap Dinda yang menangis sampai sesegukan di pundak Raya.
"Mom ... !" ucap Freya. Gadis itu mencoba mendekati Mommynya.
"Stop!" Raya menghentikan Freya dengan menatap saudara kembarnya tajam.
"Kau tidak perlu seperti ini untuk mendapatkan Kak David, kau tau, aku lebih sakit melihat kamu menyerahkan dirimu seperti itu dari pada melihat kalian menikah, aku jijik melihat kalian berdua." Raya menatap saudara kembarnya dengan mata yang berapi-api.
"Semua ini tidak seperti apa yang kalian lihat," ucap Freya.
"Tapi kami lebih percaya dengan penglihatan dari pada ucapan, karena ucapan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan," ucap Raya. Freya menundukkan kepalanya, seiring air matanya jatuh mendengar ucapan saudara kembarnya.
"Mom ... ayo ke kamar!" ajak Raya. Dinda mengangguk lalu berdiri dengan dibantu Raya yang berjalan ke arah kamarnya.
Freya tidak dapat mengucapkan sepatah katapun lagi, gadis itu hanya bisa menangis, menangis dan menangis.
...************...
David masih belum bisa memejamkan matanya, ia memikirkan langkah apa yang akan ia ambil setelah kejadian yang dialaminya. Pria itu tidur terlentang dengan memandangi langit-langit kamarnya.
Tidak lama kemudian suara dering ponsel David bergetar. Pria itu terkejut setelah membaca siapa yang meneleponnya di tengah malam.
"Daddy ... " gumam David.
__ADS_1
Pria itu mengangkat telepon dari Brian. "Halo, Dad!" ucap David.
"Besok Daddy dan Mommy akan menyusulmu ke Paris!" suara Brian dingin dari sebrang telpon.
"Baik, Dad!" jawab David. Lalu Brian mematikan sambungan teleponnya. David pun bisa menebak tentang apa yang akan dilakukan daddynya.
"Maafkan aku mengecewakan kalian!" gumam David. Pria itu mencoba memejamkan matanya kembali meskipun rasa kantuk tak juga menyerang.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Masih kurang belum?
Butuh 1 Bab lagi atau 2 lagi? 😂
Kalau satu Bab insya Allah mau diperpanjang kalau sempat. tapi kalau 2 Bab, yang satu bab mau di jadikan dua 🤭🙈 karena Othor mau mengejar target hari ini, semoga bisa 🙈
Jangan lupa dukung Othor ya sayang
Like, komen and Vote seikhlasnya 🥰
Thank you 😍😘
__ADS_1