Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Pelaminan


__ADS_3

Setelah acara ijab kabul David dan Freya berganti baju, mereka langsung menuju ke pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.


Freya mengganti pakaiannya dengan gaun pengantin dengan warna yang sama seperti saat ijab Kabul, ia dibantu oleh Dinda. Wanita paruh baya itu sangat telaten.


"Sayang, foto dulu ya sebentar?" ucap Dinda seraya tersenyum.


"Baik, Mom!" jawab Freya. Gadis itu langsung mengikuti arahan gaya dari Dinda.


"Yeyyy ... putri mommy cantik sekali!" ucap Dinda berbinar seraya melihat hasil potretannya.



Sementara David tetap menggunakan jas yang dipakainya saat akad nikah. Pria itu tampak memegang bunga mawar untuk diberikan pada Freya atas perintah Gracia. Pria itu tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang ibu. Ia mencium bunga tersebut, lalu tersenyum lembut.



"Terima kasih, Mom!" ucap David. Pria itu menatap orang yang melahirkankannya dengan tatapan teduh.


"Sama-sama, sayang!" ucap Gracia dengan senyuman yang tak kunjung surut.


"Kalau begitu sana jemput istrimu ke kamarnya, kalian berjalan bergandengan supaya kalian terbiasa nanti," ucap Gracia.


"Baik, Mom!" ucap David tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ya sudah mommy pergi dulu! Mommy mau nyambut tamu-tamu dari Indonesia yang menyempatkan diri untuk hadir," ucap Gracia.


"Silakan, Mom!" ucap David mengulurkan tangannya.


Gracia langsung beranjak dari ruangan itu, ia melangkah dan menghilang dibalik pintu. Kemudian David menyusul Gracia dan melangkah menuju kamar istrinya.


Saat hendak masuk ke kamar, ia berpapasan dengan Raya yang hendak keluar dari kamar tersebut. Gadis itu tidak mengucapkan sepatah katapun, ia hanya melewati David begitu saja, dan hal itu sukses membuat David merasa bersalah. "Maafin aku, Ray!" batin David. Pria itu menatap langkah saudara kembaran istrinya dengan perasaan bersalah karena telah melukai hatinya.


David membuka pintu kamar itu, dan tampaklah Freya yang sedang menunggunya untuk pergi ke pelaminan. "Kau dari mana saja?" tanya Freya.


"Aku habis menemui mommy, ini bunga untukmu," ucap David.


"Tumben?" tanya Freya seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Aku kesini hanya untuk menjemputmu, ayo kita ke pelaminan! Tamu-tamu banyak yang nunggu kita," ajak David.


Wanita itu langsung mendekati suaminya dan menelusupkan tangannya ke sela-sela lengan dan badan David hingga mereka bergandengan.


David menatap istrinya, ia tidak menyangka kalau Freya akan melakukan hal itu, tatapan mereka bertemu ada debaran aneh di jantung keduanya.


Freya mengalihkan tatapannya terlebih dahulu hingga David tersadar dengan lamunannya. Mereka berjalan bergandengan, lalu menuruni tangga layaknya seorang pangeran dan Cinderella. David mengembangkan senyumnya, sedangkan Freya hanya tersenyum tipis.


...______________________...

__ADS_1


Raya yang masih terpuruk karena kehilangan orang yang dicintainya, kini masih tetap duduk di taman dengan Adrian yang selalu setia menemani.


"Kau tidak perlu menemaniku di sini, pergilah!" ucap Raya dengan wajah muram.


"Janganlah kau siksa dirimu! Dengan begini kau bukan berusaha untuk melupakannya, tetapi kau akan semakin terpuruk saat sendirian begini," ucap Adrian.


"Apa yang harus kulakukan? Sementara penyemangatku sudah menjadi kakak iparku." ucap Raya.


"Jangan menyendiri! Carilah hiburan agar kau bisa melupakan kesedihanmu," ucap Adrian.


"Apakah kau bisa melakukannya? Menghilangkan kesedihanku dengan mengajakku pergi untuk mencari hiburan," tanya Raya.


"Aku tidak menjanjikan itu, tapi aku akan berusaha sebisa mungkin untuk selalu membuatmu tersenyum," ucap Adrian.


...💋💋💋💋💋...


......TBC......


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Othor kembali lagi, kalau nggak nyapa kalian serasa gimana ya? Rasanya ada yang kurang gitu 🤣


Jangan pernah bosan dan lelah ya sayang untuk mendukung Othor 🙈

__ADS_1


Thank you 🥰


__ADS_2