
David langsung pulang setelah Leo keluar dari ruangannya, ia khawatir dengan ke adaan istrinya hingga ia lebih memilih pulang terlebih dahulu, sebelum jam 5 sore.
Sesampainya di mansion, David langsung menuju kamarnya, ia membuka pintu kamar. Namun, kamar itu sepi tidak ada siapapun. Lalu, ia mencari ke kamar mandi, tetapi Freya juga tidak ada di sana.
"Apa Freya di dapur?" gumam David.
Pria itu langsung keluar kamar dan mencari istrinya ke arah dapur. "Frey ... !" teriak David. Namun, tidak ada jawaban dari istrinya tersebut, hingga pria itu memilih duduk di sofa ruang tamu setelah berkeliling mencari istrinya.
"Maaf, Tuan! Bukankah Nona Freya pergi ke kantor untuk makan siang bersama Tuan?" tanya salah satu pembantu di mansion itu seraya menundukkan kepalanya.
"Dia sudah pulang dari tadi," jawab David.
"Tapi, Nona belum kembali, Tuan! Bukankah mobilnya tidak ada di garasi?" tanya Pembantu itu untuk meyakinkan David.
Pria itu menepuk jidatnya. "Oh, iya. Kenapa aku begitu bodoh?" David langsung berdiri.
"Terima kasih, Bik!" ucap David. Pria itu beranjak dan keluar mansion untuk mencari istrinya.
David memasuki mobilnya dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang, ia melihat sekitar berharap melihat mobil istrinya. "Kamu kemana, Frey!" gumam David, pria itu terlihat begitu khawatir.
"Oh, iya kenapa aku nggak menelponnya?" David langsung mengambil ponsel untuk menghubungi istrinya tersebut.
Namun, beberapa kali David menelpon, Freya tak kunjung mengangkat panggilannya. Apa dia pulang ke mansion Cassilas?" gumam David.
David langsung menghubungi Raya. Namun, kekecewaan kembali dirasakan, saat Raya juga tidak mengetahui keberadaan istrinya tersebut.
"Kamu di mana sih, Frey!" gumam David, ia mengemudi sambil celingak-celinguk melihat mobil sekitar. Namun, ia tak kunjung melihat mobil Freya.
"Apa dia ke rumah sakit?" gumam David. Pria itiu langsung melajukan mobilnya menuju Rumah sakit untuk mencari keberadaan istrinya tersebut.
_________________
Di rumah sakit Cassilas.
__ADS_1
Pria itu mengerjap-ngerjapkan mata, lalu ia berusaha untuk bangkit. Namun, Freya melarangnya karena pria itu masih terluka cukup parah di bagian kakinya.
"Aku hanya mau duduk, badanku serasa pegel semua," ucap Pria itu.
Freya pun menyuruh perawat yang kebetulan lewat di depan ruang rawat itu. "Apakah kau yang menolongku Nona?" tanya pria itu setelah berhasil duduk.
Pria itu memegang tengkuknya yang masih terasa nyeri. Ia menatap Freya penuh dengan kekaguman karena wajah cantiknya.
"Iya, kebetulan tadi saya lewat di tempat kejadian, jadi saya membawa Anda ke rumah sakit ini!" ucap Freya tersenyum.
"Terima kasih, Nona! Maaf merepotkan," ucap Pria itu sambil tersenyum kaku.
"Sama-sama, kalau begitu aku pamit pulang dulu, nanti akan ada perawat dan dokter yang akan mengontrolmu ke sini!" ucap Freya datar.
"Tidak perlu Nona, Keluargaku di Tiongkok, aku sendiri di sini," ucap Pria tersebut.
"Ya sudah, aku mau pulang dulu!" ucap Freya.
Pria itu mengangguk, sementara Freya langsung melangkahkan kakinya dan keluar dari ruangan tersebut dengan pria itu yang terus menatapnya hingga menghilang dibalik pintu.
"Dia begitu cantik, senyumnya mengingatkanku pada Cindy," gumam pria itu sambil tersenyum sendu.
____________
Freya yang sudah sampai di parkiran, ia melihat jam tangannya yang ternyata jam menunjukkan pukul 5 sore. "Berarti dia sudah pulang, aku belum siap bertemu dengannya sekarang." Freya mengurungkan niatnya untuk pulang, ia mengelilingi rumah sakit dan duduk di sebuah tempat duduk di rumah sakit tersebut.
Freya yang merasa kesulitan membawa jaketnya ia memasang jaket tersebut. Lalu memakai tasnya kembali dan duduk dengan tangan yang bertaut yang bertumpu pada lutut.
"Frey ...!" Suara bariton yang tidak asing baginya mengagetkan wanita itu, ia menoleh memastikan pendengarannya.
__ADS_1
"David ... !" gumamnya. Pria itu melangkah mendekati istrinya lalu berdiri di hadapan wanita itu dengan tatapan sendu.
"Ayo pulang!" ucapnya memohon.
Freya hanya mengangguk, lalu berdiri mendahului suaminya tersebut. Begitu sampai di parkiran, David menarik tangan Freya dan membawanya ke mobil yang ia kendarai.
Freya pun hanya diam mengikuti langkah suaminya tanpa protes. David membukakan pintu mobil untuk Freya, lalu menutupnya kembali setelah wanita itu duduk sempurna di samping bangku kemudi.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Mau lanjut nggak?
Jangan lupa dukungannya buat Othor klik like dan komen ya sayang, nggak membutuhkan koin kok tinggal ketak ketik aja Please...
Readers : Cie ... Othor ngemis-ngemis
Othor : habis mau apa lagi? Othor sedih tanpa like dan komen dari kalian 😂
Ngoceh2 nggak apa-apa Othor seneng 😍
Asal jangan bilang
( Othor nggak punya otak, pengen ngehalu tapi halunya itu-itu Mulu, membosankan banget ceritanya)
Jika komennya kayak gitu, itu mah menghina Othor 😢 bukan ngoceh2in pemeran karya Othor. Jika nggak suka tinggalin aja, jangan hina Othor 🙈 Bukan pemaksaan Kok hanya pemanasan aja 🙈
__ADS_1