Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Aku ingin kau mendengarkanku!


__ADS_3

"Dasar cassanova sialan! Hampir saja aku jantungan dibuatnya!" umpat Freya. Gadis itu terlihat sangat emosi karena telah dihina oleh Cantika ~ mantan kekasihnya David.


Sementara di tempat lain, David mengabaikan Cantika. David langsung menutup pintu mobilnya dan mengunci pintu mobil tersebut agar wanita itu tidak bisa masuk ke dalam mobilnya lagi.


"David, buka pintunya! Kau tidak boleh meninggalkanku di jalanan seperti ini! David buka!" teriak Cantika seraya menggedor-gedor pintu mobil David.


Akan tetapi David seakan tuli, pria itu melajukan mobilnya tanpa memerdulikan teriakan Cantika.


"Kurang aja!" umpat Cantika setelah mobil David menjauh. Sementara David hanya tersenyum sinis melihat kekesalan Cantika dari kaca spion mobil.


"Kamu pikir bisa mempermainkanku lagi? Tidak semudah itu, Cantika! Aku bukan pria bodoh," ucap David masih dengan senyum sinisnya.


Setelah bayangan Freya tidak terlihat lagi di spion mobilnya, Kini David memikirkan Freya, tuh yang mana gadis itu melihat dirinya sedang bersama dengan Cantika. "Pasti Freya salah paham, aku akan menemuinya untuk menjelaskan semua," David melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit lebih tinggi, hingga akhirnya pria itu dapat menyusul Freya.


David langsung keluar dari mobil saat melihat Freya baru turun dari taksi. Pria itu langsung menghampiri Freya yang hendak membuka pintu gerbang.


"Frey, dengarkan aku dulu!" ucap David menghalangi Freya untuk membuka pintu gerbang tersebut. Pria itu berdiri di depan Freya hingga mau tidak mau Freya menghentikan langkahnya.


"Apasih maumu?" tanya Freya dengan menatap David tajam.

__ADS_1


"Aku mau kau mendengarkanku!"


"Apa yang harus kudengarkan? Aku tidak mengenalmu dan aku tidak perduli kau mau melakukan apapun!" ucap Freya dengan wajah datar.


"Karena kau tidak mengenalku maka kita perlu berkenalan," ucap David tersenyum seraya mengulurkan tangannya.


"Jika aku tidak mau mengenalmu, apakah kau mau memaksaku?" tanya Freya dingin.


"Aku tidak akan memaksamu untuk berkenalan denganku, tetapi aku akan memaksamu untuk menerima cintaku,"


"Cih! Bertemu 3 kali bilang cinta. Dasar buaya!" umpat Freya. Gadis itu menggeser tubuh David Kasar lalu membuka pintu gerbangnya setelah tubuh David menyingkir.


David mengikutiku langkah Freya. Namun, gadis itu tidak memerdulikan pria itu. Ia tetap melangkah cepat dengan David yang terus mengikutinya dari belakang.


Freya semakin mempercepat langkahnya saat mendengar teriakan kembarannya tersebut, ia tidak mau menjadi yang ketiga diantara mereka berdua, berbeda dengan David yang menyesali karena ikut ke dalam mansion itu, ia lupa bahwa Raya juga ada di sana.


Raya yang sudah dekat dengan pria itu langsung merentangkan tangan dan hendak memeluk pria itu. Namun David langsung menghindarinya hingga tanpa sengaja Raya memeluk Art mansion itu yang hendak pulang. Raya memejamkan mata hingga ia tidak menyadari siapa yang ia peluk.


"Nona, Maaf bibik bau," ucap Pembantu itu. Seketika Raya membuka matanya sambil melotot setelah menyadari bahwa yang ia peluk bukanlah David tetapi pembantu rumah itu.

__ADS_1


Raya langsung menoleh. Namun, sangat di sayangkan David sudah keburu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya tanpa sepengetahuan Raya.


"Bibik ngapain sih?" tanya Raya kesel.


"Bibik tadi lewat Non, tetapi Nona Raya memeluk saya tiba-tiba hingga membuat bibi Kaget," ucap Bibi.


"Ya sudah, sana! Aku mau masuk dulu untuk nyusul Freya," ucap gadis itu.


"Terima kasih, Non!" ucap pembantu dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Sama-sama!" ucap Raya. Gadis itu melangkah untuk menyusul saudara kembarnya.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamu'alaikum Readersku sayang 🥰


Othor tahu yang hadir di Karya ini adalah Readers setia, karena karya ini belum dipromosikan oleh pihak NT.

__ADS_1


Jangan pernah bosan untuk mendukung Othor


Tinggalkan jejaknya ya Sayang 😉


__ADS_2