
Setelah selesai sarapan, Freya mengantar David sampai di depan pintu utama dengan membawa tas kerja milik David.
Freya mengulurkan tangan dengan wajah datar untuk menyalimi pria tersebut. Namun, David yang tidak mengerti maksud Freya, ia hanya mengerutkan kening. Lalu mengeluarkan Black card dan meletakkan kartu itu di tangan Freya.
"Aku tidak meminta ini," ucap Freya datar.
"Lalu?" tanya David bingung.
"Kebiasaan seorang istri jika suaminya mau berangkat kerja apa?" tanya Freya balik.
David tersenyum setelah mengetahui maksud istrinya tersebut. Lalu menerima uluran tangan Freya, sementara Freya mencium tangan David setelah pria itu mengerti maksudnya.
"Ini, ambil lagi!" ucap Freya sambil menyerahkan kartu Black card pada suaminya tersebut.
"Itu hakmu, terserah mau kau apain! Bersenang-senanglah sesuka hatimu menggunakan kartu itu, karena aku bekerja memang hanya untuk keluarga kecilku," ucap David tersenyum.
Freya tersentuh dengan sikap manis David, ia merasa sangat senang, bukan karena kartunya, tetapi karena perhatian David pada gadis itu. "Tidak perlu! Aku memiliki tabungan jika aku memang menginginkan sesuatu," ucap Freya tersenyum tipis.
"Aku tau di sini kau lebih kaya dariku, tapi terimalah agar aku tidak merasa berdosa karena tidak menafkahi istriku sendiri." David menatap Freya dengan senyum yang tak memudar dan senyuman itu berhasil menyentuh hati Freya yang membuat gadis itu teramat bahagia mempunyai suami seperti David yang sangat perhatian.
🍒 Satu bulan berlalu.
Kini hubungan David dan Freya semakin membaik, gadis itu sudah tidak datar seperti sebelumnya. Ia terus mencoba merubah sikapnya agar David tidak merasa dijauhi oleh wanita itu. Namun, hubungan mereka masih hanya sebatas suami istri di atas kertas karena David sama sekali tidak menyentuh Freya.
__________
Freya sibuk berkutat di dapur, wanita itu ingin menyiapkan makan siang untuk dibawa ke kantor David. Ia ingin memberi kejutan pada suaminya tersebut.
"Aku harap kau suka dengan masakanku!" gumam Freya. Wanita itu tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah David. Ia menyadari bahwa ia sudah mencintai suaminya~ orang yang sebelumnya sangat ia benci.
__________
Cassilas corp.
David duduk di kursi kebesarannya. Pria itu tersenyum-senyum sendiri mengingat kebersamaannya dengan Freya. "Apakah aku sudah mencintainya?" gumam David seraya memutar-mutar kursi yang ia duduki.
Tok tok tok ...
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan David. "Masuk!" perintah David.
Pintu ruangan terbuka tampaklah Livia yang sedang tersenyum menatap ke arahnya. Wanita itu melangkah mendekati David, lalu duduk di seberang kursi David tanpa izin dari pria itu.
"Honey, kenapa akhir-akhir ini kau jarang menghubungiku?" tanya Livia dengan suara manja.
"Maaf, aku sibuk!" jawab David datar.
"Kita jalan yuk! Aku sangat merindukanmu," ucap Livia memohon.
__ADS_1
"Maaf Vi, aku tidak bisa," tolak David.
"Apakah kau mulai mencintai istrimu?" tanya Livia menatap David curiga.
Deg
Pria itu tidak tahu harus menjawab apa pada mantan kekasihnya tersebut. Namun, apa yang Livia katakan memang benar adanya.
"Lupakan aku! Carilah kebahagiaanmu sendiri, aku yakin kau akan menemukan pengganti yang lebih baik dariku," ucap David dengan perasaan bersalah karena telah memberinya harapan.
Deg
Wanita itu terkejut mendengar jawaban David, ia tidak terima David berbicara seperti itu hingga wanita itu beranjak dari dan melangkah mendekati David.
"Tatap mataku! Apakah benar cintamu sudah memudar untukku?" tanya Livia seraya memegang kepala David erat.
Tatapan mereka bertemu dengan jarak yang begitu dekat dan membuat David semakin dilema, ia tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan.
"Secepat itukah kau melupakanku?" tanya Livia lagi dengan mata yang mengembun.
David mencoba mengalihkan tatapannya. Namun, tangan Livia semakin kuat memegang kepala David hingga ia tidak bisa memalingkan muka.
David menatap Livia penuh dengan rasa bersalah karena memberinya harapan bahwa ia akan berpisah dengan Freya. Namun, setelah hubungannya dengan Freya dekat ia merasa tidak sanggup jika harus meninggalkan wanita itu, meskipun pernikahan mereka hanyalah sebatas di atas kertas.
"Cepat ceraikan istrimu, sekarang! Aku tidak bisa kehilanganmu lagi," ucap Livia dengan air mata yang mulai menetes.
"Kenapa? Apakah cintamu sudah bukan milikku lagi?" tanya Livia sendu.
"Baiklah, aku jujur. Aku dilema, aku mencintaimu. Namun, aku juga mulai mencintai istriku, aku tidak jika harus kehilangannya," ucap David.
"Bohong, selama ini kau hanya pura-pura mencintaiku. Kau sengaja ingin membuatku terluka karena aku pernah menyakitimu, kau hanya mencintai istrimu, tapi tidak denganku," teriak Livia di ruangan itu.
"Aku tidak berbohong, Aku mencintaimu Livia, aku mencintaimu!" sentak David karena ia merasa bersalah telah membuat Livia menangis.
Jedduarrr ...
Bagai disambar petir di siang bolong, Freya terkejut mendengar ucapan David di balik pintu. Ia baru saja sampai. Ia hendak membuka pintu. Namun, sebelum pintu itu terbuka dengan sempurna, ia mendengar keributan hingga ia memilih untuk tidak masuk. Akan tetapi, sebelum ia melangkah pergi, ia mendengar teriakan David bahwa pria itu mengungkapkan cinta pada wanita lain.
Seketika tenggorokannya tercekat, ia bermaksud mengantar makanan untuk suaminya, karena ia berharap hubungannya akan segera membaik dan melupakan surat kontrak itu untuk memulai semuanya dari awal.
Namun, yang terjadi malah sebaliknya ia mendengar ucapan David, ia merasa terluka karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia tahu betul siapa Livia karena ia mendengarkan cerita Raya pada waktu itu.
Freya pun kembali tanpa menunggu ucapan David yang selanjutnya. Ia tidak sanggup jika harus mendengar David, bahwa pria itu tidak mencintai dirinya. Freya memegang dadanya yang seakan terhantam batu besar, menahan sesak yang bertumpu di dadanya.
"Kenapa aku harus merasakan ini lagi," gumam Freya. Wanita itu memegang dadanya seraya keluar dari perusahaan tersebut.
🍒 Di ruangan David.
__ADS_1
"Kau bilang mencintaiku? Tapi mana buktinya?" tanya Livia.
"Aku memang sangat mencintaimu Livi, tapi itu dulu, aku rasa sekarang dia yang sudah bertahta di hatiku, dan sekarang cintamu padaku mulai memudar," ucap David.
"Maksudmu?" tanya Livia.
"Aku mencintai istriku, melebihi cintaku padamu," ucap David pelan.
"Kau tega David, kau tega!" teriak Livia seraya memukul dada bidang Pria itu.
"Maafkan aku," ucap David menunduk.
"Tidak! Aku tidak terima kau mencampakkanku seperti ini!" teriak Livia dengan air mata yang terus menerobos, membanjiri seluruh wajahnya.
"Aku mohon, please ... lupakan aku, aku tidak bisa melihat air mata kalian karenaku," ucap David frustasi.
"Kalau begitu gampang, kau jadikan aku yang kedua, jadi kau tidak perlu kehilangan istrimu juga," sentak Livia.
"Baiklah, aku akan pikirkan nanti!" ucap David.
Livia tersenyum, lalu menghapus air matanya. "Terima kasih honey, I love you more," ucap Livia. Sementara David tidak menjawab, ia bingung dengan apa yang terjadi di hidupnya.
"Kalau begitu, aku pulang dulu. Pikirkan baik-baik, atau aku sendiri yang akan datang ke mansionmu dan mengatakan tentang hubungan kita," ancam Livia.
Wanita itu melangkahkan kakinya dan keluar dari ruangan tersebut, sedangkan David merasa bersalah karena telah menjanjikan sesuatu pada wanita lain yang akan membuat istrinya tersebut terluka.
"Maafkan aku, Frey! Aku tidak bermaksud untuk menghianatimu. Namun, aku tidak mampu melihatnya terluka karenaku," gumam David penuh sesal.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Semoga puasa kalian lancar 😂
Latihan menjadi orang sabar membaca karya Othor yang sangat menyebalkan ini 🤭🙈
Jangan lupa dukung Othor ya sayang
Like dan komen udah sangat cukup
Thank you 😍
Love you Readersku Sayang 🥰
Muachhh 😘
__ADS_1