
Pria itu mulai membuka gaun yang dipakai Freya, sedangkan Freya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan air mata yang tidak hentinya mengalir deras.
David diluar masih meminta kunci cadangan pada resepsionis hotel, mereka tidak memberikan kuncinya hingga David sangat murka dan mengancam resepsionis itu jika tidak memberikan kuncinya maka mereka akan dipecat dan akan melaporkannya ke polisi jika terjadi sesuatu pada calon istrinya.
Akhirnya resepsionis tersebut memberikan kunci cadangan karena mereka takut akan ancaman David.
Di kamar hotel, Evan sudah berhasil membuka gaun Freya dengan cara kasar hingga gaun gadis tersebut robek dan hanya tinggal daleman saja. Evan yang sudah bernafsu mulai mencumbu Freya dengan tangan yang mulai memegang bukit kembar gadis itu. Freya memejamkan matanya dengan isak tangis dan ketakutan yang dahsyat. Namun, sebelum Evan mencumbu gadis itu, tubuhnya jatuh terjengkang karena mendapat bogem mentah dari seseorang yang tiba-tiba berada di kamar itu.
Bug bug bug ...
David tidak mengehentikan pukulannya karena melihat calon istrinya dilecehkan oleh seseorang yang tidak ia kenal.
"Kurang ajar! Beraninya kau memperlakukan calon istriku seperti ini!" sentak David.
Evan yang mendengar ucapan David, kini tertawa terbahak-bahak dengan sisa tenaga yang ia punya.
"Kau memang calon suaminya, tapi cinta Freya hanya untukku, hanya un-tuk-ku," ucap Evan.
__ADS_1
Emosi David semakin meletup-letup setelah mendengar ucapan mantan kekasih Freya itu, hingga ia memukul pria tersebut membabi buta sampai pria itu tidak sadarkan diri.
David yang sudah meluapkan emosinya kini teringat pada gadis itu, yang diikat erat oleh Evan. David pun melangkah mendekati Freya. Tidak dapat dipungkiri bahwa David sangat bern-fsu melihat pemandangan didepannya.
Namun, sekuat tenaga David menahan nafsu dalam dirinya yang kini kian membuncah. Melihat Freya hanya menggunakan daleman membuat jiwa Cassanovanya kini bangkit.
David duduk di sisi tempat tidur itu. Perlahan David membuka ikatan mulut Freya hingga tangisan pilu gadis itu terdengar menyayat hati dan membuat hati David seakan tercabik, lalu pria itu membuka ikatan kakinya dan yang terakhir David membuka ikatan tangannya.
Freya reflek memeluk David erat, isak tangisnya membuat David tidak tega. Perlahan David membalas pelukan Freya, lalu membelai rambutnya untuk membuat Freya lebih tenang.
Freya terus terisak dalam pelukan David. Gadis itu pun tiba-tiba pingsan dalam pelukan David hingga membuat pria tersebut khawatir dengan keadaannya.
David menyelimuti tubuh Freya dengan selimut, dan menggendongnya ke kamar yang lain, sedangkan Evan langsung dibawa scurity setelah David melaporkan kejadian di kamar hotel tersebut.
Kini David membaringkan Freya di kamar hotel yang telah dipesannya. Pria itu memesan gaun untuk Freya dan meletakkan gaun itu di nakas tempat tidur, agar gadis itu dapat menggunakannya setelah bangun.
David memandang wajah cantik Freya dari sisi tempat tidur dan tanpa sadar ia tersenyum setelah mengingat pelukan hangat Freya.
__ADS_1
"Mimpilah yang indah! Aku pulang dulu!" ucap David sambil menatap Freya yang masih memejamkan matanya.
David beranjak dari tempat tidur itu. Namun, tiba-tiba Freya memegang pergelangan tangan David dan seketika membuat langkah pria itu terhenti dan menoleh padanya.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Masih kurang belum? 😂
Jangan lupa dukungannya
Like, komen dan Vote seikhlasnya 🥰
Thank you 😍
__ADS_1
Muachhh 😘