
Evan menatap Freya intens, mereka duduk saling berhadapan, sedangkan Freya masih memasang wajah datarnya.
"Kau tetap cantik meskipun dalam keadaan marah," ucap Evan.
"Aku tidak butuh pujian dan aku juga tidak punya hak untuk marah karena kau hanya orang asing bagiku!" ucap Freya tersenyum tipis.
"Apa yang bisa ku lakukan untuk membuatmu percaya bahwa aku masih sangat mencintaimu, Frey?" tanya Evan.
"Aku tidak butuh bukti apa-apa, selama ini aku sudah bisa melihat bukti itu sendiri! Jika kau sudah memutuskan untuk memilih dia, maka jangan pernah mengajakku kembali! Jadilah pria bertanggung jawab. Jangan pernah menyakiti orang yang ada di sampingmu sebelum kau menyesalinya." Freya masih memasang wajah datarnya.
"Tapi aku tidak bahagia, Frey!" ucap Evan.
"Bahagia ataupun tidak, itu bukan urusanku! Kau yang telah memilih jalan takdirmu, jika kau ingin bahagia, terimalah takdir yang kau pilih, dan jalanilah dengan ikhlas," ucap Freya.
"Bekerja lah yang profesional, Dokter! Silakan keluar, jika sudah tidak ada yang penting," ucap Freya seraya mengulurkan tangannya.
"Baiklah, jika itu keputusanmu," ucap Evan.
Gadis itu menatap kepergian mantan kekasihnya tersebut. Akan tetapi, matanya mengembun karena ia tidak dapat memungkiri bahwa ia juga masih sangat mencintai pria itu. "Kenapa sesakit ini!" Freya memegang dadanya. Namun, air matanya segera ia hapus sebelum terjun bebas.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Perusahaan Cassilas corp.
__ADS_1
Anton berdiri dengan David yang berada disampingnya. Pria paruh baya itu memperkenalkan David sebagai wakil CEO di perusahaan Cassilas.
David terkejut karena sebelumnya ia hanya meminta menjadi karyawan biasa. Namun, Anton malah menjadikannya sebagai wakil dari pimpinan perusahaan.
David hanya diam setelah para karyawan di perusahaan itu mengucapkan selamat padanya. Setelah semuanya kembali kini hanya tinggal Anton, David dan Leo yang berada di ruangan tersebut.
"Apakah Om Anton tidak terlalu tinggi memberiku jabatan?" tanya David.
Anton tersenyum mendengar pertanyaan David. "Tidak! Toh perusahaan ini akan menjadi milikmu juga pada akhirnya," ucap Anton.
Deg
David menjadi tak enak hati dengan pria paruh baya itu, ia yang awalnya ingin mempermainkan Freya, akhirnya tidak tega karena kebaikan Anton.
"Tidak Om! Aku tidak pantas menerima jabatan ini, aku takut malah mengacaukan perusahaan Om Anton nantinya," ucap David.
"Kau sudah pernah menjadi wakil CEO di perusahaan Daddymu, aku percaya kau bisa diandalkan, selain itu ada Leo yang akan mendampingimu, aku mau fokus mengurus rumah sakit, aku lebih menyukai bekerja di sana!" ucap Anton.
"Sudahlah, kau terima saja! Aku ada meeting siang ini!" ucap Anton.
"Leo antar David ke ruangannya!" perintah Anton.
"Baik, Tuan!" ucap Leo seraya membungkukkan badan.
"Mari Tuan muda." Leo mempersilakan David berjalan terlebih dahulu.
__ADS_1
David pun hanya bisa mengangguk, menuruti keinginan Anton. Sesampainya di ruang kerjanya, David duduk di kursi kerjanya dengan Leo yang berdiri di samping pria itu.
Pria itu menatap isi dari ruangan tersebut yang tertata begitu rapi. Lalu ia langsung mengerjakan tugas-tugas yang ada di meja kerjanya sesuai arahan dari Leo.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
jangan pernah lupa untuk meninggalkan jejak
like, komen dan Vote seikhlasnya ❤️
Thank you 😍
(Nama mantan pacar Freya bukan Adrian ya guys tapi Evan 🙈)
Karena kemaren Othor bikin kesalahan yaitu Typo nama, maka Othor perkenalkan Adrian sebagai Orang yang mengejar Raya hingga ke Paris.
...Adrian wiryatama...
.
__ADS_1