Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Tukar posisi


__ADS_3

"Frey!" panggil Raya. Dua gadis kembar itu sedang berdiri di balkon kamarnya, tetapi kamar mereka bersebelahan hingga mereka bisa menghabiskan waktu di sana hanya berdua setiap malamnya. "Ada apa?" tanya Freya sambil menatap langit yang dipenuhi dengan taburan bintang.


"Aku ingin besok kita tukeran posisi, aku hanya mau tau, apakah Kak David akan tetap mengenali kita?" ucap Raya. Ia juga memandangi keindahan langit di malam itu.


"Memang apa pentingnya?" tanya Freya dengan mengerutkan kening seraya menoleh pada saudara kembarnya tersebut.


"Penting! Aku ingin membuktikan ucapannya bahwa dia akan tetap mengenali kita meskipun dengan dandanan yang sama!" ucap raya juga menoleh membalas tatapan Freya.


"Baiklah, apakah kita juga akan tukaran sikap?" tanya Freya.


"Iya," jawab Raya.


"Berarti besok aku sok kecentilan gitu?" tanya Freya sambil mengerutkan kening.


"Kau sangat menyebalkan Frey!" Raya memanyunkan bibirnya.


"Lho, katanya mau tukeran posisi?" ucap Freya.


"Iya, memangnya aku kecentilan?" tanya Raya cemberut.


"Masak kamu nggak ngerasa kalau kamu itu kecentilan sama cassanova sialan itu?" tanya Freya balik.


"Terserah kamu, deh! Yang penting besok kita buktikan, aku juga ingin tahu, sejauh mana daddy and mommy mengenal kita," ucap Raya tersenyum usil.


"Ya jelas mereka akan mengenali kita lah!" ucap Freya.


"Kita buktikan saja!" ucap Raya menaik turunkan alisnya.


"Ya sudah aku tidur duluan, bye!" ucap Freya. Gadis itu beranjak meninggalkan Raya yang masih tersenyum-senyum sendiri.


"Semoga mimpi hantu," ucap Raya.


"Kamu tuh hantunya," balas Freya seraya menutup pintu kamarnya.


"Dasar menyebalkan!" Raya juga melangkah ke kamarnya karena sudah larut malam.


************


Keesokan harinya.

__ADS_1


"Frey, bangun!" Raya mengguncang-guncang tubuh Freya.


"Bangun, Frey!"


Freya yang mendengar suara saudara kembarnya, mengerjap-ngerjapkan mata. Setelah kesadarannya kembali, gadis itu langsung berteriak.


"Raya ... !" teriak Freya. Namun, Raya langsung membekap mulut saudara kembarnya.


"Ngapain kamu ada di sini dan kamu masuk lewat mana?" Freya menatap Raya tajam. Bagaimana Freya tidak terkejut kalau wanita itu selalu telanjang saat tidur.


"Dari dulu ke biasaanmu tidak pernah berubah, untung kamar ini kedap suara." Raya memanyunkan bibirnya.


"Kau keterlaluan Ray! Kau masuk kamar orang tanpa izin." Freya melilitkan selimut pada tubuhnya.


"Ya sudah sana mandi!" ucap Raya.


Freya tidak menjawab, ia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah beberapa saat kini Freya sudah selesai dengan ritual mandinya. Gadis itu melangkah menuju meja rias.


"Biar aku yang memoles make up nya," ucap Raya.


"Kalau aku bilang mau tukeran, ya harus tukeran!" ucap Raya.


"Iya, iya!" ucap Freya pasrah.


"Nih pakai gaunku!" perintah Raya.


"Emang harus segitunya?" tanya Freya.


"Harus dong!"


"Ya sudah, sini!" Freya mengambil gaun yang di berikan Raya lalu memakai gaun tersebut.


Beberapa saat kemudian Raya mendandani saudara kembarnya ala-ala dirinya, yang awalnya Rambut Freya bergelombang, ia luruskan hingga setelah Freya bercermin ia tidak melihat dirinya lagi di wajah tersebut.



"Amazing." Raya puas dengan hasil riasannya.

__ADS_1


"Sekarang giliranku," ucap gadis tersebut.


Raya mengambil baju Freya di lemari dan merias dirinya sendiri seperti Freya. Ia membuat rambutnya bergelombang seperti Freya hingga tampilan gadis itu sama persis dengan saudara kembarnya tersebut.



"Sudah seperti kamu belum?" tanya Raya pada saudara kembarnya.


"Iya, aku akui kalau kamu memang hebat dalam mengubah tampilan!" ucap Freya datar.


"Kamu jangan pasang wajah datarmu itu. Senyum!" perintah Raya.


Freya tersenyum tipis.


"Bukan begitu!" ucap Raya kesal. Gadis itu memanyunkan bibir. "Senyum yang lebar!" perintahnya lagi.


Freya melebarkan senyumnya. Namun, masih terlihat kaku. "Kamu itu ya Frey! Senyum aja susah banget. Senyum yang ikhlas jangan kayak orang terpaksa gitu!" perintah Raya lagi.


"Bawel banget," ucap Freya memutar bola matanya malas. Gadis itu keluar karena jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi.


"Kamu mau kemana?" Raya menarik rambut saudara kembarnya.


"Apaan sih?" Freya memegang tangan Raya yang seenaknya saja menarik rambut gadis itu.


"Aku mau sarapan, aku ke kampus hari ini!" ucap Freya.


"Aku juga mau ke kampus baruku, ya sudah kita barengan aja!" ucap Raya.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku Sayang 🥰


Jangan pernah lupa untuk dukung Othor


Klik like, komen dan Vote seikhlasnya


Thank you 😍😘

__ADS_1


__ADS_2