Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Hatiku milik Freya


__ADS_3

Freya menyuapi suaminya dengan wajah datar tidak ada sedikit pun senyum untuk suaminya tersebut. Sementara David sangat bahagia mendapat kesempatan dari Freya dan ia berjanji akan segera meluruskan masalahnya.


Tidak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu di kamar tersebut hingga Freya menghentikan suapan untuk suaminya.


"Masuk ... !" ucap Freya datar.


"Maaf Tuan, Nona, di luar ada tamu katanya mau menjenguk Tuan David!" ucap seorang ART berdiri di ambang pintu.


"Honey ... !" panggil Livia yang tiba-tiba masuk ke kamar itu tanpa izin.


"Mau apa kau ke sini?" tanya David dingin. Sementara Freya hanya diam menatap langkah Livia datar tanpa ekspresi.


"Aku tadi dengar kabar, kalau kamu sedang sakit, maaf aku ke sini tanpa mengabarimu," ucap Livia tersenyum manja.


"Aku pergi ke rumah sakit dulu!" ucap Freya dingin. Wanita itu beranjak, tapi David tiba-tiba menegang pergelangan tangannya. "Jangan pergi!" ucap David dengan sorot mata memohon.


"Selesaikan urusanmu dengannya, hari ini aku ada jadwal di rumah sakit." Freya melepaskan tangannya dari genggaman David perlahan.


"Honey ... ! Di sini sudah ada aku, ngapain kau menahan istrimu yang tidak berguna itu," ucap Livia dengan senyum mengejek.


"Berguna ataupun tidak, yang penting aku bukan penggoda suami orang!" ucap Freya dengan tersenyum sinis. Lalu melangkah meninggalkan kamar itu.


"Kurang ajar!" umpat Livia. Akan tetapi, wanita itu menahan kekesalannya untuk mencari muka di depan David.


"Apa itu istrimu yang mulai kau cintai dan kau banggakan?" tanya Livia menatap David penuh penekanan.


"Freya tidak akan berkata kasar jika kau tidak memulainya lebih dulu," jawab David dingin.

__ADS_1


"Kau lebih membelanya?" tanya Livia tidak percaya.


"Sudahlah, aku males berdebat denganmu!" ucap David. Pria itu berbaring lalu memejamkan matanya.


"Honey, pokoknya kau tidak boleh mencintai istrimu, kau hanya boleh menjadi milikku!" ucap Livia seraya mendekati David.


"Honey, jika kau sudah sembuh kau harus menepati janjimu untuk menikahiku, kau tidak boleh meninggalkanku begitu saja!" ucap Freya.


"Aku butuh istirahat, lebih baik kau pergi sekarang dari mansion ini, dan satu hal lagi, aku tidak pernah berjanji untuk menikahimu, kau sendiri yang memaksaku untuk berada dipilihan sulit itu hingga aku merasa ilfil padamu karena aku merasa tertekan," ucap David.


"Tapi kau bilang kau akan memikirkan nanti, apakah ini jawabannya?" tanya Livia dengan wajah kecewa.


"Iya, ini jawabannya. Aku memilih untuk mempertahankan istriku, karena aku baru sadar bahwa hatiku sepenuhnya milik Freya bukan kamu," ucap David seraya menutupi seluruh tubuhnya.


"David ... ! Bangun! Aku tidak terima diginiin, bangun enggak!" ancam Livia dengan wajah merah padam karena menahan amarah.


"Apaan sih Vi?" ucap David malas. Pria itu membuka selimutnya kembali setelah wanita itu mengguncang tubuhnya.


"Ya sudah sana! Jika kau mau bunuh diri. Itu hakmu dan itu bukan urusanku lagi," ucap David males.


"Secepat inikah kau melupakanku?" tanya Livia tidak percaya.


"Ya, karena sikapmu itulah yang membuatku sadar bahwa cintaku hanya untuk Freya. Aku nyaman saat bersamanya. Beda ketika bersamamu, aku selalu merasa tertekan setiap bertemu denganmu," ucap David menatap Livia tajam.


"Tertekan?" tanya Livia dengan suara parau. Wanita itu tidak percaya bahwa orang yang ia cintai mengucapkan hal seperti itu, padahal ia hanya ingin memperjuangkan cintanya.


"Aku begini karena tidak ingin kehilanganmu, Vid! Kau berubah, kau bukan seperti Davidku yang dulu!" teriak Livia dengan air mata yang mengalir di pipinya.

__ADS_1


"Kau juga bukan Livia yang dulu. Dulu Livia tidak pernah menekanku, dulu Livia lemah lembut, dulu Livia tidak egois, dulu Livia tidak suka merendahkan dan menghina orang lain, tapi sekarang semua itu tidak ada pada dirimu, kamu sadar nggak sih?" tanya David dengan mata yang seakan ingin menerkam.


"Kau yang membuatku begini Vid, aku mencintaimu. Namun, sekarang kau tidak mau memperjuangkanku dan dengan teganya kau mengusirku dari hidupmu hanya demi perempuan yang baru kau kenal," teriak Livia dengan penuh emosi.


"Aku tersiksa bertahun-tahun karenamu, Vi! Seandainya dulu kau tidak pergi, mungkin saat ini kau yang menjadi istriku." David mendesah.


"Akan tetapi, semua kini telah berubah dan itu bukan keinginanku, aku mencintai istriku tanpa sengaja dan aku melupakanmu juga karena kau yang meninggalkanku terlalu lama hingga hatiku terisi oleh wanita lain, dan sekarang kau datang hanya untuk menyalahkanku?" tanya David menatap Livia seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Aku capek ngomong sama kamu Vid, aku pulang dulu, tapi jangan harap bahwa aku akan menyerah begitu saja," ucap Livia menatap David tajam.


Wanita itu mengambil tasnya yang ia letakkan di nakas, lalu pergi dengan membawa sejuta emosi dari kamar itu.


......💋💋💋💋💋......


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Sekarang Othor update pagi karena nanti siang Othor ada acara 🥰


Maafin Othor jika alur tidak sesuai dengan keinginan kalian, komen kalian beda-beda 😂


Ya Wes Othor mau bikin sesuai alur Othor aja ya! 🥰


Jika ada yang kurang menyukai alur yang Othor bikin, nggak apa-apa jika mau mencari bacaan yang lebih layak karena Othor tidak mau memaksa siapapun untuk tetap bertahan 🥰


Thank you atas dukungan kalian

__ADS_1


love you All ❤️


Muaachhhh ... 😘


__ADS_2