Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Freya Reyes Cassilas


__ADS_3

Kini David dan Livia duduk bersebrangan, dengan David yang menatap Livia tajam. "Cepat katakan! Aku tidak punya banyak waktu untuk bicara hal yang tidak penting!" ucap David.


Livia menatap David sendu dengan air mata yang masih saja terus menetes. "Sebenarnya dulu aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu, aku dipaksa menikah oleh ayah tiriku dengan orang yang tidak pernah ku kenal sebelumnya, aku di kurung bahkan aku tidak dibiarkan untuk memegang ponsel sedikit pun hingga aku tidak bisa menghubungimu."


"Aku mencoba untuk kabur. Namun, usahaku sia-sia, hingga akhirnya aku menikah dengan seseorang yang sangat kejam. Aku mencoba untuk menerima pernikahan itu. Namun, dia selalu menyiksaku karena ia menikahiku hanya untuk dijadikan pembantu." Livia menghapus air matanya yang terus saja mengalir.


"Akan tetapi, pada suatu ketika dia bangkrut dan menjualku pada seorang pria kaya raya. Aku beruntung di jual padanya karena aku dibebaskan setelah itu dan sampai saat ini aku masih bekerja dengan orang yang membeliku dari suamiku sendiri," ucap Livia seraya menundukkan kepalanya.


Seketika hati David melunak mendengar cerita orang yang pernah bertahta dihatinya itu. Ia menatap Livia prihatin dan membantu menghapus air matanya.


"Apakah benar apa yang kau ceritakan?" tanya David dengan suara yang mulai melunak.


Livia mengangguk cepat dengan air mata yang terus saja menetes tanpa bisa ia bendung. "Maafkan aku!" ucap Livia seraya memegang tangan David.


David mengangguk, ia merasa sangat lega setelah mengetahui tentang kebenaran menghilangnya Livia, dan pria itu pun membalas genggaman tangan wanita itu dengan tersenyum kaku.


Livia berbinar setelah David menerima permintaan maafnya. "Terima kasih, David! Terima kasih!" ucapnya.


"Jika kau memaafkanku, apakah kau akan menerimaku kembali?" tanya Livia penuh harap.


Deg.


Entah perasaan apa yang pria itu rasakan. Ia dilema, apakah ia harus menerima mantan kekasihnya kembali? Atau melanjutkan pernikahannya dengan Freya~ orang yang dijodohkan oleh orang tuanya itu.

__ADS_1


"Aku sudah menikah," jawab David jujur. Suaranya tercekat, ia tidak tega untuk menyakiti Livia. Namun, pria itu lebih memilih jujur dibandingkan hidup dengan kebohongan.


Livia menggeleng dengan air mata yang menerobos kembali, ia tidak percaya bahwa orang yang dicintainya itu sudah menjadi milik orang lain. "Kau jangan bercanda, Vid! Ini tidak lucu!" ucap Livia tidak percaya.


"Aku dijodohkan dengannya, dan aku tidak punya alasan untuk menolak perjodohan itu," ucap David datar.


Livia yang mendengar jawaban David, kini berbinar kembali. "Apakah kau menikahinya bukan karena cinta?" tanya Livia dengan senyum mengembang.


"Iya, aku tidak mencintainya. Namun, aku tidak bisa meninggalkannya karena dia pilihan orang tuaku," ucap David dengan senyum kaku.


"Apakah masih ada harapan, agar kau bisa menjadi milikku kembali?" tanya Livia penuh harap.


"Aku tidak tau apa yang ku rasakan untuk saat ini, jika kau memang jodohku kau pasti akan kembali di sisiku dengan cara apapun," ucap David.


David terkejut mendengar permintaan mantan kekasihnya. "Maaf, aku tidak bisa. Aku takut tidak bisa adil," tolak David halus.


Deg


Seketika hati wanita itu terhempas, ia merasa kecewa akan penolakan David. Ia berpikir bahwa cinta pria itu utuh, sama seperti sebelum wanita itu menghilang.


"Apakah tidak ada cinta lagi untukku?" tanya Livia dengan wajah menunduk.


"Jujur saja, aku masih sangat mencintaimu. Namun, aku tidak tega untuk menyakiti Freya!" ucap David dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


"Oh, jadi nama istrimu Freya?" tanyanya seraya terus mencoba menghapus air matanya.


"Iya, Freya Reyes Cassilas," jawab David datar.


Deg


Wanita itu terkejut mendengar nama panjang Freya, karena ia tahu betul keluarga Cassilas adalah salah satu orang terkaya di negara itu. "Jadi kau bekerja di perusahaan istrimu?" tanya Livia penasaran.


"Ya, kau benar! Istriku adalah putri dari Antonio Reyes Cassilas, aku bekerja di sana sebagai pengganti mertuaku." David hanya menatap mantan kekasihnya itu dengan senyum tipis.


"Apakah aku bisa merebutnya, sedangkan lawanku bukan wanita sembarangan," batin Livia.


...💋💋💋💋💋...


...TBC ...


Assalamualaikum Readersku Sayang 🥰


Othor siap-siap kabur sebelum babak belur 🤣


Othor merem 🙈


Ayo keluarkan uneg-unegnya! Othor merem, pokonya Othor mau merem besok seharian 😂🙈

__ADS_1


🏃🏃🏃🏃🏃


__ADS_2