
"Apakah kau mencintai Kak David?" tanya Raya tanpa basa-basi.
"Kalau bilang aku mencintainya itu tidak mungkin, karena kami belum kenal dengan begitu dekat, jujur saja aku tidak terlalu menyukai dia. Selain karena kita dijodohkan aku juga tidak menyukai dia karena statusnya yang terkenal sebagai cassanova," ucap Freya.
"Kenapa Kau tidak berusaha menolak perjodohan ini? Aku mohon Freya tolong tinggalkan Kak David untukku! Aku mencintainya sejak dulu, tetapi dia tak pernah menatapku sedikitpun," ucap Raya memohon.
Deg.
Freya terkejut, ia tidak pernah menyangka bahwa kembarannya itu menyukai orang yang telah dijodohkan dengannya.
"Jadi pria yang pernah kau ceritakan padaku itu adalah David? Bukankah dia seorang Cassanova? Kenapa kau jatuh cintai pada orang seperti itu?" tanya Freya bingung.
Menurut Freya seorang Cassanova tidak pantas dicinta karena mereka tidak akan pernah bisa setia pada pasangannya.
"Kau tidak terlalu mengerti tentang Kak David, jika kau mengenalnya lebih dekat, aku yakin kau juga akan sulit untuk melepas," ucap Raya tersenyum seraya mengingat wajah tampan David.
"Jika kau menyukainya, maka aku akan bilang sama Daddy kalau perjodohan ini dilanjutkan dengan kamu yang menjadi calon istrinya David," ucap Freya.
"Aku akan kembali besok ke Paris, dapatkan hatinya agar cintamu tidak bertepuk sebelah tangan," ucap Freya datar.
"Terima kasih, Frey! Aku sangat menyayangimu," Raya memeluk saudara kembarnya erat dengan senyum mengembang.
"Tapi bagaimana kalau Daddy menolak permintaanmu?" tanya Raya cemas.
"Daddy tidak akan menolak jika kau berhasil mendapatkan hati David, Daddy bukan memihak padaku! Tapi dia menuruti keinginan David, jika kau berhasil membuat David jatuh cinta padamu maka kemungkinan besar keluarga kita akan menyetujuinya," ucap Freya tersenyum tipis.
"Frey, apa aku mengubah penampilanku saja ya? Biar Kak David menyukaiku?" tanya Raya.
"Maksudnya?" Freya menaikkan sebelah alis.
"Aku rubah penampilanku seperti kamu, kayaknya Kak David tertarik padamu karena kau berpenampilan feminim beda denganku yang cenderung tomboy," ucap Raya.
"Apakah kau akan nyaman dengan tampilan seperti itu? Menurutku lebih baik kau mengejar cintanya dengan karaktermu, agar dia mencintaimu apa adanya bukan karena perubahan sikap dan penampilanmu yang baru, yang mungkin kau tidak akan nyaman dengan perubahan itu."
"Selama ini aku selalu berjuang, Frey! Tapi dia selalu menjauhiku dengan alasan bahwa dia menganggapku seorang adik," ucap Raya sendu.
__ADS_1
"Percayalah Ray! Jika garis takdirmu memang bersamanya maka aku yakin pasti cintamu akan menemukan jalannya," ucap Freya tersenyum tipis.
"Jika takdirnya bersamamu?" tanya Raya.
Deg
Freya terkejut mendengar ucapan Raya. Namun, ia tetap tidak menunjukkan keterkejutannya pada kembarannya itu.
"Jika dia takdirku, maka aku juga tidak akan bisa menghindarinya apalagi menolak takdir. Jika kau mencintainya dan tidak bisa memilikinya, aku juga yakin bahwa Tuhan menyiapkan jodoh untukmu yang lebih baik," ucap Freya.
"Aku akan berusaha menyatukan kalian, tetapi aku tidak bisa berjanji. Jodoh sudah ditentukan sejak kita dalam kandungan, jadi aku tidak akan bisa merubah itu sekuat apapun aku berusaha," lanjut Freya.
"Baiklah, aku akan berusaha mendapatkan Kak David dengan jati diriku sendiri tanpa berpura-pura menjadi orang lain." Raya tersenyum penuh semangat.
"Astaga Frey, aku lupa menyuruh Kak David masuk, dia ada di depan." Raya langsung lari ke arah pintu apartemen.
...❤️❤️❤️❤️❤️ ...
Sementara di luar apartemen, David menunggu Raya yang katanya mau membantunya untuk menemui Freya. Namun, 30 menit berlalu gadis itu tidak kunjung datang.
Suara ponsel David bergetar.
"Ada apa kau menghubungiku sepagi ini!" bentak David pada sahabatnya di sebrang telpon.
"Aku mau membicarakan tentang usaha yang akan kau bangun. Ada donatur yang ingin bertemu denganmu!" ucap Raka.
"Baiklah! Aku ke sana," ucap David. Pria itu langsung melangkah meninggalkan apartemen tersebut.
"Kak David aku... " ucapan Raya terhenti saat tidak melihat David di depan pintu apartemen.
"Kak David kemana?" gumam Raya membuka pintu apartemen.
"Kenapa aku bodoh sekali? Seharusnya aku mengajaknya masuk tadi!"
*********
__ADS_1
"Selamat pagi, Tuan!" ucap donatur seraya mengulurkan tangannya.
"Pagi," ucap David datar sambil menjabat tangan Donatur tersebut.
1 jam Berlalu, David menyudahi meetingnya. Setelah itu donatur tersebut pergi meninggalkan David dengan Raka berdua.
"Kau mau membangun perusahaan di mana?" tanya Raka.
"Aku akan membangun usahaku di Paris," ucap David datar.
"Bukankah kau mau membangun usaha di sini?" tanya Raka mengerutkan kening.
"Aku ingin membangun perusahaan di sana karena mungkin aku akan lebih banyak menghabiskan waktu di paris." David tersenyum tipis.
"Kau jangan terlalu banyak bermain-main Vid! Bangunlah usahamu dengan serius!" ucap Raka menatap sahabatnya jengah.
"Aku tidak main-main, di Paris aku akan lebih belajar mandiri tanpa bantuan Daddy, dan untuk sementara waktu, aku akan bekerja di perusahaan Om Anton," ucap David.
"Aku lelah bicara denganmu Vid! Sepertinya kau tidak benar-benar serius untuk membangun perusahaan!" ucap Raka.
"Sekali lagi, aku ingin buktikan bahwa aku bisa mendapatkan apapun yang ku Mau!" ucap David.
"Jangan jadikan kepergian Cantika sebuah alasan. Tidak semua perempuan seperti dia," ucap Raka.
"Aku tidak ingin membahasnya."
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Selamat malam Readersku sayang 🥰
Jangan lupa tinggalkan jejaknya. Like, Komen, dan Vote seikhlasnya 🙈
Othor selalu nunggu dukungan kalian ❤️
__ADS_1
THANK YOU 😍