Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Dua kali dihianati


__ADS_3

"Frey!" panggil Raya saat melihat saudara kembarnya baru turun dari mobil. Freya pun menoleh mendengar panggilan dari kembarannya tersebut.


"Adrian, aku duluan! Aku mau menemui saudara kembarku dulu!" ucap Raya tersenyum.


"Nanti siang aku jemput," ucap Andrian dengan senyum lembutnya. Pria itu duduk di kursi kemudi dengan Raya yang sudah keluar dari mobil tersebut.


Raya hanya mengangguk dan tersenyum menatap pria itu. Sementara Adrian langsung memutar balik mobilnya dan meninggalkan halaman universitas tersebut.


Setelah melihat kepergian Adrian, Raya langsung menghampiri Freya yang masih berdiri di dekat pintu mobilnya.


"Ayo masuk!" ajak Raya tersenyum.


Freya hanya menganggukkan kepala seraya beranjak dan berjalan beriringan dengan saudara kembarnya tersebut.


...__________________...


Cassilas corp.


Kini David duduk di bangku kebesarannya, pria itu bekerja dengan sangat baik hingga Anton pun puas dengan hasil kerja menantunya itu dan berencana untuk mengangkat David sebagai CEO di perusahaan tersebut.


Setelah beberapa saat pria itu berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya, kini ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Silakan masuk!" perintah David.


Leo muncul dari balik pintu, lalu melangkah mendekati David dan berdiri menghadap pria itu.


"Silakan duduk!" perintah David seraya mengulurkan tangannya.


"Terima kasih, Tuan muda!" ucap Leo.

__ADS_1


Pria itu duduk di kursi yang ada di seberang David.


"Apa ada yang ingin Om Leo sampaikan?" tanya David seraya menatap Asisten mertunya itu dengan senyum lembutnya.


"Tuan muda, maaf ada klien yang ingin membicarakan kerjasama dengan Anda nanti siang, apakah anda menyetujuinya?" tanya Leo menatap David yang masih menatapnya datar.


"Konfirmasi saja! Aku tidak ada pertemuan di jam makan siang nanti." David menjawab Leo dengan senyum yang tak memudar.


"Baik Tuan, kalau begitu aku mau ke ruanganku dulu!" ucap Leo dengan wajah datar.


"Silakan!" jawab David seraya mengulurkan tangannya. Leo pun mengangguk dan beranjak, meninggalkan ruangan tersebut.


...___________________...


Kini dua gadis kembar itu sudah menyelesaikan tugas-tugasnya di Universitas tersebut. Mereka berjalan beriringan menuju parkiran.


"Entahlah, bagiku bahagia itu belajar ikhlas, ikhlas dengan jalan takdir, meskipun semuanya tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan." Freya tersenyum tipis.


"Belajarlah mencintainya! Karena tidak semua orang seberuntung kamu." Raya tersenyum, sedangkan Freya hanya mendengarkan kembarannya tersebut.


"Dia sebenarnya orang yang sangat baik, dia seperti itu karena pernah kehilangan seseorang yang sangat dicintai, dia dulunya tipe orang yang sangat setia, hanya saja Kak David dihianati kekasihnya sampai dua kali, hingga Kak David menganggap semua wanita itu sama," ucap Raya melanjutkan ceritanya.


"Dihianati dua kali? Maksudnya gimana?" tanya Freya sambil mengerutkan kening dan mulai penasaran dengan kisah suaminya itu hingga menjadi seorang cassanova.


Raya menerawang mengingat masa lalunya. "Dulu Kak David punya pacar sewaktu kuliah. Namun, entah kemana pacar pertamanya Kak David tidak tau, ia menghilang tanpa kabar. Kak David lama terpuruk. Akan tetapi, kehadiran Cantika membuat Kak David melupakan Livia dan menggantikan posisi Livia dihatinya."


"Setelah itu, Kak David menjalani harinya penuh semangat karena Cantika selalu menemani Kak David. Akan tetapi, Cantika mulai menjauh dari Kak David entah karena apa, dan pada suatu ketika Kak David memergoki Cantika melakukan hubungan intim dengan seorang Pria hingga Kak David berubah menjadi tipe pria yang seperti itu." Raya menundukkan kepalanya.


"Aku yakin, kau bisa mengubah sifatnya jika kau bisa membuktikan bahwa semua wanita tidak sama seperti Livia maupun Cantika," ucap Raya tersenyum lembut seraya menatap saudara kembarnya itu.

__ADS_1


"Apakah aku bisa?" tanya Freya ragu.


"Aku yakin kau bisa, kau akan merasa damai bersamanya jika kalian saling mencintai." Raya tersenyum.


"Bagaimana denganmu?" tanya Freya.


"Aku sudah mengikhlaskannya, mungkin saat ini aku harus belajar mencintai orang yang selalu kusakiti sejak dulu!" ucap Raya.


"Siapa?" tanya Freya penasaran.


"Suatu saat, kau akan tau sendiri!" jawab Raya sambil tersenyum dan membayangkan wajah Adrian.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Bagaimana puasa kalian? Semoga lancar ya!


Jangan pernah bosen untuk dukung Othor


meskipun Othor updatenya sedikit 🙈


Klik like dan komen ya Sayang 😉


Love you ❤️


... Muachhhh... 😘...

__ADS_1


__ADS_2