Pemikat Hati Sang Cassanova

Pemikat Hati Sang Cassanova
Kewajiban


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Freya merasa ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya. Ia membuka selimut, lalu balik badan perlahan dan tampaklah David yang masih memejamkan mata sambil memeluknya erat layaknya bantal guling.


Freya tersenyum saat menatap wajah tampan David. Wanita itu reflek membelai rambut suaminya hingga membuat pria itu menggeliat seakan ada yang mengganggunya.


Freya yang menyadari bahwa suaminya terganggu. Ia langsung pura-pura tidur kembali agar suaminya tersebut tidak mengetahui apa yang ia lakukan.


David mengerjap-ngerjapkan mata, ia melihat posisinya yang sedang memeluk Freya. Pria itu pun reflek menjauhkan tubuhnya dari gadis tersebut setelah menyadari bahwa ia sedang memeluk Freya bukan bantal guling.


"Astaga kenapa aku sampai memeluknya, bisa-bisa nanti dia ngamuk kalau sampai dia tau kelakuanku," batin David.


David langsung beranjak dan melangkah menuju kamar mandi, sedangkan Freya membuka matanya perlahan dan menatap langkah David sampai menghilang dibalik pintu.


Entah perasaan apa yang Freya rasakan, ia merasa teriris saat melihat tingkah David yang langsung menjauh saat mengetahui bahwa pria itu sedang memeluk dirinya.


Wanita itu bangun dari tempat tidur dan beranjak menuju lemari, lalu menyiapkan pakaian untuk suaminya tersebut.


Setelah itu ia mengikat rambutnya dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.


Setelah beberapa saat, David sudah selesai membersihkan diri, ia melihat tempat tidur yang sudah tertata rapi dan Freya pun sudah tidak ada di sana. Namun, ia langsung tersenyum setelah mengetahui bahwa Freya juga sudah terbiasa menyediakan pakaian ganti.


"Meskipun sikapmu dingin, ternyata kau sangat baik dan perhatian, Frey! Aku tidak pernah menyangka di balik sikap Arrogant mu, ternyata tersimpan banyak keistimewaan," gumam David dengan senyum yang mengembang. Pria itu langsung memakai pakaiannya dan langsung pergi menuju dapur untuk mencari sang istri.

__ADS_1


David melihat Freya yang masih sibuk menata sarapan di meja makan, ia melihat Freya berdiri dengan rambut yang dikuncir kuda yang membuat pria itu tergoda saat melihat leher jenjangnya. David mendekat, entah dorongan dari mana pria itu memeluk Freya dari belakang.


Deg


Freya terkejut saat merasakan sebuah tangan yang memeluknya dari belakang, ia kenal betul dengan aroma maskulin yang menyeruak di indra penciumannya, tanpa sadar Freya tersenyum meskipun sangat tipis hingga David tidak menyadarinya.


"Kau tidak perlu menyiapkan semua ini untukku! Di sini ada pembantu. Kau cukup melayani keperluanku di kamar saja," ucap David di dekat daun telinga Freya.


Freya tidak menjawab. Namun, hatinya seakan dipenuhi kupu-kupu yang sudah siap untuk terbang. Ia sangat bahagia mendapat perhatian dari suaminya tersebut.


David meregangkan pelukannya karena tidak mendapat jawaban dari Freya, ia takut istrinya marah karena memeluknya tanpa izin.


"Maaf, aku lancang!" ucap David menjauh dari tubuh Freya.


Gadis itu bingung harus menjawab David bagaimana, ia sangat merasa grogi dan salah tingkah saat dekat dengan pria itu. Namun, Freya cukup cerdas untuk menyembunyikan semua keanehan tersebut.


Setelah itu, David mengambil kursi dan duduk di tempat yang biasa ia duduki. Lalu Freya mengambilkan sarapan untuk suaminya tersebut.


"Terima kasih," ucap David tersenyum.


"Tidak perlu berterima kasih, karena ini memang kewajibanku!" jawab Freya masih dengan wajah datarnya.


"Jika aku memintamu kewajiban yang lain, apakah kau akan memenuhinya?" tanya David. Pria itu sengaja ingin mengusili istrinya tersebut.

__ADS_1


"Kenapa tidak! Aku tahu, setiap perintah suami adalah kewajiban istri kecuali disuruh maksiat," jawab Freya datar.


"Jika aku memintamu untuk melayaniku di ranjang, apakah kau juga akan memenuhinya?" tanya David tersenyum seraya menatap Freya intens.


Deg


Freya terkejut mendengar pertanyaan David, hingga ia bungkam, ia tidak tahu harus menjawab apa dan memilih diam. "Kenapa tidak menjawab?" tanya David penuh penekanan.


"Makanlah! Tidak baik jika makan sambil berbicara," ucap Freya datar.


Sebenarnya Freya bukan tidak mau. Akan tetapi, ia mengingat tentang surat kontrak yang sudah ia dan David tanda tangani.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Selamat pagi 😂


Jangan pernah bosan untuk mendukung Othor yang sangat menyebalkan ini 😂


Like and komen seperti biasa

__ADS_1


Thank you 😘


__ADS_2