
Kedua gadis kembar itu keluar bersamaan. Seketika keduanya terkejut saat melihat seseorang yang tak asing sedang berbincang-bincang dengan daddynya di halaman mansion itu.
"Dad, kita berangkat dulu!" ucap Freya tersenyum. "Eh Kak David, Kak David sudah lama di sini?" tanya Freya mendekat, agar David tidak mencurigainya bahwa gadis itu sedang bertukar posisi.
Raya yang melihat pemandangan itu serasa terbakar akan cemburu. Namun, ia berusaha menahan diri dan bersikap datar layaknya Freya.
"Biar David yang mengantar kalian!" perintah Anton.
"Kak David, mau ngantar kami?" tanya Freya tersenyum manis berusaha menahan kekesalan pada pria itu. Namun, Freya tetap menjaga jarak agar tidak tersentuh dengan David.
David menatap Raya intens. Raya yang ditatap berusaha bersikap datar, meskipun gadis itu rasanya sudah ingin memeluk pria pujaan hatinya.
"Ya sudah Kau duduk di depan saja!" ucap David tersenyum.
"Tidak, Kak! Biar Freya saja! Kak David 'kan dijodohkan dengan Freya bukan aku." Freya berusaha sebaik mungkin untuk menjadi Raya.
"Nggak apa-apa, aku takut Freya nggak nyaman duduk di depan bersamaku, jadi lebih baik kau saja yang di depan!" perintah David menatap Freya dengan senyum manisnya.
"Sial," umpat Raya. "Tau gini aku nggak bakal tuker posisi, tapi mau gimana lagi, bisa-bisa daddy marah kalau dia sampai tahu bahwa kami mengerjainya tadi," batin Raya.
"Aku duduk dibelakang," ucap Raya datar. Gadis itu menahan kekesalan karena Rencananya tidak berjalan dengan apa yang diinginkan.
__ADS_1
David membukakan pintu untuk Freya membuat Raya semakin kepanasan. "Apakah Kak David tau kalau kami tukar posisi?" batin Raya. "Ah tidak mungkin, daddy saja tidak mengenali kita."
David melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia melihat ke samping dan melihat ke belakang juga.
Suasana di dalam mobil itu hening, David tersenyum tipis saat melihat kedua gadis kembar itu. "Ray, kamu mau nggak makan siang denganku?" tanya David tersenyum sesekali menatap Freya.
"Aku masih ada urusan di Kampus, Kak! Mending Kakak ngajak Freya saja!" ucap Freya sok kecentilan ala-ala Raya.
Raya hanya bisa diam mendengar obrolan keduanya karena ia tidak ingin penyamarannya terbongkar.
"Ya sudah, aku makan siang di kantor saja! Toh Freya nggak bakal mau," ucap David.
Raya Sebenarnya ingin bilang mau. Namun, setelah dipikir Freya nggak mungkin bilang begitu, jika ia bilang 'mau' maka sama saja dia membongkar penyamarannya sendiri.
"Ray, kamu selesai kuliah jam berapa? Biar aku yang menjemputmu nanti!" ucap David menatap Freya.
"Dasar cassanova sialan! Aku pikir dia akan menjauh dari aku jika menjadi Raya, apakah dia dapat mengenali kita?" batin Freya.
"Ray ... ! Kenapa melamun?" tanya David mengerutkan kening setelah melihat Freya menatap dirinya seraya melamun.
"Oh tidak, Kak! Aku hanya mikirin tugas," ucap Freya tersenyum kaku.
__ADS_1
"Boleh aku bantu?" tanya David.
"Kak David masih baru di kantor daddy, sebaiknya Kak David jangan mengecewakan daddy," ucap Freya.
"Kau, benar! Karena cepat atau lambat! Freya akan tetap menjadi milikku," ucap David.
"Jika Seandainya Raya ingin memiliki Kak David, apakah Kak David akan menerimanya," tanya Freya dengan gaya bicara Raya.
"Tidak! Karena bagiku Raya tetap adikku sedangkan Freya adalah kekasihku," ucap David menatap Freya.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Malam ini Othor ingin menepati janji entah lolos review atau tidak 🥰
Jangan lupa dukungannya, like komen and vote seikhlasnya.
Thank you
__ADS_1
Muachh 😘