Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Sendiri


__ADS_3

Setelah mandi, Sashi duduk di taman menikmati langit senja di taman miliknya. Terlihat bunga-bunga sedang bermekaran yang mengeluarkan aroma semerbak nan wangi.


Ditambah dengan secangkir teh hijau yang merupakan minuman favorit Sashi. Wanita hamil itu menghela napasnya menghirup aroma wewangian dari bunga yang ada di sekitarnya. Karena merasa sudah lama tidak mengunjungi taman miliknya, ia mulai berdiri dan menyusuri jalan setapak dihiasi dengan rumput dan bebatuannya yang terlihat indah dan nyaman saat dipijak.


Pandangan Sashi jatuh pada sebuah bunga cantik yang bewarna putih yang bermekaran dengan indah. Perlahan kakinya mendekat ke arah bunga itu. Bunga Lili, jika dilihat ia hanyalah sebuah bunga biasa yang bewarna putih, namun tidak banyak yang tahu bahwa bunga lili juga menyimpan arti sebagai tanda cinta dan kasih sayang.Bunga lili putih memiliki simbol cinta sejati yang murni. Selain itu, bunga lili putih juga bermakna sebagai tanda kesetiaan.


Saat melihat bunga lili ini, ia jadi teringat akan Malik yang rela membawakan ia sebuket bunga besar lili yang saat itu cukup sulit ditemukan.


Hari itu, di sebuah pinggiran danau. Terlihat seorang gadis dengan pakaian kasual dengan jaket yang menambah kesan cantiknya. Ia selalu melihat ke arah jam sambil melemparkan batu ke danau karena bosan.


"Astaga, dimana dia? Kenapa belum sampai juga, ishhhh!" Gerutunya sambil melemparkan batu itu terus ke arah danau. Tak lama kemudian pandangannya tiba-tiba tertutupi oleh sesuatu yang bewarna putih yang menghalangi, membuatnya penasaran dan di tambah dengan suara yang ia kenali.


"Bunga yang cantik seperti gadis cantik di sini." Wajah cemberut itu langsung berbalik dan ia melihat senyuman sosok itu yang menambah ketampanannya.


"Kenapa lama sekali? Tidak taukah aku sudah menunggu mu?" tanyanya sambil cemberut. Pria itu langsung duduk di sebelahnya dan mengarahkan buket bunga itu padanya.


"Tidak mau terima?" tanyanya.


"Terima kasih," ujar cepat gadis itu Sambil menerima bunganya.


"Cantik kan?"


"Iya, kau dapatkan dari mana?" Tiba-tiba saja suasana dan wajah gadis itu berubah dengan cepat membuat pria itu tersenyum.


"Aku mencarinya demi dirimu dan lihat aku mendapatkannya."


"Terima kasih."


"Kau senang?"


"Sangat!"


"Kalau begitu peluk aku!" Langsung saja gadis itu memeluk tubuh kekar pria itu ditenagai dengan langit dan pemandangan danau yang indah.


"Kau tau, apa arti bunga ini?" Tanya pria itu dengan tiba-tiba.


"Hmm, tidak. Memang apa?" Tanya balik sang gadis.

__ADS_1


"Heh? Jadi selama ini..."


"Aku suka dengan bentuknya saja, tapi aku tidak tahu artinya. Hehehe."


"Dasar!" Pria itu dengan gemas mencubit hidung mancung itu membuat sang empu tertawa.


"Katakan apa artinya?"


"Banyak hal, contohnya saja melambangkan kesucian dan kesetiaan. Saat kita punya rumah nanti, aku akan membuat taman yang besar dan kau bisa menanam banyak bunga yang indah dan kau inginkan. Dan dalam pernikahan kita nanti aku akan meminta wedding organizer untuk meletakkan bunga ini di sana yang melambangkan cinta suci ku dan kesetiaan ku hingga mati.


"Mbak Sashi!" Panggilan itu menghentikan lamunan Sashi dan ia melihat Alya yang datang membawa buahnya segar di tangannya.


"Alya?"


"Ternyata Mbak di sini, aku sudah mencari kesana kemari tadi."


"Iya, aku sedang menikmati pemandangan bunga yang bermekaran dengan indah ini."


"Lihat Mbak, aku bawakan buah segar untuk Mbak. Oh ya, ku dengar dari Mas Ari, Mbak mau memeriksa kandungan kan? Aku temani ya."


"Iya, kalau Alya ada waktu."


"Kau bisa saja."


"Terima kasih untuk buahnya ya."


"Iya Mbak, ayo dimakan aku beli yang paling segar."


Malam semakin larut, semuanya sudah sunyi hanya terdengar suara rintik hujan yang turun dengan ringan. Mata itu tiba-tiba terbuka saat merasakan perutnya berbunyi karena lapar. Dengan segera, ia menyalakan lampu kamarnya dan terlihat jam menunjukkan pukul 11 malam.


"Kau lapar sayang?" tanya Sashi sambil mengelus perutnya.


"Entah mengapa aku ingin makan sate cumi yang sedang viral itu." Sashi tiba-tiba saja teringat dengan makanan itu yang membuat ia menelan ludahnya.


"Semuanya sudah tidur, aku tidak tega membangunkan Mbok Tin." Saat ini ia berada di ruang tamu dan karena tidak tahan lagi. Ia menuju keluar setelah memakai jaket agar tidak kedinginan.


Mobil mewah itu melaju meninggalkan kediaman dan ibu hamil itu menuju ke jalanan di tengah malam mencari makanan yang ia inginkan. "Sabar sayang, mommy akan menemukan makanan itu untukmu." Dengan hati-hati ia mengendarai, hanya beberapa mobil yang dapat dihitung terlihat melewati jalanan.

__ADS_1


Akhirnya setelah setengah jam berputar-putar, dengan cepat Sashi memarkirkan mobilnya di sebuah warung yang terlihat cukup ramai dengan para pembeli.


"Pak, beli 10 ya." Air liur Sashi seperti akan menetes saat melihat jajaran sate cumi yang ia inginkan. Sambil menunggu ia duduk di salah satu bangku dan tiba-tiba indra pendengaran nya mendengar percakapan antara sepasang suami istri di belakang nya.


"Mas, bayi kita sudah kenyang."


"Wah, sepertinya ia sangat menyukai nya, ayah tidak masalah harus bangun malam untuk anak ayah ini.


Hati Sashi menjadi sedih, tidak bisa ia pungkiri dalam hatinya ia menginginkan sosok suami yang mendampingi dirinya saat mengidam, saat periksa kandungan dan juga menemaninya saat seperti ini.


"Sendirian saja?" tanya seseorang di belakangnya. Sashi hanya tersenyum sambil mengangguk, membuat wanita itu diam seperti mengerti.


"Ini Mbak!" suara itu membuat Sashi langsung bangkit dan segera mengambil pesanan nya.


"Terima kasih Pak."


"Sama-sama Mbak. Wah sedang hamil besar ya, hati-hati di jalan. Lain kali bilang ke suaminya jangan pergi terlalu lama. Kebiasaan suami zaman sekarang meninggalkan istrinya demi pekerjaan." Gerutu seorang wanita paruh baya dengan wajah kesal.


"Iya, kalau begitu saya permisi. Terima kasih." Sashi langsung pergi meninggalkan warung itu dan segera tancap gas menuju rumahnya. Tanpa ia sadari seseorang memperhatikannya sejak tadi.


Bersambung...


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author ceritanya unik dan pastinya seru!



Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, Karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul 'My Kepet pet'. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.


"Keren nih game, bisa dapet duit beneran nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi."


Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.


Tet Tot !!!


What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?" Mila melongo melihat' kegagalannya.

__ADS_1


"Aaaa ... ini sungguh tidak adil!!!" Teriak Mila.


Bagaimakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?


__ADS_2