Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Apa!


__ADS_3

Sepanjang rapat, terlihat Max duduk di sebelah Mommy nya membuat pandangan orang yang di sana menatap dirinya dengan gemas, dan juga tak luput dari pandangan sepasang mata melihat Max dengan berbeda. "Apa dia adalah putramu Nyonya?" tanya pria berambut cokelat itu.


"Yes!" Bukan Sashi yang menjawab tapi Max dengan cepat.


"Iya, dia adalah putraku." Sashi mengelus rambut putranya dan Max kembali menatap pria yang tadi.


"Dia sangat fasih berbahasa Inggris."


"Terima kasih, aku senang ia bisa membuat mu mengerti dengan ucapannya."


"Tentu saja, ucapannya sangat baik di usia nya yang sekecil ini." Sepertinya pria itu sangat tertarik dengan Max, namun sayangnya di duplikat Malik itu terlihat acuh.


"Siapa namanya?" tanyanya lagi.


"Max! namaku Max Darmanendra!" Tubuh kecil itu berdiri dan mendekati pria itu dengan gaya lakiknya membuat semuanya gemas.


"Oh, baiklah Tuan muda Max." Rapat kembali berjalan dan selesai tepat waktu. Saat menyelesaikan barang bawaannya, terlihat pria dari Malaysia itu mendekati Sashi membuat wanita itu langsung sadar.


"Ada apa tuan Ibrahim?"


"Putramu lucu sekali, dan jujur saja awalnya aku berpikir ia adalah adikmu karena kau terlihat sangat muda Nyonya." Sashi hanya mengangguk mendengar ucapan itu sambil memandangi Max yang tertidur di salah satu sofa.


"Terima kasih, tapi aku adalah seorang Ibu bukan anak remaja lagi."

__ADS_1


"Kalau begitu, kami permisi dulu Tuan Ibrahim senang bekerjasama dengan Anda." Ari datang sambil menggendong Max yang tertidur diikuti oleh Sashi yang meninggalkan ruangan.


"Wanita yang menarik, aku tidak menyangka dia sudah menikah dan punya anak." Mata pria itu masih menatap kepergian ketiga orang itu.


"Saya dengar, ia sudah janda Tuan, suaminya meninggal dalam kecelakaan. Berita itu sangat menghebohkan waktu itu." Seorang pria di belakangnya menyampaikan apa yang ia ketahui.


"Begitu rupanya, pantas saja ia memegang kendali perusahaan dan membawa putranya. Ini sangat menarik."


"Apa anda tertarik Tuan?"


"Menurutmu?" Setelah mengatakan itu ia segera pergi keluar meninggalkan asistennya yang kebingungan dengan jawabannya.


"Mbak!"


"Sepertinya ... maksudnya, alangkah baiknya Mbak segera pulang karena Max sudah tertidur. Aku bisa antarkan Mbak. Kita pulang bersama, lagipula tidak ada rapat atau pekerjaan lain, semuanya sudah selesai."


"Aku tadi berpikir begitu, tapi ada sesuatu yang menghantui pikiranku." Sontak saja membuat Ari penasaran.


"Mengenai apa Mbak? Apa pertemuan tadi?"


"Bukan, tapi mengenai pria yang ditemui oleh Max saat makan siang." Balas Sashi sambil melihat ke langit-langit.


"Siapa Mbak? Apa mereka?"

__ADS_1


"Itulah, tapi tidak mungkin rasanya. Jika benar, tentu sudah terjadi sesuatu tadinya."


"Iya, Mbak benar. Lalu apa masalahnya Mbak?"


"Masalahnya adalah, Max mengatakan itu Daddy nya!"


"Apa!"


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!



Bagaimana rasanya dijodohkan dengan 5 laki-laki tampan? Tanyalah kepada Irene Abraham.


Cantik, pintar, dan kayaraya membuat kehidupan Irene serasa sempurna. Apapun yang inginkan selalu bisa didapatkan dengan mudah. Hidupnya sangat bebas sesuka-suka hatinya.


Sampai suatu ketika, sang kakek berencana untuk menjodohkannya dengan salah satu putra keluarga Narendra. Ada lima tuan muda yang bisa Irene pilih menjadi pendampingnya, Alan, Alex, Alfa, Arvy, dan Ares. Kelima tuan muda memiliki sifat dan karakter yang berbeda.


Irene yang belum siap menikah, memutuskan untuk menyamar sebagai wanita jelek dan kampungan. Tujuannya satu, agar tidak ada dari kelima tuan muda yang akan menyukainya.

__ADS_1


Apakah tujuan Irene berhasil? Ataukah Irene akan jatuh cinta pada salah satu dari kelima tuan muda itu?


__ADS_2