
Hari ini wajah tampan itu terlihat berseri-seri, ditambah dengan dirinya sudah terlihat sangat rapi. Sejak tadi wajahnya tak berhenti tersenyum manis, membuat asistennya hanya diam dan sesekali tersenyum mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat langkah besar itu terlihat memasuki ruangan itu langsung disambut oleh beberapa dokumen. "Aku tidak sabar mengerjakan ini dan langsung menemui Tania. Kau tahu, hari ini aku akan pergi bersamanya dengan Max juga. Kami akan pergi ke taman wahana air baru buka itu. Max akan senang sekali karenanya." Lucas membaca dan memeriksa dokumen sambil bicara dengan senyuman yang tak hilang.
"Saya senang Tuan."
"Harus, apalagi aku. Sudah ayo, letakkan ini di sana." Lucas bicara sambil mengarahkan matanya ke meja yang terletak dokumen yang lain tentunya sudah diketahui oleh Adam sang asistennya.
"Baik Tuan."
Sashi yang sedang duduk sambil memeriksa laporan dari kepala stafnya langsung dikejutkan dengan kedatangan Ari yang masuk tanpa mengetuk pintu.
"Maaf Mbak, karena tanganku penuh dengan ini." Ari terkekeh sambil memperlihatkan dokumen dari calon OB yang akan dibutuhkan oleh perusahaan mereka.
"Kenapa tidak minta yang lain membawakan?" Tanya Sashi.
"Aku ingin melakukannya Mbak. Lagipula sekalian, ingin melihat kandidat yang baik untuk berkerja di perusahaan kita apapun itu jabatannya."
"Baiklah."
"Ari." Panggil Sashi.
"Iya Mbak?" Pria itu membalas sambil melihat biodata dari kandidat.
__ADS_1
"Ari, jika aku tidak berhasil memecahkan misteri dibalik kecelakaan Mas Malik, apa aku ...."
"Mbak, jika boleh jujur. Aku merasa sesekali dibaliknya mempunyai kekuasaan besar diatas kita, dan anehnya ia juga tidak menganggu kita atau membuat masalah. Jika kita tetap lanjutkan atau tidak, bukankah itu adalah hak nya Mbak? Apa Mas Malik menghantui Mbak? Atau semuanya merupakan kejadian seperti kecelakaan?"
"Seharusnya malam pesta itu menjadi jalan atau titik terang semuanya. Tapi, karena Mahesh semuanya menjadi kacau."
"Astaga Mbak!"
"Ada apa?"
"Aku lupa, ngomong-ngomong mengenai pesta itu. Bukankah anaknya yaitu pewaris dari strike Company merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan kita Mbak?"
"Sungguh?" Sashi berujar tak percaya.
"Beberapa hari yang lalu."
"Iya Mbak, benar. Aku lupa mengabarinya, mereka Sid mengantarkan proposal nya dan di sana tertulis ...."
"Desain untuk produk mereka? Apa ini salah satu dari perusahaan mereka yang bergerak dalam bidang fashion?"
"Sepertinya begitu Mbak."
__ADS_1
"Tapi Ari, tidakkah kau berpikir sesuatu yang sama denganku?"
"Maksudnya Mbak ...." Ari dan Sashi saling memandang untuk menyatukan pemikiran mereka.
"Benar, tidak ada orang lain yang tahu mengenai keahlian ku mendesain
Apalagi setelah beberapa tahun aku tidak mendesain lagi. Dan bukankah pria itu adalah orang baru, maksudnya ia baru saja datang ke negara ini. Darimana ia mendapatkan informasi mengenai keahlian desain ku?" Sashi berujar dengan membaca proposal dari Strike Company.
"Kecuali ....."
Bersambung.....
Ayo, siapa sebenarnya pewaris dari strike Company? Tunggu kelanjutannya untuk pertemuan Sashi dan dia di episode berikutnya.
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!!!
Perbedaan adalah hal biasa dalam suatu hubungan. Tapi apa hubungan masih bisa di lanjutkan dengan perbedaan yang terlalu jauh. Dia dan aku berbeda. Kami tak sama. Sangat mustahil rasanya untuk bisa bersatu selamanya.
__ADS_1
Benteng tinggi yang menghalangi hubungan Seira dan Ganesh terlalu tinggi untuk di gapai. Hingga suatu hari kisah mereka harus di timpa dengan masalah besar, Dan Seira akhirnya memilih menjadi orang ketiga dalam hidupnya. Entah kisah ini akan berlanjut dan berakhir bahagi atau mungkin akan hancur dengan seiring waktu berjalan.
Nikmati dan ikuti alurnya.. Kisah cinta yang terlalu rumit sehingga kalian akan merasa penasaran dengan endingnya. Terimakasih