Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Bersiap


__ADS_3

Keesokan harinya, wajah cantik itu tersenyum melihat putranya yang baru saja bangun dengan wajah bantalnya ia mendekati Mommy nya yang baru saja selesai memasak. "Selamat pagi Mommy."


"Selamat pagi My sunshine." Sashi melayangkan ciuman manis selamat pagi di kening putranya yang membuat wajah tampan itu tersenyum.


"Mommy masak apa?" Terlihat manik mata itu melihat ke arah meja makan yang sudah dipenuhi oleh berbagai makanan.


"Berbagai masakan yang tentunya kesukaan putra Mommy ini."


"Asyik!" Max berteriak kegirangan."


"Sekarang Max mandi dulu dan setelah itu kita makan bersama ya."


"Paman Lucas akan datang?"


"Eumhhh...."


"Selamat pagi semuanya!" Suara itu langsung membuat Max berlari menuju Lucas dan ia menyambut pelukan dari si kecil itu.


"Paman, selamat pagi. Aku menunggu Paman."


"Paman sedikit telat, karena sedang macet. Lagipula kenapa Max belum mandi juga? Umhhh, bau sekali."


"Aku mau mandi, tapi mendengar suara Paman aku jadi lupa. Hehehe."

__ADS_1


"Sekarang mandilah, Paman akan menunggu di sini ya."


"Baik Boss." Max menjawab dengan gerakan hormat dan tak lama ia segera berlari ke tangga meninggalkan kedua orang itu.


"Selamat pagi." Sashi mengucapkan salam dengan senyuman. Lucas bukannya menjawab tapi ia memeluk wanita itu membuat tubuh Sashi menegang.


"Kau habis menangis semalaman. Apa sudah lega? Aku siap menampung nya." Sashi tersenyum kecil mendengar ungkapan pria itu.


"Apakah terlihat jelas? Aku sudah berusaha menutupinya. Max tidak lihat kan?"


"Tidak, tapi aku tau."


"Memang nya kau peramal?"


"Sekarang lepaskan pelukannya. Nanti ada yang lihat."


"Aku tidak sabar untuk menikahi mu. Bagaimana denganmu?" Sashi terdiam membuat raut wajah Lucas sedikit berubah.


"Kau berubahnya pikiran setelah mengetahui semuanya?"


"Tidak, aku sudah mengatakan padamu kalau aku memilihmu. Atau mungkin kau meragukan nya??"


"Aku senang mendengarnya. Kalau begitu, kita akan segera bisa bertemu dengan kedua orang tua ku."

__ADS_1


"Hmm, tapi aku sedikit grogi. Bagaimana nanti?"


"Jangan berpikir apapun. Semuanya akan baik-baik saja, bukankah aku sudah bilang? Jangan ragukan itu lagi."


"Baiklah."


Ketiganya tak lama menikmati sarapan pagi bersama, setelah itu mereka menghabiskan waktu bersama, sungguh Max sangat bahagia, hati Sashi perlahan sudah mulai menerima pria itu. "Meskipun aku tahu semuanya, hatiku sudah memilih mu Lucas, bukan Edgar. Hanya karena jantung Malik ada padanya itu bukanlah cinta karena mereka berbeda. Aku menghargai keputusan suamiku untuk itu."


Hari ini Sashi terlihat mondar mandir tak jelas dengan mulutnya komat-kamit membuat Mbok Tin terkekeh karenanya. "Mbok, Bagaimana ini? Aku sungguh bingung dengan pakaian apa yang cocok untuk pertemuan nanti?" Ya, hari ini merupakan hari Sashi bertemu dengan kedua orang tua Lucas dan hal itu membuat wanita itu bingung kehilangan arah.


"Ini saja Nak, kau sungguh cantik dengan dress ini. Percayalah mereka akan terpesona dengan itu. Lagipula kecantikan dalam mu sudah membuat siapapun yang melihat akan terpesona tanpa melihat luarnya. Bukankah kau menganut itu Nak?"


"Benar, tapi aku merasa grogi seketika. Berbagai pikiran memenuhi diriku, keluarga besarnya dan orang tuanya bagiamana pendapat mereka nanti?"


"Sekarang yang terpenting segera berhias, dan Mbok yakin mereka akan menerima mu dengan baik. Lagipula dari nak Lucas saja dapat Mbok lihat bahwa kedua orang tuanya pasti mempunyai sifat yang baik."


"Terima kasih Mbok." Sungguh hati Sashi merasa tenang setelah nya.


Bersambung.....


Saksikan episode berikutnya untuk melihat reaksi dari kedua orang tua Lucas. Apakah hubungan mereka direstui?


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2