Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Kisah Kemeja


__ADS_3

Selesai sarapan, kedua orang itu langsung berada di balik pintu dapur. Dengan tatapan mata tajam dari wajah cantik itu, sedangkan terlihat kebingungan dari di pemilik wajah tampan. "Ada apa Tania? Sejak tadi kau melihat ku dengan tidak baik."


"Katakan, darimana kau mendapatkan pakaian kemeja ini! Kau ...."


"Tania aku ...."


"Maaf Nak, tapi Mbok yang berikan. Karena itu berada di gudang, jadi bukankah itu tidak diperlukan lagi? Karena Mbok ingat, nak Sashi pernah mengatakannya." Wanita tua itu langsung mengerti tatapan maut Sashi yang tidak suka ada seseorang yang berani menyentuh dan memakai barang milik suaminya.


"Maksudnya dari gudang Mbok?"


"Iya, itu ada di gudang penyimpanan bersama dengan barang lainnya. Pakaian itu masih terlihat bagus karena tersimpan di tempat tertutup dan dimasukkan ke dalam plastik. Nak Sashi bisa memeriksa lemari tempat penyimpanan barang Nak Malik. Di sana masih lengkap tidak ada yang kurang." Tanpa membuang waktu ia segera beranjak naik ke atas menuju kamarnya. Dan wanita itu langsung membuka lemari di mana barang milik suaminya masih tersimpan dengan baik dan terlihat pakaian yang mengalihkan perhatiannya tadi masih tertata rapi di sana.


"Ternyata warnanya sekilas mirip." Sashi mengambil pakaian itu yang tergantung dengan rapi. Kemeja itu memiliki dua warna hitam dengan beberapa garis berwarna putih. Sedangkan yang dipakai oleh Lucas kebalikannya. Sambil memeluk pakaian itu ingatannya terulang pada kejadian saat mereka membeli kemeja itu.


Saat itu merupakan hari spesial untuk keduanya karena Malik baru saja mendapatkan pekerjaan kantoran untuk mengawali karirnya, terlihat sepasang kekasih itu berjalan menyusuri beberapa toko pakaian dan juga sepatu di salah satu pusat perbelanjaan. Mata coklat itu tersenyum dan menahan tangan kekar itu membuat pemiliknya terhenti.


"Ya sayang?"


"Kita ke sana ya. Sepertinya bagus!" Balas Sashi dengan manis.


"Baiklah." Malik langsung setuju dan menggenggam tangan kekasihnya hingga memasuki toko. Terlihat berbagai pakaian, sepatu dan juga tas terpampang dengan rapi di sana. Netra Sashi tak henti-hentinya melihat ke segala penjuru barang yang tersedia. Selain pakaian dan barang-barang khusus pria juga dijual untuk wanita.


"Sayang, aku mau lihat-lihat ke sana ya."


"Baiklah, aku akan lihat sepatu di sini. Jangan jauh-jauh sayang."


"Tidak akan." Setelah itu Sashi langsung menuju rak pakaian pria dan terlihat berbagai kaus, kemeja serta jaket dan dasi juga lainnya terpampang rapi di sana. Kaki mulus itu menuju untaian kemeja sesuai dengan kebutuhannya saat ini.


"Malik akan sangat menyukainya." Tangan lentik itu dengan cepat memilah kemeja dengan berbagai warna dan juga model. Beberapa kali ia menggeleng cepat dengan pilihan yang ia bawa.

__ADS_1


"Huff, semuanya tampak bagus! Bagaimana aku memilih yang terbaik?" Tanpa sadar, ucapannya terdengar oleh pelayan di sana.


"Bagaimana kalau dicocokkan saja dengan orangnya?" Ucapan itu membuat Sashi langsung tersenyum.


"Astaga! Itu benar sekali! Terima kasih banyak."


"Sama-sama Nona." Dengan langkah cepat, ia menuju tempat Malik di mana pria itu memilih sepatu dan ternyata ia baru saja membayar. Dengan cepat, Sashi langsung menarik tangan Malik membuat pria itu terkejut.


"Sayang ...."


"Pak, tinggal sebentar. Kami ingin ke sana dulu!" Sashi berujar sambil berteriak sedikit dengan tangan yang menyeret kekasihnya.


"Sayang ada apa? Apa ...."


"Syutt ...." Wanita itu meletakkan tubuh Malik dihadapan cermin dan dengan segera mengambil beberapa pilihan kemeja yang ia sukai.


"Eumhhh, terlalu biasa!" Ujarnya sambil mencocokkan kemeja itu pada Malik yang berhadapan dengan cermin.


"Bagus sekali, bagaimana Sayang?" Tanya Sashi dengan pilihan kemeja sekarang.


"Iya, aku terlihat tampan dengan ini." Malik menyetujui pilihan kekasihnya itu.


"Tapi, yang ini bagus juga. Aku jadi bingung, hanya beda warna saja. Kau suka yang mana?"


"Aku suka pilihanmu."


"Tapi aku suka keduanya!" Ok, sekarang kekasihnya itu bertindak seperti wanita itu pada umumnya. Sebelum ada kata terserah, maka Malik memilih aman.


"Bagaimana kalau keduanya? Kita beli saja dua, dengan begitu aku bisa memakainya kan."

__ADS_1


"Iya, aku setuju." Sashi mengecup pipi Malik membuat mata pria itu sedikit mendelik.


"Sayang?"


"Maaf, aku gemas dengan wajahmu yang tampan ini."


"Sudah? Sekarang ayo ...."


"Tunggu dulu!"


"Apa lagi?"


"Dasinya ketinggalan Sayang, kau ini bagaimana ...."


"Maaf, aku lupa. Untung saja ada wanita cantik yang mengingatkan nya."


"Ayo, kita coba semuanya." Sashi mengambil beberapa dasi dengan pilihan warna dan model. Ia langsung segera mencocokkan kemeja itu sekalian dengan tubuh Malik. Setelah mendapatkan yang cocok, terlihat Sashi memasangkan dasi itu dengan baik seperti istri yang membantu suaminya pergi bekerja.


Manik mata Malik tak henti-hentinya menatap wajah cantik itu yang tengah memasangkan dasi padanya. Dalam hatinya ia sangat beruntung mendapatkan wanita yang mau menerima dirinya memulai usaha dari nol bersama. 'Aku berjanji, akan membahagiakan mu sashi.'


"Nah, sudah. Kau sangat tampan sekali." Sashi memeluk Malik dari belakang sehingga mereka berdua terlihat di cermin dengan wajah yang berseri-seri.


"Pilihan mu adalah yang terbaik." Setelah itu keduanya langsung membayar dan menuju apartemen kecil Malik. Seiring dengan berjalannya waktu, pria itu berhasil membesarkan nama perusahaannya dan mereka akhirnya juga sudah menikah. Saat sampai di rumah baru mereka. Terlihat keduanya kelelahan membereskan pakaian yang akan disimpan dan tidak dipergunakan lagi. Mungkin karena warnanya yang sekilas mirip membuat suaminya berpikir bahwa itu merupakan kemeja yang sudah robek karena kecelakaan kecil waktu itu, untuk menjadi kenangan ia tetap menyimpannya.


Setelah cukup lama termenung, wanita itu tersentak mendengar teriakkan putranya dibawah. "Paman, jangan pergi!"


"Max!"


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️ Terimakasih semuanya


__ADS_2