Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Hitung Mundur Pertemuan


__ADS_3

Setelah urusan dokumen nya selesai, terlihat Sashi segera menuju mobilnya untuk menjemput putranya dan sekarang jam menunjukkan pukul 12 siang. Mobil itu melaju hingga ke sekolah, senyum itu terbit saat melihat sosok putranya yang tak lama terlihat dengan seseorang membuat wanita cantik itu membuka kaca mata hitamnya. "Lucas?" Panggil Sashi melihat putranya bersama pria itu.


"Paman datang lebih awal dari Mommy. Bahkan kami sudah makan beberapa kue di sana." Tunjuk Max ke arah cafe di seberang jalan.


"Kau tidak ada urusan. Maksudnya kau datang cepat sekali."


"Pekerjaan di kantor tidak banyak. Karena itu aku langsung ke sini menjemput Max. Kau tidak lupa kan, kita akan pergi ke wahana."


"Aaaa, iya. Aku ingat."


"Mommy lupa kan?"


"Tidak, hanya lupa." Balas Sashi sambil mengusap keringat putranya.


"Mommy kebiasaan seperti itu. Ayo Mommy, kita pulang. Aku tidak sabar ingin pergi segera, benarkan Paman?"


"Tentu."


"Ayo, kita pulang dan Max ganti baju dulu."


"Ok Mommy."


"Mobilmu berikan pada Adam, ia akan membawanya. Kalian ikut dengan mobilku saja, benarkan Max?"


"Yes! Mobil Paman Lucas! Aku duluan!" Langkah itu segera menaiki mobil mewah itu dengan Sashi dan Lucas yang masih di belakang.


"Adam, bawa ini."


"Baik Tuan."

__ADS_1


"Ayo, nanti Max akan ...."


"Mommy!"


"Memanggil." Lucas tersenyum dengan jawaban Sashi yang tepat akan sikap putranya. Dengan cepat Sashi dan Lucas menuju mobil itu dan terlihat sosok putranya dengan wajah berseri-seri.


"Siap?" Tanya Lucas yang menyalakan mesin mobil."


"Let's go!" Max berujar dengan kerasnya dengan tangan yang menunjuk ke depan. Sashi dapat melihat semang dan senyuman manis di wajah putranya itu.


Sepanjang perjalanan, Max terlihat antusias sekali padahal jalan yang dilalui sudah hapal di kepalanya, tapi tetap saja ia terlihat berbeda kali ini. Mungkin karena bersama dengan Lucas itulah yang ada dipikirannya.


Hingga mereka terhenti karena bangunan yang sudah hapal di benak ketiganya membuat Max langsung turun dan berlatih menuju kamarnya. Sashi hanya menggeleng sambil memandangi sosok putranya yang sudah menghilang secepat kilat.


"Selamat datang Nak Sashi dan Lucas." Terdengar sapa dari Mbok Tin yang baru saja keluar dari pintu besar itu.


"Selamat siang Mbok." Wajah tua itu langsung tersenyum saat melihat dan mendengar serempak nya kedua orang itu menjawab.


"Tidak perlu Mbok, dia ada urusan di kantor. Benarkan Adam?"


"Iya Tuan." Sashi hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Lucas pada asistennya itu.


"Ada apa?" Tanya Lucas yang melihat tatapan dan tingkah sosok cantik itu.


"Dasar, kau memintanya pergi dengan jalan kaki?"


"Oh, apa aku terlihat begitu? Dengar Tania, aku tidak kejam seperti pikiranmu itu. Aku sudah meminta supir yang akan mengantarkan nya ke perusahaan. Apa aku harus memperlihatkannya?" Lucas berujar sambal mengarahkan dagunya ke sisi jalan yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Baguslah kalau begitu." Sashi segera masuk seolah ia tidak mengatakan apapun tadi membuat Lucas hanya terkekeh dan segera masuk diiringi oleh Mbok Tin.

__ADS_1


Di lapangan golf, terlihat sosok pria dengan matanya yang menatap benda bulat yang siap ia layangkan itu dengan tongkatnya. Setelah merasa cukup, ia segera melayangkan tongkat itu hingga benda bulat kecil itu bergelinding di alas hijau dan tak lama masuk ke sebuah lubang yang membuatnya tenggelam. "Tuan." Panggil seseorang yang baru saja mendatanginya.


"Ada apa?"


"Mereka menerima proposal kerjasama kita Tuan." Balas pria itu dengan menunduk.


"Kapan pertemuannya?"


"Besok Tuan."


"Aku ingin melihat bagaimana dia dalam bekerjasama dengan kita dan kepiawaiannya dalam memimpin perusahaan seperti yang dikatakan oleh orang-orang dan juga dia."


"Tentu Tuan."


"Sashitania ...." Sebutnya sambil memandangi matahari yang bersinar di sekelilingnya.


Bersambung .....


Hayo, bagaimana pertemuan keduanya yang akan menjadi awal dari kepingan puzzle misteri ya berserakan . Saksikan kelanjutannya di episode berikutnya.


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️ Terimakasih semuanya.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!!



Blurb


Aliando Ivander sang idola sekolah. Dia mencintai murid baru yang ada di sekolahnya. Tepat di hari pertama gadis itu sekolah, dia langsung menyatakan perasaannya.

__ADS_1


"Aku tidak minta persetujuanmu dan aku tidak menerima penolakan!" Itu kalimat andalannya.


Alisha Leandra gadis cantik murid pindahan dengan terpaksa harus menjalin hubungan dengan Aliando. Bagaimana dia menghadapi fans gilanya Aliando? Bagaimana akhirnya dia bisa menerima Aliando? dan apakah misteri kehidupan Alisha bisa diterima oleh Aliando? Karena ternyata Aliando bukan satu-satunya pria dalam hidupnya.


__ADS_2