Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Berkunjung


__ADS_3

Perlahan langkah itu mendekat ke ranjang yang cukup besar untuk sosok kecil itu. Tangan itu terulur mengelus pelan kening dan rambut hitam itu, dengan hati-hati ia melakukannya agar tidak membuat sosok itu terbangun. "Apa kau memendamnya sayang, kenapa tidak bilang pada Mommy. Apa dibalik diam dan keceriaan mu, kau menginginkan itu?"


Sashi yang berpikir, putranya sudah merasa cukup dengan kasih sayang dan cinta yang ia berikan, nyatanya ia menginginkan kasih sayang dari Daddy nya. Biasanya Sashi akan mengajak putranya untuk mengunjungi makam Malik dan berdoa di sana sekaligus meluapkan kerinduan mereka.


Helusan dan setitik air matanya membuat perlahan wajah tampan itu terbangun dan ia melihat wajah cantik yang membesarkan dirinya itu tengah menangis. "Mommy." Sapanya dengan suara khas bangun tidur, membuat Sashi segera menghapus air matanya.


"Ya Sayang? Max butuh sesuatu?"


"Jangan menangis, Max minta maaf. Max sudah menyakiti hati Mommy."


"Tidak, max tidak salah. Max meluapkan emosi Max. Apa Max sangat rindu Daddy?" Sashi menatap lekat bola mata serta wajah yang persis seperti suaminya itu.


"Max rindu Daddy. Max ingin seperti yang lain, apa Max salah? Saat bersama dengan Paman Lucas, Max senang sekali."


"Tidak salah, kita akan bicara dengan Paman Lucas nanti. Max ingin itu kan?"


"Sungguh?"


"Iya." Sashi langsung tersenyum merasakan pelukan hangat dari putranya yang senang dengan jawabannya.


"Max sangat senang sekali."


"Mommy juga senang." Sashi mengelus rambut putranya dengan netra yang berkaca-kaca.


"Mommy, aku ingin ke makam Daddy. Kita pergi ya."


"Tentu, besok kita pergi. Sekarang Mommy ingin, untuk selanjutnya tidak ada yang disembunyikan lagi. Mommy ingin Max bicara jujur dan mengatakan perasaan Max yang sebenarnya. Ok?"


"Ok!"


"Janji?"


"Janji." Sashi menempelkan hidupnya dengan milik putranya membuat wajah tampan itu tersenyum senang.

__ADS_1


Keesokan harinya, sepertinya hal yang sudah dijanjikan, terlihat Max sudah bersiap dengan sesuatu ditangannya sambil menunggu Mommy nya siap.


"Sayang, apa itu?" Tanya Sashi melihat sebuah kotak di tangan putranya.


"Ini spesial buat Daddy. Mommy akan tau nanti." Balas Max membuat Sashi tersenyum.


"Baiklah." Saat akan menaiki mobilnya, terlihat Mbok Tin datang dengan ponsel ditangannya.


"Nak, ponselmu ketinggalan." Ujar Mbok Tin.


"Baiklah, terimakasih Mbok. Aku hampir saja lupa. Kalau begitu kami berangkat dulu Mbok.


"Iya hati-hati." Tak lama mobil itu segera melaju meninggalkan kediaman mewah itu. Max terlihat senang sambil memegangi kotak dengan erat.


Saat asyik menikmati perjalanan, terdengar suara teriakan Max sambil menunjuk mobil di pinggir jalan. "Mommy, itu Paman Lucas!" Hal itu membuat Sashi segera berhenti dan Max langsung turun dari mobil lalu menghampiri mobil silver itu.


"Paman!"Max langsung memeluk pinggang pria itu dengan senyuman manisnya dan Lucas dengan cepat membalas pelukan Max. "Boy." Panggil Lucas sambil memandangi Sashi yang baru saja turun dari mobil.


"Hai Sashi." Sapanya dengan senyuman manisnya.


"Aku ingin ikut bersama kalian." Ujarnya membuat Max mendongak.


"Benarkah?" Tanya Max antusias.


"Iya, kalau Mommy mengizinkan."


"Mommy pasti mengizinkan. Benarkan Mommy?"


"Eumhhh, iya." Meskipun Sashi belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang berada dibenaknya. Tapi demi putranya ia tak mempermasalahkan hal itu.


"Tentu saja."


"Aku ikut dengan mobil kalian, atau ...."

__ADS_1


"Mobil ku saja, iya kan Mommy, tapi Paman yang menyetir."


"Tidak usah, aku saja. Kau tidak tahu di mana ...."


"Aku tau." Sashi langsung terdiam melihat pria itu mengambil kunci mobilnya dan langsung masuk.


"Oh ya, Adam. Bawa mobilnya!"


"Baik Tuan."


"Mommy ayo!" Sashi tersadar dan langsung naik ke mobil.


Di ruangan itu terlihat vas berserakan dengan pecahan belingnya serta diawasi oleh seseorang dari jarak dekat. "Aghhhh sial gagal lagi!"


"Aku rasa ia memakai pelet umum membuat semua pria berada di pihaknya."


"Aghhhh! Aku tidak akan menyerah begitu saja!"


"Tenang Mahesh, aku akan membantumu mu."


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!



Pandangan pertama membuatnya jatuh cinta,sang gadis rela melakukan apapun demi bisa bersama dengan sang pujaan hati.


Zia Rose Amanda memperjuangkan cintanya kepada Dave Danuarta meskipun sering diacuhkan dan diberi harapan palsu.


Gabriel Gandratama sekertaris se-kaku kanebo diam-diam jatuh hati dengan Zia Rose Amanda.

__ADS_1


Bagaimana kisah cinta mereka bertiga? Ikuti terus setiap babnya.


__ADS_2