Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Pria Cerutu Yang Aneh


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan udara yang dingin membuat semua orang yang menjadi malas bangun dan bekerja sehingga orang-orang masih setia di dalam selimut mereka. Namun tidak demikian dengan pria tampan ini yang sudah bersiap dengan rapi. Tangannya dengan cekatan memasang dasi di lehernya, sesekali ia bersiul dan tersenyum karena teringat akan istrinya yang biasanya memasangkan dasi ini padanya.


Setelah melihat semuanya telah selesai, ia segera mengambil sisir dan merapikan rambutnya yang membuat pesonanya semakin keluar. "Jika ada Sashi, pasti ia akan kesal melihatnya. Sayang jangan seperti ini, kau bisa membuat pesona mu keluar. Aku tidak suka! Hehehe, aku menjadi rindu padanya. Aku tidak sabar untuk segera pulang." Langkah terakhir yaitu ia mengambil jam tangan mewah yang melingkar di tangannya membuat penampilan dirinya lengkap sudah.


Tak lama pintu terdengar terbuka dan terlihat sosok pria yang rapi dengan dokumen di tangannya. " Semuanya sudah siap Mas?" tanyanya membuat Malik tersenyum.


"Sudah, aku sudah siap. Ayo, kita segera pergi." Malik segera mengambil ponselnya dan menuju keluar diikuti oleh Ari yang senantiasa berada di dekatnya.


Perjalanan yang tidak terlalu jauh membuat keduanya langsung sampai di restoran itu dalam waktu 15 menit saja. Di tempat yang sudah mereka pesan, keduanya langsung duduk di sana. Dan pelayan menyajikan minuman hangat dengan makanan yang cocok di santap saat pagi hari seperti ini.


"Selamat menikmati." Pelayan itu berujar dengan sopan dan tak lama segera pergi dari sana.


"Terima kasih." Balas keduanya.


"Kita bisa makan sebentar sebelum mereka datang." Ari langsung menyantap makanannya dengan segera dan Malik hanya diam mengiyakan karena mereka memang memiliki waktu yang cukup sebelum kedatangan klien mereka.


"Iya, nikmati lah dulu. Kau bisa makan beberapa sepertinya." Malik ikut menyantap makanan yang ada di hadapannya, setelah melihat dan membalas pesan dari istrinya dengan ucapan yang manis.


Sekitar 30 menit kemudian, terlihat klien yang ditunggu akhirnya datang. Dapat Malik lihat perawakan tinggi berkulit putih dari pria itu yang berumur seperti Ayahnya. Tidak ada yang berbeda darinya seperti orang Eropa pada umumnya hanya saja saat dekat. Ia dapat melihat pria itu menghisap cerutu yang berharga fantastis dan juga ada jam antik khas Eropa di saku jasnya.


"Selamat pagi Tuan Malik Darmanendra."


"Selamat pagi juga Tuan Alberto. Silahkan duduk." Malik membalas dengan ramah dan tak lama mereka segera melakukan rapat dan membahas apa saja kesepakatan serta kerjasama mereka.


"Deal! Senang bekerja dengan Anda Tuan Malik. Saya akan menunggu hasilnya."


"Tentu Tuan, dan saya juga menunggu pertemuan kita berikutnya." Saat mengatakan itu dapat Malik lihat ada senyuman khas yang terbit dari wajah itu, tapi Malik tidak mempermasalahkannya.


"Tentu saja, mungkin kita akan bertemu dengan segera dan akan diingat."


"Aku salut sekali dengan mu Tuan Malik." Malik mengentikan pergerakan tangannya saat mengambil minuman di sebelahnya.

__ADS_1


"Maksud Tuan?"


"Kau sangat gagah dan tampan serta sangat pandai dalam berbisnis. Aku sangat salut karenanya."


"Anda bisa saja, saya tentunya harus kuat untuk melakukannya kalau tidak bagaimana nanti dengan kehidupan keluarga kecil milikku."


"Oh, sudah menikah?"


"Iya, apa tidak terlihat?"


"Tidak, malahan seperti pria tampan lajang. Jika hari ini bertemu dengan klien wanita mungkin ia akan langsung mengajukan proposal lamaran pernikahan."


"Saya tentu akan langsung menolaknya."


"Semoga pernikahan kalian bahagia dan jauh dari bahaya."


"Terima kasih banyak, jika bisa doakan kami agar segera memiliki malaikat kecil."


"Hahahaha, baiklah. Tapi biasanya, jika ada yang datang maka akan ada yang pergi."


"Aku sangat suka dengan tawamu Tuan Malik. Seperti putraku."


"Ah, Anda memiliki seorang putra?"


"Ya, dia sedang di luar negeri karena suatu hal. Dia sebesar dirimu hanya saja belum menikah."


"Mungkin untuk pertemuan berikutnya kami bisa bertemu nanti."


"Pertemuan?"


"Iya, mungkin salah satunya adalah kelahiran anak kami nantinya. Akan ada pesta nanti untuk itu dan undangan akan diberikan kepada kolega bisnis." Malik tampak bahagia membicarakan hal itu dan hanya dilihat dengan tatapan berbeda dari pria paruh baya itu membuat Ari yang sejak tadi memperhatikan merasa sedikit aneh dengan sikapnya.

__ADS_1


"Kalau begitu akan aku tunggu."


"Baiklah, kalau begitu aku pergi. Sampai jumpa lagi Tuan Malik."


"Sampai jumpa lagi Tuan Alberto. Senang bertemu dan berbincang dengan Anda."


"Aku juga. Pertemuan denganmu seperti mendapatkan sebuah solusi dari masalahku."


"Apa?"


"Solusi dari perusahaan ku. Kau sangat hebat dan kita tentu akan mendapatkan keuntungan bersama."


"Anda bisa saja." Setelah berbincang akhirnya pria paruh baya itu pergi dengan asistennya dan Ari segera menghampiri Malik.


"Kau lihat Ari? Aku tidak menyangka ucapan orang sangat berbeda dengan yang ku lihat."


"Aku juga berpikir begitu Mas, awalnya aku berpikir ia akan sangat dingin dan hanya bicara seperlunya saja."


"Iya, tapi ternyata ia sangat menyenangkan."


"Tapi Mas, tatapannya melihatmu sangat berbeda dan ada yang aneh."


"Mungkin karena aku seperti putranya. Bukankah tadi ia bilang begitu?"


"Mungkin saja. Kita ada pertemuan 3 hari kedepan. Setelah itu kita akan pulang."


"Aku tidak sabar rasanya." Malik menatap foto yang menjadi wallpaper ponselnya yang merupakan wajah cantik istrinya.


"Baiklah kita kembali ke hotel. Aku akan segera menelpon istriku. Kau juga bisa Ari."


"Iya Mas Malik. Aki sudah dihubungi oleh di kecil sejak tadi." Keduanya langsung bergegas pergi dari sana, tanpa mereka sadari ada sebuah mobil dengan mata tajam yang menatapnya.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️


__ADS_2