Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Daddy?


__ADS_3

Saat makan siang, terlihat Max meminta ingin ke kantin membeli sandwich strawberry kesukaannya. Sashi yang sedang duduk sambil menunggu datangnya makanan, langsung berniat mengantarkan putranya ke kantin.


"Ayo sayang," ujar Sashi. Tapi putranya itu menggeleng membuat Sashi bingung.


"Kenapa?" tanyanya.


"Aku bisa sendiri, aku hebat. Lagipula tidak jauh Mommy." Max tampak bergaya ala pria kekar untuk menunjukkan kehebatannya. Jika dilihat memang kantin tidak jauh, masih berada dalam satu gedung kantornya.


"Tidak, kalau tidak mau. Maka tidak ada sandwich!" Tegas Sashi membuat Max tidak mengatakan apapun lagi, hingga pesanan Sashi datang. Entah karena sibuk atau Max yang lihai, sosok kecil itu langsung pergi secepat mungkin menuju kantin sebelum Mommy nya sadar.


Matanya langsung berbinar melihat deretan sandwich dengan isian buah yang menarik dan lezat membuat ekspresi wajah itu menjadi tontonan bagi pengunjung saat itu. Pelayan yang merasa gemas langsung menghampiri dan bertanya pad di tampan itu.


" Pangeran tampan mau apa?"


"Strawberry, aku mau strawberry." Balasnya membuat pelayan itu segera mengambilkannya. Max kecil yang mengerti tentang uang langsung memberikan sesuai harga dan pergi setelah mengucapkan terima kasih.


"Rasanya wajahnya tidak asing ya?" Pikir salah satu Pelayan.


"Iya, aku rasa begitu, tapi apapun itu. Ia anak yang menggemaskan."


Saat asyik membawa sandwich di tangannya, langkah kecil itu terhenti setelah melihat truk penjual red Velvet.


"Red Velvet!" Dengan segera ia berlari tanpa melihat kearah jalan yang ia lewati, sontak saja membuat ia menabrak sesosok di hadapannya.


"Uups!" ujarnya sambil menyentuh keningnya.


"Hei, kau tersesat?" tanya sosok di hadapannya. Melihat sosok yang tengah a tabrak bicara padanya, mata bulat itu segera mendongak dan melihat wajah itu yang membuat ia termangu.

__ADS_1


"Hei boy, kau sendirian?" tanyanya lagi. Dan sosok kecil itu masih termangu dan memandangi dirinya, hingga lamunan itu buyar saat melihat red Velvet yang disodorkan kearahnya.


"Red Velvet!" Soraknya gembira.


"Ayo ku antar kau tempat Mommy mu." Sosok itu kembali berujar dan Max yang tadinya diam kini perlahan mendekat dan melihat dari dekat wajah itu dan tak lama tersenyum melihatnya.


"Daddy!" Max langsung memeluk sosok itu dibalas dengan pelukan balik pria itu. Sedangkan Sashi kelimpungan mencari putranya membuat seisi kantor ikut panik.


"Astaga, sayang kau dimana?" Wajah cantik itu telah cemas karena tingkah putranya itu. Ari yang baru saja datang setelah mengantarkan putranya langsung kebingungan dan mendekati Sashi yang menangis.


"Mbak ada apa ini?" tanyanya membuat Sashi langsung bangkit dari tempat duduk.


"Ari! Max dia ...."


"Mommy!" Suara itu membuat Sashi langsung memeluk tubuh kecil itu, dan menangis. Ia merasa teledor menjaga putranya, bagaimana jika terjadi sesuatu pada putranya.


"Aku dari toilet, karena Mommy sedang sibuk. Jadi aku pergi sendiri." Mendengar hal itu Sashi langsung lega dan memeluk putranya membuat Max membalas pelukan hangat itu.


"Lain kali jangan ulangi. Mommy sangat takut, kalau Mommy tidak bisa, panggil orang lain untuk menemani mu sayang. Mengerti?"


"Yes Mommy, sorry."


"Its ok Sayang."


Setelah kejadian itu, Max tampak duduk manis menghabiskan makanannya, dan setelah melihat Ari pergi. Langkah kecil itu mendekati Mommy nya. "Mommy!"


"Ya sayang? Ada apa?"

__ADS_1


"Mommy tadi, sebenarnya aku pergi ke kantin bukan ke toilet dan juga pergi ke jalan membeli red Velvet." Sashi menyentuh pundak putranya dan menatap mata bulat itu yang tertunduk karena merasa bersalah telah berbohong.


"Lalu? Kenapa tidak bilang sayang?" tanya Sashi dengan lembut.


"Karena aku tadi bertemu dengan Daddy!" Sontak saja membuat bola mata Sashi membulat dan pikirannya jadi kacau. Ditambah dengan Max yang memperlihatkan sesuatu kepadanya.


"Dan aku diberikan ini."


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!!



Salahkah aku apabila jatuh cinta pada gadis yang usianya sebaya dengan anakku ?


Dia bernama Karin Shalina, pesona lugunya membuatku jatuh kedalam pesonanya.


Rumah tanggaku yang sudah berada diujung tanduk membuat ku berani bermain api dibelakang istriku.. Aku tak takut di cap pengkhianat atau pria bajingan, nyatanya Istriku yang telah membuat aku bertindak mengkhianati nya. Dialah yang membuatku dari setia menjadi pria pengkhianat...


* Antoni Conte..


Salahkah aku bila mencintai dia yang ternyata suami orang ?


Cap pelakor melekat padaku, bukankah hati tak bisa dipaksa kepada siapa akan berlabuh. Aku yang tak pernah jatuh cinta, tak ku sangka sekali jatuh cinta langsung pada suami orang..

__ADS_1


* Karin Shalina.


__ADS_2