
Pagi di kantor yang seharusnya menjadi pagi yang tenang berubah menjadi pagi yang menegangkan serta adu mulut. Karena kedatangan Mahesh pria yang tidak pernah diharapkan oleh Sashi, pria itu berani menampakkan wajahnya dengan datang ke kantor Sashi. "Beraninya kau datang kemari!" Sentak Sashi sambil dengan gurat kemarahan. Sedangkan pria itu hanya diam sambil tersenyum memandangi kemarahan Sashi.
"Aku hanya ingin bersilaturahmi, apa itu salah? Lagipula aku dengar keponakan ku sudah besar. Aku penasaran sekali bagaimana dengan wajah keponakan ku."
"Keponakan yang mana yang kau bicarakan. Apa aku tidak salah dengar?"
"Tentu saja keponakan ku. Putra Kakak ku Malik."
"Keluar dari sini! Jangan perlihatkan dan datang lagi ke sini!" Sashi sungguh muak dengan sikap dan cara bicara Pria itu.
"Kenapa Kakak ipar? Aku ...." Saat pria itu mendekat kepada Sashi. Terlihat dengan cepat tangan seseorang dengan cepat mendorong Mahesh dengan cepat membuat pria itu kaget dan sedikit terdorong.
Bruk! Bruk! Bruk!
"Auhh, astaga! Dengan cepat ia melihat siapa yang berani mendorongnya dan ternyata adalah sesosok kecil dengan tampang garangnya melihat Mahesh disertai tatapan mata tajamnya.
"Jangan sakiti Mommy ku!"
"Kau ...." Wajah itu ia pandangi dengan sedemikian rupa. Dari atas ke bawah dan diulangi lagi. Tidak ada yang berbeda semuanya sama.
'Benar-benar persis. Dia seperti duplikat Malik!' Mata dan pikiran itu berkelana karena wajah itu yang mengingatkan dirinya pada sosok yang menjadi penghalang kebahagian dirinya.
__ADS_1
"Max!" Sashi langsung memeluk putranya yang terlihat berkeringat karena berlari dan napas yang memburu.
"Mommy! Apa dia menyakiti Mommy?" Tangan kecil Max memeriksa tangan dan wajah Sashi yang membuat wanita itu terharu.
"Tidak, Mommy baik-baik saja. Kau baru pulang?"
"Iya, aku pulang cepat hari ini karena ada rapat guru. Karena itu aku segera ke perusahaan untuk mengajak Mommy makan bersama, tapi saat diluar aku mendengar teriakkan Mommy dan orang ini sepertinya orang jahat!" Mahesh terdiam saat melihat anak itu mengangkat jarinya ke arah dia yang sedang berdiri.
"Hei Boy, aku ini bukan orang jahat. Melainkan adalah Paman mu Boy." Ucapan itu membuat Max terdiam sejenak dan Sashi terkejut dengan ucapan berani Mahesh yang langsung bicara mengenai dirinya kepada Max.
"Paman?" Beo Max dengan berdiri dan matanya yang menatap Mahesh.
"Iya, aku adalah Pamanmu. Kau tidak ingin memeluk Paman mu ini? Aku sangat merindukanmu."
"Tidak! Kau bukan Paman ku! Aku tidak punya Paman! Ayahku tidak punya adik!" Mahesh langsung membelalakkan matanya dan dengan cepat ia harus berpikir mengatasi perkataan dari Max, sosok kecil dihadapannya saat ini.
"Kakak Ipar, apa begini kau mendidik putramu? Bahkan ia tidak hormat dan bicara sopan pada orang yang lebih tua darinya." Mahesh seolah memojokkan Sashi mengenai tata cara dia mengurus putranya.
"Jaga bicaramu! Aku tahu bagaimana mendidik putraku!"
"Benarkah? Tapi lihat faktanya. Dia bicara tidak sopan padaku, dan lebih parahnya ia tak mengenali Pamannya sendiri, bukankah hal itu tidak benar?"
__ADS_1
"Putraku tau bagaimana cara bersikap dan bicara pada orang-orang, terutama yang lebih tua. Tapi sayangnya kau memang bukan Paman nya atau keluarganya. Karena itu aku tidak perlu mengenalkan dirimu kepada putraku!" Sashi memeluk putranya dan Max yang masih menatap tajam Mahesh mengeratkan pelukannya pada sang Mommy.
"Sekarang silahkan pergi sebelum aku panggil petugas keamanan!" Sashi menunjuk pintu arah keluar, tapi tetap saja ia tidak bergeming dari tempatnya.
"Kau tidak punya telinga?"
"Aku tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan begini dari mu Kakak Ipar. Bagaimanapun aku memiliki hubungan dengan Max dia adalah keponakan ku. Semua orang tahu akan hal itu."
"Kau bukan adik suamiku melainkan hanya benalu yang datang dan menghisap semua milik suamiku! Kau dan mereka!"
"Beraninya kau!" Saat Mahesh mendekat, sosok kecil itu langsung menghadang untuk memberikan perlindungan kepada Mommy nya. Dan tak lama terlihat pintu dibuka dengan cepat dan Ari datang bersama dengan petugas kemanan.
"Maaf Mbak, ada masalah di luar. Sehingga kami datang terlambat." Ari menatap Mahesh dengan tatapan tajam dan tak suka.
"Rupanya anda masih berani kemari Tuan Mahesh. Apa peringatan dulu tidak cukup untukmu?"
"Kau, urusan kita belum selesai. Aku akan pergi, tapi aku akan datang lagi! Bagaimanapun Max adalah bagian dari keluargaku!" Mahesh dengan cepat pergi dan mengalah untuk saat ini, ia sepertinya kembali salah langkah dan harus segera mengatur rencana.
"Mbak, maaf. Apa ia melakukan sesuatu?"
"Tidak, aku tidak akan membuat dia menyakiti putraku! Mereka sudah kembali Ari!" Sashi dengan tetesan air matanya memeluk putranya dengan erat sedangkan Max terdiam dengan pikirannya.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️