Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Cerita Max


__ADS_3

Terlihat nisan itu bertuliskan nama Malik Darmanendra, bunga baru sudah menghiasi tanah coklat itu. Setelah dirasa cukup, tangan kecil itu langsung membuat kotak yang ia bawa. "Daddy, lihat! Aku bawa kejutan untuk Daddy, pastikan Daddy bisa lihat kan? Ini aku perlihatkan ya. Aku membuatnya spesial untuk Daddy." Max dengan cepat membuka kotak yang berisikan sebuah album. Mata Sashi langsung melihat album itu yang merupakan album dirinya sejak hamil hingga Max besar. Tampak mulut itu bercerita panjang lebar sambutan membolak-balikkan halaman albumnya.


"Ini saat aku masih di perut Mommy. Terlihat besar kan? Aku sangat sehat di dalamnya. Mommy tampak senang kan? Nah ini saat aku lahir. Aku tampan kan? Semuanya bilang aku mirip dengan Daddy. Bahkan Mommy terlihat kesal karena itu." Sashi tampak terkekeh sekaligus menahan air mata mendengar cerita putranya itu. Sedangkan Lucas pria itu terdiam dengan matanya yang menangkap pemandangan dihadapannya.


'Kau sangat beruntung Malik. Padahal aku lebih dulu yang bertemu dan memiliki rasa pada Tania, tapi kau yang berhasil menduduki hatinya, bahkan hingga sekarang. Kau pasti mendengar ku kan? Aku ingin kau merestui ku dengan Tania, seperti yang pernah ku katakan.'


"Nah, ini saat ulang tahun ku yang pertama, ada Nenek, Paman Ari, Kakak Hans dan juga Bibi Alya dan tentunya Mommy. Kami hanya merayakan ulang tahun yang kecil saja. Tapi semuanya tampak bahagia kan? Daddy tau, di ruang tamu itu terdapat pajangan foto Daddy yang tampan sekali. Persis seperti aku, Daddy saat ini usiaku sudah enam tahun, aku sudah bersekolah. Mommy memilihkan ku sekolah yang bagus, aku senang sekali. Daddy juga senang kan?"


"Tentu, pasti sangat senang." Sashi memeluk putranya dan dibalas Max dengan senang. Lucas turut menghampiri dan mengelus rambut Max membuat ia berbalik dan mengambil tangan Max serta meletakkannya di tanah coklat itu.


"Nah Daddy, ini Paman Lucas, atau Paman Red aku suka padanya. Ia sangat baik, Daddy dapat melihatnya kan? Ia sangat menyayangiku, dia selalu membawakan ku kue Red Velvet. Ayo Paman kenalan dulu pada Daddy."

__ADS_1


"Halo Daddy Max. Aku Lucas, senang bertemu denganmu."


"Oh ya Daddy, aku sudah mengatakan semuanya. Aku menunggu Daddy datang di mimpiku ya. Jika Paman Lucas jahat, katakan padaku ya. Aku sayang Daddy." Max menciumi nisan itu dengan penuh kasih.


"Nah, sekarang giliran Mommy. Mommy tidak ingin mengatakan sesuatu?"


"Sudah Max sampaikan tadi." Terlihat wajah itu menahan air matanya.


"Aku merindukanmu ...."


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!!



Blur :


Awalnya Alea hanya ingin memberikan kesan baik agar dapat memenangkan hati dua calon investor bagi proyek yang dia tangani. Mereka adalah CEO muda dari dua perusahaan berbeda. Namun, siap sangka jika lewat rencana itu Alea malah membuat kedua CEO itu tertarik padanya.


Alih-alih mengutamakan masalah kerja sama, kedua CEO tampan itu malah berlomba-lomba mendapatkan hati Alea. Lantas, siapakah yang akan memenangkan hati Alea? CEO Anderson yang terkenal sebagai Don Juan sejati Atau CEO Arga's Air yang pembawaannya begitu sholeh dan manley?

__ADS_1


__ADS_2