
Sambil mendengarkan laporan dari bawahannya. Pria itu duduk sambil memandangi pemandangan malam kota yang berkelap-kelip dari kediaman mewahnya.
"Ternyata dia berubah begitu cepat. Aku tidak menyangka dengan itu."
"Benar Tuan, sepertinya kejadian yang sudah terjadi membuat nya mengambil langkah itu."
"Awasi terus, aku akan segera ke sana setelah semuanya selesai. Aku penasaran dengan tumbuh kembang si kecil itu." Senyuman dengan tatapan tajam itu membuat ketampanan sekaligus keseriusan bergabung menjadi satu.
"Baik Tuan." Setelah mengatakan itu, ia segera pergi dari sana dan meninggalkan pria itu sendiri dengan wine di sebelahnya.
"Tania ... akan sangat menyenangkan jika kita bertemu kembali, tapi ... apakah kau mengingatnya?"
"Tapi bagaimanapun nantinya, aku akan selalu berada dan mengawasi dirimu. Sama seperti dulu." Satu tangannya memegang selembar foto yang menampilkan 3 remaja dengan seragam SMA yang terlihat tertawa konyol bersama.
Sedangkan disisi lain, terlihat di kolam renang yang berisi orang-orang yang sedang berpesta dan tentunya dengan bikini yang dipastikan akan ada menghiasi tempat itu. Salah satu pelayan mengantarkan minuman ke salah satu pria yang ditemani oleh wanitanya.
"Jadi bagaimana sayang?" tanya wanita itu sambil memainkan tangannya di dada bidang itu.
"Seperti yang kau inginkan." Balasnya sambil mengendus aroma tubuh wanita seksi itu.
"Pergilah! Apa kau tidak lihat?" Pria itu tersenyum kecil melihat sosok di sebelahnya yang marah karena sosok yang sama yang menghantui pikirannya.
"Jangan begitu Mahesh, setidaknya ia sedang mencoba menyenangkan mu." Terlihat wajah kesal itu tidak menanggapinya.
"Diam lah Ed! Kau tidak akan mengerti!"
"Apanya yang aku tidak mengerti? Kau menginginkan wanita yang menjadi janda dari kakakmu? Ayolah Mahesh, come on!"
"****!" Ia melemparkan botol minumannya membuat beberapa orang melihatnya.
"Lagipula, apa cantiknya dan seksinya wanita itu membuat dirimu begitu tergila-gila kepadanya?" tanya pria itu dengan penasaran.
__ADS_1
"Kau ingin tau?" Jawabnya sambil melihat ke arah kolam yang di sinari oleh cahaya bulan.
"Kalau kau tidak keberatan. Kau bisa pergi Sayang, tunggu aku di kamar." Ia melayangkan ciuman panas pada wanita itu dan Mahesh hanya memalingkan wajahnya.
"Aku tunggu Babe." Wanita seksi itu melangkahkan kakinya meninggalkan kedua pria itu yang saling berhadapan.
"Jadi ..." Terdengar helaan napasnya yang panjang sebelum ia bercerita.
"Saat itu ...."
Malam itu merupakan malam seperti biasanya hanya saja akan ada hal istimewa dari salah satu putra keluarga itu. Terlihat pelayan sedang menyiapkan segala sesuatu untuk penyambutannya. Saat semuanya asyik bekerja, terdengar langkah kaki yang menuju ruang tamu diiringi dengan tatapan matanya yang memicing.
"Ada apa ini?" tanyanya membuat semua pelayan menunduk hormat.
"Itu Tuan, kami menyambut kedatangan Tuan Malik dengan kekasihnya." Jawab salah satu Pelayan membuat ia mengerutkan keningnya.
"Kak Malik membawa kekasihnya?" ujarnya lagi dan mendapat anggukan dari pelayan.
"Kenapa aku bisa tidak tau?" ujarnya dengan bingung.
"Itu karena kau terlalu sibuk di Paris dan melupakan keluarga sendiri." Terdengar suara seorang pria yang berwibawa datang diiringi oleh pria yang berumur tak jauh darinya.
"Papa, aku lupa kau pulang hari ini." Dia segera mendekat dan memeluk pria itu.
"Kau terlalu sibuk dengan keluarga mu di sana."
"Bukan begitu, hanya saja aku ada urusan di sana." Balasnya dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sedangkan pria yang mendampingi sosok yang dipanggil Papa itu hanya diam memperhatikan interaksi keduanya.
"Pa, apa benar Kak Malik akan datang dengan kekasihnya?"
"Iya, tentu saja. Kau akan melihat calon kakak iparmu nanti."
__ADS_1
"Apa di sesuai dengan kriteria keluarga kita?"
"Kau lupa? Malik tentu tidak akan salah dalam memilih. Lagipula mereka sudah cukup lama menjalin hubungan."
"Ah, begitu rupanya. Aku penasaran sekali dengan pilihan kakak ku itu."
"Kau akan menyukainya nanti." Balas pria itu sambil duduk di sofa dengan kopi hitam ditangannya.
"Papa sudah pernah bertemu dengannya?"
"Iya, sudah dan dia sangat cocok dengan Malik."
"Aku benar-benar penasaran sekali."
Waktu yang ditunggu pun tiba, terlihat sosok tampan dengan baju kasual nya yang membuat dirinya bersinar memakai pakaian sederhana itu. Itu sudah biasa bagi manik mata abu-abu itu, tapi matanya langsung memicing tajam saat melihat sosok cantik di sebelah pria itu dengan senyuman manisnya.
"Cantik sekali." Kata itu spontan keluar di mulutnya.
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!
Mencintai tanpa dicintai... Kedekatannya selama ini dengan sahabat abangnya hanya dianggap sebagai adik, tidak lebih.
Anggita Nur Anggraini, biasa disapa Gita telah jatuh cinta pada sahabat almarhum abangnya. Akan tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dia sampai merelakan kehormatannya, sayangnya lelaki itu tetap tidak melihatnya.
Apakah cintanya akan berbalas?
__ADS_1