Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Sesaat sebelum kejadian


__ADS_3

Merasa sudah di situasi tidak memungkinkan lagi, aku Ari bicara dan wanita cantik itu mendengarkan dengan seksama sambil pikirannya menerawang mengenai kejadian itu.


Malik yang baru saja sampai di kota itu, baru saja menginjakkan kakinya di hotel untuk beristirahat setelah perjalanan yang melelahkan. Setelah menyegerakan dirinya dengan air, wajah tampan itu tersenyum saat dering ponselnya berbunyi bertuliskan istriku di sana. Dengan tidak sabar, ia segera mengangkatnya dan terdengar suara yang selalu ia rindukan.


"Mas, sudah sampai?" tanya suara lembut itu.


"Iya, baru saja. Dan kau sudah menelepon, aku rindu sekali." Membuat suara di seberang itu terdiam sejenak membuat Malik tau apa yang terjadi.


"Aku ingin lihat wajah malu Istriku ini. Ayo, kita ganti jadi video call." Tidak ada jawaban, tangan itu segera mengganti dan menghubungi kembali nomor itu dan terlihat wajah cantik itu dihadapannya, tanpa makeup tapi sangat mulus dan bersinar. Bibirnya merah menggoda dan benar saja wajah cantik itu terlihat malu-malu kucing membuat Malik terkekeh.


"Tidak merindukan ku?" tanyanya lagi.


"Iya, sangat rindu. Karena itu aku menelpon." Jawabnya dengan rambut yang tergerai yang menambah pesonanya.


"Kenapa istriku semakin cantik saja. Padahal aku baru saja sampai, jika ada pintu Doraemon aku akan segera menembus ke sana."


"Karena itu segeralah selesaikan. Aku juga ... Mas habis mandi?" Pertanyaan itu membuat Malik menatap dirinya di cermin dan tentu saja ia mengangguk.


"Iya Sayang, karena aku merasa gerah sekali. Kenapa tergoda ya? Aku tampan kan?"


"Pintunya sudah ditutup dan dikunci rapat? Aku tidak mau membagi mu dalam sadar atau ketidaksengajaan! Ayo, lihat pintunya sudah ditutup atau belum?" Melihat istrinya yang tadi seperti kucing pemalu mendadak berubah menjadi singa betina yang mengaum ketika wilayahnya diganggu.


"Sudah Sayang, aku tidak seceroboh itu. Lagipula ini hanya untuk istriku saja, bukan yang lain."


"Pokoknya perlihatkan padaku, aku mau lihat. Nanti ada pelayan hotel yang genit datang dan melihat suamiku!" Malik langsung menuruti keinginan istrinya itu, ia mengganti kamera yang awalnya depan menjadi kamera belakang. Mata cantik itu terus memperhatikan hingga sampai di pintu, dan perlahan wajahnya berubah.

__ADS_1


"Sudah Sayang?"


"Bagus, aku tidak mau kejadian itu terjadi lagi!"


"Tidak akan! Malik hanya milik Sashi untuk selamanya." Seketika wajah cantik itu kembali memerah seperti tomat.


"Kalau seperti itu terus, aku bisa tak tahan Sayang." Malik mulai memelas membuat istrinya di seberang sana terkekeh geli.


"Tidurkan ia sendiri Sayang, dan katakan padanya jika ingin masuk ke sarangnya maka cepatlah kembali."


"Tunggu aku. Aku mencintaimu sayang."


"Aku juga, sangat mencintaimu." Keduanya saling bicara hingga tak mengenal waktu. Sampai pada akhirnya ketukan pintu membuat keduanya terdiam.


"Aku akan melihatnya, sebentar ya." Tak lama pintu itu terbuka dan Sashi sungguh penasaran sekali dengan siapa yang datang.


"Ari?"


"Mas Malik, apa aku menganggu?" Sashi langsung tau siapa yang datang dan ia segera bicara membuat pria itu langsung terdiam dibuatnya.


"Sepertinya ada yang penting dan juga sudah malam. Mas pasti akan melewati hari yang sibuk besok. Setelah ini jangan lupa segera tidur dan makan. Ari aku titipkan Mas Malik ya."


"Iya Mbak." Ari hanya membalas tanpa melihat.


"Kau juga Sayang. Sampai jumpa. Good night Sayang."

__ADS_1


"Good night too Sayang." Setelah itu panggilan video segera berakhir, dan Malik langsung mempersilahkan Ari masuk.


"Masuklah Ari, jangan dipintu saja. Dan jangan berekspresi seperti itu. Sashi tidak akan memakanmu nanti." Malik jelas tahu apa yang ada dipikiran pria itu.


"Maaf Mas Malik, aku tidak tau kalau kalian sedang menelpon."


"Tak apa, bukankah kau juga begitu? Bedanya mungkin ada suara kecil nan manis yang ikut saat kalian menelpon." Ari tentu tau apa yang dimaksud oleh Malik.


"Mas jangan khawatir, pernikahan kalian masih baru, mungkin sebentar lagi akan ada hasilnya. Lagipula setelah ini Mas dan Mbak Sashi akan menghabiskan waktu bersama. Aku yakin akan segera mendapatkan keponakan ku yang tampan dan cantik."


"Iya, aku juga berharap seperti itu. Semoga saja ada hasilnya segera. Oh ya, ada apa kemari?"


"Ini mengenai pertemuan besok, aku lupa memperlihatkan dokumen untuk kerjasama nya." Ari segera mengeluarkan dokumen itu dan Malik segera menerima dan membacanya.


"Terima kasih Ari. Aku akan melihatnya dan kita akan rapat besok dengan mereka. Aku juga penasaran dengan kepempimpinan pria itu."


"Iya Mas, aku juga begitu. Dan nantinya semoga tidak ada masalah." Keduanya saling terdiam beberapa saat sambil menikmati minuman yang disajikan oleh Malik dan beberapa kali keduanya tampak membahas dokumen itu hingga malam semakin larut.


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya author, bagi yang pencinta horor mari baca!


__ADS_1


__ADS_2