
Sashi melamun sembari duduk menunggu putranya yang baru saja terlelap setiap menangis. Begitu banyak pikiran yang berada di benaknya saat ini. "Apa aku salah? Mas, sungguh aku butuh dirimu, aku sangat bingung."
Sedangkan Lucas terlihat langsung menuju kamarnya dengan wajah basah membuat para pelayan karena melihat menjadi kebingungan. "Bukankah tadi Tuan muda terlihat bahagia? Kenapa tiba-tiba berubah?"
"Aku tidak tahu, mungkin mereka sedang bertengkar atau karena urusan pekerjaan." Sahut pelayan yang lainnya.
"Sudah, lanjutkan pekerjaan kalian. Atau kalian ingin dipecat?" Terlihat sosok yang lebih tua baru datang menegur kedua pelayan itu.
"Baik!" Seru keduanya.
"Aku harap bukan masalah besar." Sahutnya melihat kamar Lucas yang tertutup rapat.
Di dalam ruangan itu terlihat Lucas menyingkirkan semua barang-barang yang ada di mejanya dan melemparkan sprei serta selimut ranjangnya.
"AGHHHH!" Deringan ponsel menghentikan amukannya.
"Ada apa?" Ucap Lucas dengan tidak sabaran.
"Baik, aku aku ke sana." Lucas memutuskan panggilannya dan segera mengambil beberapa pakaian miliknya serta koper kecil dan segera keluar dari kamarnya.
"Tuan Muda mau kemana?" Tanya wanita tua itu dengan secangkir kopi di tangannya.
"Aku mau pergi Bi. Bereskan kamar ku ya. Dan jika Papa dan Mama bertanya, katakan aku pergi selama beberapa hari keluar kota."
"Baik Tuan muda." Hanya itu yang dapat dikatakan olehnya sambil menatap punggung tegap itu menghilang.
Keesokan harinya, terlihat pemberontakan dari sosok kecil itu yang tidak mau berangkat ke sekolah. "Tidak mau! Aku mau pergi dengan Paman!"
__ADS_1
"Max." Panggil Sashi pada putra yang tengah merajuk di meja makan dengan pakaian yang belum rapi.
"No Mommy! Aku tidak mau! Aku mau Paman Lucas! Aku mau dia! Mommy bohong, apa yang Mommy lakukan sehingga membuat Paman pergi!" Sashi hanya diam mendengarkan ucapan putranya yang sedang mengeluarkan keluh kesahnya.
"Mommy jawab aku!"
"Max! Mommy bilang berangkat ke sekolah! Dengar? Jangan banyak alasan. Paman Lucas tidak akan datang! Dia sedang ada urusan!"
"Bohong! Mommy pembohong! Aku tidak mau pergi ke sekolah! Aaaaaa!" Max segera berlari ke kamarnya diikuti oleh Mbok Tin. Tinggal sekarang Sashi dengan deru napasnya yang besar. Ia duduk sambil memijat kepalanya.
"Apa yang aku lakukan ..." Netra itu menatap pigura yang ada dihadapannya.
"Mbak, kenapa belum berangkat juga?" Ari yang baru saja datang melihat ke arah wanita itu.
"Max ... dia ..." Ari segera menuju ke atas, tanpa mendengarkan lanjutan ucapan wanita itu.
"Aku marah! Aku tidak mau!"
"Hei boy, ada apa?" Suara Ari membuat Max langsung berlari dan memeluk pinggang pria itu yang tak lama terdengar isak tangis di sana.
"Mommy pembohong!"
"Katakan ada apa hmm?" Ari mengelus rambut hitam itu.
"Kemarin Paman Lucas kemari, dan dia berjanji akan bermain bersamaku. Lalu Mommy datang dan tak lama Paman pergi begitu saja. Aku sudah berteriak dan mengejar Paman, tapi ia tidak berhenti. Saat aku tanya Mommy bilang tidak ada apa-apa."
"Aku mau Paman! Hubungi dia Paman Ari." Ari baru tersadar ia belum melihat pria itu yang biasanya akan datang menemui Max untuk mengantarnya.
__ADS_1
'Apa ini berhubungan dengan flashdisk itu? Mbak, keputusan apa yang Mbak ambil?'
"Paman .... Ayo telfon."
"Iya, akan Paman hubungi. Tunggu ya, jangan menangis. Sekarang ayo perbaiki seragam nya dulu."
"Janji?"
"Janji, Paman janji Max." Setelah melihat Max mulai mereda, pria itu dengan segera menekan nomor Lucas dan menghubungi nya tapi sayangnya nomor itu tidak aktif.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ujar Ari dengan pelan.
Bersambung ....
Kemana Lucas pergi? Dan apa yang terjadi? Saksikan kelanjutannya di episode berikutnya ya.
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️ Terimakasih semuanya.
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!!!!!!!!
Blurb :
Virendra Aryan, seorang Jendral yang begitu tampan, pintar dan tegas. Sosoknya yang mempesona membuat banyak kaum hawa menyimpan kagum padanya.
Namun, siapa yang menyangka keputusan sang Jenderal yang tiba-tiba ingin menikahi gadis muda berusia 18 tahun.
__ADS_1
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia atau justru berakhir tragis mengingat sosok Jenderal Virendra yang memiliki banyak musuh?