
Malam telah larut tapi tidak dengan wanita itu, jika semua orang telah terlelap termasuk putranya sejak tadi. Saat ini dirinya tengah melihat dokumen ya baru saja ia dapatkan dari seseorang. "Ari, apa yang kau sembunyikan?"
Sedangkan di tempat lain, terlihat seorang pria dengan asap rokok yang mengepul di sekitarnya. Tak lama terdengar suara langkah kaki yang mendekat membuat ia segera berbalik. "Ada apa?"
"Lapor Tuan, sepertinya ia sudah curiga. Apa saya perlu melakukan sesuatu?"
"Hmm, lakukan sesuatu untuk menghilangkan buktinya. Ia tidak boleh tau secepat itu. Kalau perlu selamanya, kau mengerti?"
"Baik Tuan."
"Oh ya, ngomong-ngomong bagaimana dengan nya? Aku harap semuanya berjalan lancar."
"Semuanya lancar Tuan, tidak ada masalah. Dan untuk beberapa tahun kedepan sepertinya ia akan segera kembali."
"Begitu ternyata, awasi saja dan jangan sampai ketahuan."
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi."
"Iya." Setelah kepergian anak buahnya, terlihat pria itu memandangi sebuah koran dengan tajuk berita yang sudah mulai memudar karena air.
"Apa yang sudah ku lakukan, tidak boleh ada yang tau bahkan keturunan ku sekalipun!"
Pagi hari yang cerah, wajah itu tak berhenti tersenyum. Membuat semua orang di sana hanya bisa memandangi dengan kebingungan. "Selamat pagi semuanya, ayo semuanya semangat bekerja!" Setelah mengatakan itu ia segera masuk ke ruangannya dan hanya meninggalkan aroma yang khas.
__ADS_1
"Ada apa dengan Boss?" tanya dan kasak kusuk dari karyawan.
"Entahlah, seperti orang jatuh cinta saja. Atau mungkin ada proyek besar yang akan datang." Jawab yang lainnya.
"Selamat pagi Boss." Terdengar sapa dari belakang membuat pria tampan itu berbalik dan tersenyum senang.
"Bagaimana? Aku harap ada jawaban."
"Tentu saja Boss, kita akan segera melakukan kerjasama."
"Bagus! Aku senang sekali, aku bisa bertemu dengan Sashi setiap saat. Aku tak sabar lagi, apa ini yang dinamakan jatuh cinta Hend?"
"Mungkin Boss, saya tidak tau pasti. Kalau begitu saya permisi dulu."
"Sashi, nama yang indah seperti orangnya. Kita akan bertemu dan aku akan membuat mu menjadi milikku. Aku yakin kau adalah wanita yang tepat untukku."
"Hei, ada apa dengan Boss?" tanya seorang karyawan kepada Hendra yang baru saja keluar.
"Jatuh cinta, kau tau dan mengenal CEO wanita cantik yang merupakan istri dari Malik Darmanendra?"
"Maksudnya janda CEO itu?"
"Iya, sepertinya Boss mulai tertarik saat pertama kali bertemu dengannya."
__ADS_1
"Aku dengar dia adalah wanita yang cantik dan hebat. Siapapun pasti akan menyukainya, jika aku punya jabatan dan harta, tentu aku juga akan mendekatinya. Bukan begitu? Hahahaha."
"Dasar kau, sudah kembali bekerja. Nanti Boss bisa dengar."
"Baiklah, semangat juga untukmu Hendra." Hingga tak ada lagi percakapan selain suara halaman surat yang dibolak-balik dan suara pena yang berjalan di atas kertas. Dan beberapa suara dari laptop yang tengah bekerja dengan dibantu oleh keyboard.
Ari sedikit bingung dengan permintaan Sashi yang memintanya datang ke ruangannya yang sebenarnya hari ini tidak ada jadwal atau apapun. "Ya Mbak, ada apa?"
"Ari aku ingin tanyakan sesuatu padamu. Dan aku harap kau bicara sejujurnya." Ari semakin dibuat kebingungan dengan ucapan Sashi.
"Apa aku membuat masalah Mbak?"
"Tidak." Singkat dan padat jawab Sashi.
"Lalu Mbak?"
"Ari, katakan apa yang terjadi di hari itu? Apa yang sebenarnya terjadi?"
Bersambung....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Bagi pencinta horor, yuk mampir ke karya baru akan author.
__ADS_1